PENDAHULUAN
Di era berkembangnya zaman, perlu kita ketahui bahwa warisan budaya kita sudah banyak yang dipertanyakan keberadaannya. Salah satu warisan yang jarang ditemukan sekarang adalah Golok Cakar Kijang. Golok ini merupakan senjata tradisional yang berasal dari Bekasi.
Golok ini juga merupakan karya seni yang melambangkan nilai dan karakteristik masyarakat Bekasi. Namun, dalam perkembangannya, golok ini hampir tidak banyak dikenal, karena kurangnya minat masyarakat dalam mewariskan dan mencari tahu sejarah golok khas Bekasi ini.
Banyak generasi muda yang kini lebih berminat kepada budaya globalisasi. Bahkan mereka tidak menyadari bahwa budaya tradisional ini merupakan suatu identitas budaya yang harus kita lestarikan sebagai warga Indonesia. Hal ini membuat karya seni tradisional semakin jarang dikulik.
Bahkan banyak generasi muda yang tidak mengenal budaya tradisionalnya sendiri, karena kurangnya edukasi dan pelestarian terhadap hal tersebut. Seiring berkembangnya zaman, golok ini kehilangan peminatnya. Hanya beberapa orang saja yang masih melestarikan golok tersebut.
Apakah masyarakat akan membiarkan hal ini terjadi? Sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan budaya, penting bagi kita untuk kembali melestarikan karya-karya seni tradisional seperti senjata Golok Cakar Kijang.
Menanamkan pengetahuan dan mengajarkan generasi muda dalam pelestarian golok merupakan salah satu upaya dalam menjaga kelestarian karya seni tradisional. Membahas dan meneliti karya seni tradisional juga merupakan upaya dalam mengajak masyarakat untuk tetap mengingat budaya dan kesenian Indonesia.
Artikel ini akan mengajak pembaca untuk mengulik sejarah dan makna yang terkandung dalam senjata daerah Bekasi. Maka dari itu, tujuan penulisan ini adalah sebagai upaya untuk tetap mengingat, menghargai, menggali makna dan melestarikan budaya khas Indonesia, terutama di Bekasi.
METODE
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara melakukan wawancara kepada pelaku seni. Metode ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang budaya dan pelestarian seni di era sekarang. Setelah melakukan wawancara, kemudian data wawancara akan dianalisis dan dikembangkan lagi.
Baca Juga: Museum Keris Brojobuwono: Mengenal secara Utuh Pusaka Tradisi Jawa yang Berkesan
PEMBAHASAN
Latar belakang dalam pembuatan Golok Cakar Kijang adalah awalnya dikarenakan kebutuhan masyarakat yang ingin memiliki alat untuk digunakan dalam kebutuhan sehari-hari. Golok Cakar Kijang dibuat oleh salah satu pengrajin seni yaitu Kong Daimin.
Beliau adalah salah satu tokoh yang dikenal sebagai seseorang yang dihormati karena keahliannya di bidang seni. Kong Daimin tidak hanya mementingkan ketajaman dalam membuat golok ini, namun juga mementingkan sisi estetika dan keindahan seninya.
Hal ini, membuat Golok Cakar Kijang banyak diminati oleh masyarakat yang menyukai golok. Selain menjadi pengrajin, Kong Daimin juga membagi ilmu-ilmunya kepada generasi muda, sehingga nilai-nilai kebudayaan yang beliau punya tidak hilang dan bisa diwariskan.
Sayangnya, tidak banyak yang mengulik lagi tentang sejarah dari pembuatan golok ini, sehingga semakin berkurangnya pemuda yang menjadi pewaris dari pelestarian golok ini.

Golok Cakar Kijang memiliki bentuk golok yang melengkung tajam seperti cakar kijang. Karakteristik ini merupakan sebuah gambaran ciri khas masyarakat Bekasi. Hewan kijang memiliki kemampuan bertahan hidup, yang menggambarkan masyarakat Bekasi.
Latar belakang mengapa masyarakat Bekasi memiliki sifat seperti itu adalah karena sebagai pegangan dalam bertahan hidup. Menurut Nde Zeylang dalam wawancaranya, zaman dulu, warga Bekasi minim memiliki pekerjaan, sehingga banyak yang berbuat kejahatan.
Memiliki dasar untuk bela diri dan teknik-teknik dalam bermain golok adalah sebuah bentuk pertahanan diri bagi masyarakat Bekasi.
Pada kenyataannya, sudah tidak banyak lagi pelaku seni seperti Nde Zeylang. Beliau adalah salah satu pelaku seni yang menguasai ilmu silat khas Bekasi dan mengoleksi banyak golok, salah satunya Golok Cakar Kijang.
Dalam wawancara yang dilakukan pada hari Kamis, 26 Desember 2024, Nde Zeylang mengungkapkan bahwa beberapa pelaku seni daerah Bekasi juga banyak yang melakukan pengulikan tentang sejarah-sejarah dalam kesenian Bekasi.
Hal ini juga merupakan bentuk kepedulian masyarakat Bekasi dalam upaya melestarikan budayanya. Karena di daerah ini, kesenian masih sangat jarang dibahas oleh masyarakat setempat.
Baca Juga: Menilik Sejarah Warisan Budaya Keris Indonesia di Museum Keris Brojobuwono
KESIMPULAN
Dari pembahasan ini, dapat disimpulkan bahwa Golok Cakar Kijang bukan hanya sekadar senjata tradisional, tetapi juga merupakan simbol dari identitas dan seni masyarakat Bekasi. Golok ini mencerminkan kekuatan, kelincahan, serta nilai-nilai perjuangan masyarakat Bekasi dalam kehidupan mereka.
Sayangnya, minat terhadap golok ini semakin berkurang, terutama di kalangan generasi muda. Untuk itu, perlu ada usaha lebih untuk melestarikan seni dan budaya seperti Golok Cakar Kijang melalui pendidikan, penelitian, dan pengenalan sejarahnya kepada masyarakat.
Dengan begitu, kita dapat menjaga dan meneruskan warisan budaya ini sebagai bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.
Penulis: Andara Maulidina Putri Ramadhan
Mahasiswa Prodi Film dan Televisi Institut Seni Indonesia Surakarta
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












