Mengamati Pertumbuhan Escherichia Coli ATTC 25922 pada Media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA)

jurnal bakteri escherichia coli
Sumber: pixabay.com

Abstrak

Escherichia coli merupakan bakteri yang sering digunakan dalam penelitian di bidang mikrobiologi. Tingginya minat terhadap bakteri ini berhubungan dengan sifat dan karakteristik bakteri Escherichia coli.

Faktor ini menyebabkan intensitas penjualan isolat kultur Escherichia coli cukup tinggi di PT. Agritama Sinergi Inovasi. Sebanding dengan peningkatan penjualan, jumlah komplain mengenai kualitas produk semakin meningkat terutama kasus mengenai isolat kultur Escherichia coli yang tidak tumbuh ketika diremajakan. Oleh karena itu, diperlukan peninjauan mengenai kualitas isolat kultur Escherichia coli.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana  pertumbuhan Escherichia ATCC 25922 pada media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA) di PT. Agritama Sinergi Inovasi. Dari penelitian ini diperoleh hasil kultur bakteri memiliki pertumbuhan yang tipis dan kurang memenuhi standar untuk diperjualbelikan.

Faktor yang mempengaruhi hasil ini dapat terjadi diantaranya karena dehidrasi, mutasi, kontaminasi, suhu kurang optimal, pH lingkungan, dan lubang aerasi.

Kata Kunci: Escherichia coli, Pertumbuhan Bakteri, Eosin Methylen Blue Agar (EMBA)

Baca Juga: Mikrofun Expo: Menyapa Keajaiban Mikrobiologi bersama Mahasiswa Teknik dan Manajemen Lingkungan A1 di SMP Negeri 3 Bogor

Abstract

Escherichia coli is a bacterium widely used in microbiological research. The high interest in this bacterium is associated with its unique properties and characteristics.

This factor has led to a significant increase in the sales intensity of Escherichia coli culture isolates at PT. Agritama Sinergi Inovasi. However, alongside the rising sales, complaints about product quality have also increased, particularly concerning cases where Escherichia coli culture isolates fail to grow during rejuvenation. Therefore, a quality review of Escherichia coli culture isolates is necessary.

This study aims to know how the growth of Escherichia coli ATCC 25922 Eosin Methylene Blue Agar (EMBA) at PT. Agritama Sinergi Inovasi. The results of this study is the bacterial culture exhibited thin growth and did not comply with the standards required for commercial distribution.

Factors influencing these results may include dehydration, mutation, contamination, suboptimal temperature, environmental pH, and aeration holes

Keywords: Escherichia coli, Bacterial Growth, Eosin Methylene Blue Agar (EMBA)

Baca Juga: Bakteri Escherichia coli (E-coli) sebagai Indikator Pencemaran Air

Pendahuluan

Escherichia coli merupakan mikroorganisme yang banyak digunakan dalam berbagai penelitian mikrobiologi. Sebagai flora normal, Escherichia coli banyak terdapat pada pencernaan ternak dan manusia (Bria, et al. 2022). Selain itu bakteri ini dapat hidup di dalam air sehingga bisa menjadi acuan penentu kelayakan air (Sitorus et al 2024).

Bakteri ini dapat juga digunakan sebagai parameter untuk menentukan kualitas makanan layak konsumsi (Hainil, et al 2021). Karakteristik Escherichia coli ini membuatnya banyak digunakan sebagai objek penelitian. Hal inilah yang membuat permintaan akan  kultur murni Escherichia coli tinggi di pasaran.

Saat ini produk kultur murni  Escherichia coli menjadi salah satu produk best seller. Sebanding dengan permintaan pasar, produksi kultur murni Escherichia coli semakin meningkat.

Tidak jarang toko mendapatkan komplain mengenai produk kultur bakteri yang tidak dapat tumbuh meskipun prosedur peremajaannya sudah tepat. Hal ini menjadi evaluasi penting bagi toko untuk mencegah kejadian serupa terjadi.

Sebagai media spesifik untuk Escherichia coli, Eosin Methylen Blue Agar (EMBA) mampu mendeteksi keberadaan Escherichia coli. Media EMBA bekerja dengan mendeteksi strain yang mampu memfermentasikan laktosa sebagai parameter dalam identifikasi Escherichia coli.

Media EMBA mengandung eosin dan metilen biru yang menghambat pertumbuhan bakteri gram positif sehingga pertumbuhan bakteri gram negatif dapat maksimal (Langgar et al. 2021)

Analisis pertumbuhan Escherichia coli menjadi krusial untuk mengetahui kualitas produk sehingga dapat meminimalisir pengiriman produk yang kurang baik.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan performa toko dalam melayani pelanggan serta meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap toko. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan bakteri Escherichia coli indukan dan turunannya.

Baca Juga: Peran Escherichia Coli dalam Pengembangan Vaksin

Metode

Penelitian ini menggunakan menggunakan metode eksperimental yang membandingkan pertumbuhan bakteri Escherichia coli ATCC 25922. Penelitian menggunakan  20 ulangan mencangkup kultur produk dan kultur yang dijadikan sebagai induk.

Penelitian ini dilakukan pada 25-26 Mei 2025. Pengamatan pertumbuhan bakteri dilakukan dengan cara mengamati banyaknya pertumbuhan bakteri pada media Eosin Methylen Blue Agar setelah diinkubasi selama 24 jam.

Waktu dan Tempat Penelitian

Waktu dilaksanakannya penelitian ini dimulai sejak diterimanya usulan penelitian ini hingga selesai yaitu bulan Mei tahun 2025. Penelitian ini dilakukan di Mini Lab PT Agritama Sinergi Inovasi (AGAVI).

Alat dan Bahan Penelitian

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan digital, autoclave, erlenmeyer, ose, bunsen, cawan petri, dan inkubator. Bahan yang diperlukan untuk penelitian ini adalah isolate kultur Escherichia coli ATCC 25922, media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA) aquades, alkohol, dan spiritus.

Prosedur Penelitian

1. Sterilisasi Alat dan Bahan

Beberapa peralatan dan media yang digunakan disterilisasi dengan autoclave dengan suhu 121 °C dengan tekanan 1 atam selama 20 menit.

2. Pembuatan Media

Melarutkan media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA) dengan aquades kemudian disterilkan di dalam autoclave dengan suhu 121 °C pada tekanan 1 atam selama 20 menit. Media yang telah disterilkan kemudian dituang pada cawan petri dan didinginkan.

3. Persiapan dan Inkubasi Bakteri

Bakteri Escherichia coli diinokulasikan pada media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA) kemudiaan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C. Setelah diinkubasi, diamati pertumbuhan koloni berwarna hijau metalik antara kedua perlakukan dan dibandingkan pertumbuhannya.

Baca Juga: Inovasi Bioteknologi dalam Pengembangan Obat Baru

Hasil dan Pembahasan

jurnal bakteri escherichia colijurnal bakteri escherichia coli

Gambar 1. Hasil pertumbuhan bakteri Escherichia coli ATCC 25922

Penelitian ini didasari pada perbedaan pertumbuhan bakteri Escherichia coli Escherichia coli ATCC 25922 yang ditumbuhkan di media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA).

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh komplain konsumen mengenai produk isolat kultur Escherichia coli yang tidak tumbuh setelah diremajakan. Sampel diinkubasi pada suhu 37 °C selama 24 jam. Pada pengamatan pertumbuhan bakteri Escherichia coli menunjukkan minimnya warna hijau metalik disekitar koloni.

Hal ini dikarenakan bakteri Escherichia coli yang digunakan merupakan strain patogen multi resisten dari non-lactose fermenting Escherichia coli (NLF E. coli).  Menurut Mazumder et al (2022) NLF E. coli merupakan strain strain yang bertanggung jawab atas berbagai infeksi usus dan ekstraintestinal.

Menurut beberapa penelitian melaporkan bahwa strain NLF E.coli diidentifikasi sebagai isolat E. coli patogen khas yang mungkin memiliki peran diarrheagenic (Nicoletti et al., 1988 ; Colonna et al., 1992 ; Hossain, 2012 dalam Mazumder et al, 2022). Strain diarrheagenic terbagi lagi menjadi tiga yaitu enteropathogenic E. coli (EPEC), enterohemorrhagic E. coli (EHEC), and enteroaggregative E. coli (EAEC).

jurnal bakteri escherichia colijurnal bakteri escherichia coli

Gambar 2. Bentuk koloni bakteri Escherichia coli ATCC 25922

Berdasarkan hasil pengamatan dapat diartikan bahwa kultur bakteri Escherichia coli ATCC 25922 memiliki pertumbuhan yang tipis atau kurang optimal. Bentuk makroskopis koloni bulat (round), tepi rata (entire) namun terdapat beberapa koloni bertepi seperti rhizoid, dan permukaannya cembung (convex). 

Menurut Kurniawan et al. (2023) bakteri Escherichia coli memiliki karakteristik koloni berbentuk sirkuler, tepi rata, dan elevasi cembung.  Adanya variasi tepian pada Escherichia coli ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti mutasi, sifat Escherichia coli yang motil, serta kontaminasi mikroba lain.

Banyak faktor yang menyebabkan kurang optimalnya pertumbuhan kultur bakteri ini seperti dehidrasi, mutasi, dan kontaminasi. Mutasi dapat berdampak besar pada struktur akhir koloni (Mahilkar, et al. 2022) selain itu, suhu, pH, lubang aerasi, dan ketersediaan nutrisi untuk bakteri juga mempengaruhi pertumbuhan bakteri.

Penyimpanan bakteri merupakan hal krusial yang mempengaruhi kualitas bakteri. Penyimpanan jangka pendek dapat dilakukan dengan memindahkan kultur secara berkala sementara penyimpanan jangka panjang paling efektif dapat dilakukan menggunakan liofilisasi atau kering beku dan kriopreservasi (Rasyidah dan Fariana, 2021). Di Mini Lab PT. Agritama Sinergi Inovasi, kultur bakteri disimpan pada suhu 4°C di chiller.

Beberapa bakteri yang disimpan pada stok indukan tampak mengalami kerusakan terutama pada medianya. Hal ini dapat disebabkan terlalu seringnya penggunaan produk indukan serta penyimpanannya yang terlalu lama. Dalam beberapa kasus, jika indukan kultur bakteri sudah rusak maka akan dilakukan pembelian indukan baru untuk menjaga kualitas produk. 

Baca Juga: Analisis Bakteri Tahan Asam pada Penderita Tuberkulosis Paru

Penyimpanan yang terlalu lama dapat mengakibatkan bakteri mengalami dehidrasi yang diiringi pula dengan menurunnya kualitas media agar. Dehidrasi pada bakteri dapat melisiskan bakteri sehingga menghambat pertumbuhan bakteri (Ramadhan et al. 2022).

Sementara itu, mutasi seringkali mematikan atau menghambat pertumbuhan (Trovao et al 2022). Mutasi pada bakteri dapat menonaktifkan jalur biosintesis mikroorganisme yang seringkali membuat mikroorganisme tidak dapat tumbuh karena kekurangan pasokan produk akhir jalur tersebut.

Kontaminasi bakteri dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri. Adanya mikroorganisme lain yang mengkontaminasi dapat menghambat pertumbuhan bakteri karena beberapa mikroorganisme memiliki sifat antagonisme.

Sifat antagonisme pada mikroorganisme berpotensi menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain. Salah satu mekanisme yang dikenal mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen adalah antibiotik yaitu bakteri dapat memproduksi senyawa antimikroba yang berfungsi menghambat pertumbuhan patogen (Mahmuda et al,  2024). Senyawa tersebut dapat berupa antibiotik, lipopeptida, atau senyawa lainnya yang memiliki efek toksik terhadap mikroorganisme patogen.

Menurut penelitian Kepel at al, (2020) ketika sel-sel bakteri mulai membelah mereka akan menyesuaikan diri dengan lingkungannya atau disebut dengan fase log sehingga faktor lingkungan penting untuk mendukung pertumbuhan bakteri. Faktor lingkungan tersebut seperti suhu, pH, dan aerasi.

Escherichia coli merupakan bakteri patogen yang dapat tumbuh optimal pada suhu 37°C dan pH 7-7,5 (Kurniati et al, 2020). Selain itu Escherichia coli merupakan bakteri anaerob fakultatif yang dapat tumbuh dalam udara atmosfer (aerob) maupun anaerob (Wardani et al, 2023). 

Baca Juga: Mikrofun Expo: Menyapa Keajaiban Mikrobiologi bersama Mahasiswa Teknik dan Manajemen Lingkungan A1 di SMP Negeri 3 Bogor

Sebenarnya hal ini sudah diantisipasi dengan memberikan informasi produk yang terdapat panduan peremajaan hingga hal penting mengenai suhu, media, pH, dan sifat bakteri. Selain itu, pasokan nutrisi sangat penting dalam menunjang pertumbuhan bakteri.

Pemanasan media yang terlalu lama dapat merusak beberapa komponen atau nutrisi pada media kultivasi atau bahkan dapat menghasilkan produk toksin yang terbentuk akibat pemanasan (Rinihapsari et al, 2023). Nutrisi komplek seperti peptida, gula, dan logam akan terdestruksi akibat pemanasan yang terlalu lama atau pemanasan berulang.

Hal ini dapat terjadi ketika terdapat sisa media yang disimpan didalam kulkas kemudian dipanaskan kembali agar dapat digunakan. Selain itu, perbedaan media yang digunakan antara kultur bakteri dengan penelitian ini berbeda dapat menjadi faktor yang menyebabkan koloni yang tumbuh cenderung sedikit.

Kultur indukan dan turunan menggunakan media Nutrient Agar (NA) yang kaya nutrisi dan merupakan media universal sedangkan dalam penelitian ini menggunakan media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA) yaitu media selektif bakteri Escherichia coli.

Simpulan

Pengamatan terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli ATCC 25922 memiliki pertumbuhan yang kurang optimal. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti dehidrasi, mutasi, kontaminasi, suhu, pH, lubang aerasi dan ketersediaan nutrisi untuk bakteri.

Karena hasil menunjukkan permasalahan pertumbuhan pada kultur bakteri indukan maka yang sebaiknya dilakukan adalah meregenerasi kulur indukan agar kualitas produk tetap terjaga.

Selain itu penelitian ini masih kurang sesuai dikarenakan menggunakan media EMBA yang berbeda dengan media kultur bakteri aslinya yaitu Nutrien Agar (NA). Faktor ini pula yang dapat menyebabkan hasil penelitian masih kurang akurat.

Daftar Rujukan

Bria, D.I., Missa, H., & Sombo, I.T. 2022. Isolasi dan Karakteristik Bakteri Escherechia coli Pada Bahan Pangan Berbasis Daging Di Kota Kupang. JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan, 1(2):82-89

Hainil, S., Elfasyari, T.Y., & Sulitya, R.I. 2021.  Identifikasi Bakteri Escherichia coli Susu Kedelai Murni di Pasar Jodoh Kota Batam. Jurnal Surya Medika, 7(1): 25-30.

Kepel, B.J., Bodhi, W., & Fatimawali. 2020. Pengaruh pH dan Suhu terhadap Aktivitas Pereduksi Merkuri Bakteri Resisten Merkuri Tinggi Bacillus cereus yang Diisolasi dari Urin Pasien dengan Amalgam Gigi. Jurnal e-GiGi, 8(1): 15-21 https://doi.org/10.35790/eg.8.1.2020.28291.

Kurniati E., Huy V.T., Anugroho F., Sulianto A.A., Amalia N., & Nadhifa A.R. 2020. Analisis pengaruh pH dan suhu pada desinfeksi air menggunakan microbubble dan karbondioksida bertekanan. Journal of Natural Resources and Environmental Management 10(2): 247-256. http://dx.doi.org/10.29244/jpsl.10.2.247-256.

Kurniawan, R., Darniati, D., Abrar, M., Fakhrurrazi, F., Jalaluddin, M., & Erina, E. 2023. Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Eschericia Coli Pada Produk Ceker Ayam Bakar Di Gampong Ulee Lheue Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner, 7(2): 1-11.

Langgar, S.M., Sanam, M.U.E., & Detha, A.I.R.D. 2021. Prevalensi Escherichia coli pada Daging Sapi di Rumah Potong Hewan Oeba Kota Kupang. (Jurnal Veteriner Nusantara, 4(1):1-10

Mahilkar, A., Raj, N., Kemkar, S., & Saini, S. 2022. Selection in a growing colony biases results of mutation accumulation experiments. Scientific Reports 12(15470) https://doi.org/10.1038/s41598-022-19928-5

Mahmuda, I., Saylendra, A., Sulistyorini, E., & Isminingsih, S. 2024 Uji Potensi Isolat Rhizobakteri Menekan Pertumbuhan Jamur Antraknosa Cabai Merah

(Caspicum annnum L.) Secara In Vitro. Jurnal Ilmiah membangun Desa dan Pertanian, 9(6): 573-582.

Mazumder, R., Hussain, A., Phelan, J.E., Campino, S., Haider, S.M.A., MAhmud, A. \, Ahmed, D., Asadulghani, M., Clark, T.G., & Mondal, D. 2022. Non-lactose fermenting Escherichia coli: Following in the footsteps of lactose fermenting E. coli high-risk clones. Frontiers Microbiology, 13. https://doi.org/10.3389/fmicb.2022.1027494

Ramadhan, R., Hasballah, K., Suryawati, S., & Mulia, V.D. 2022. Daya Hambat Madu Seulawah terhadap Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Jurnal Bioleuser, 6(3):1-4

Rasyidah, & Fariani, R. 2021. Perbandingan Teknik Penyimpanan Menggunakan Medium Yang Berbeda Terhadap Viabilitas Kapang Colletotrichum capsici dan Pyricularia oryzae. Jurnal Pengelolaan Laboratorium Pendidikan, 3(2): 69-78

Rinihapsari, E., Onesiforus, B.Y., & Riya, S.A. 2023. Pengaruh Pemanasan Berulang Media Nutrient Agar terhadap Hasil Uji ALT Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, 1(3): 22-30

Sitorus, P.N., Azzahra, A., Lubis, D.R., Gulo, K.Z., Adila, P., & Siregar, T.A. 2024. Keberadaan Escherichia coli pada Berbagai Jenis Air.  Algoritma: Jurnal Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Kebumian dan Angkasa, 2(5): 21-31

Trovao, M., Schuler, L.M., Machado, A. Bombo, G., Navalho, S., Barros, A., Pereira, H., Silva, J., Freitas, F., & Varela, J. 2022. Random Mutagenesis as a Promising Tool for Microalgal Strain Improvement towards Industrial Production. Mar. Drugs, 20(7), https://doi.org/10.3390/md20070440

Wardani, N.K.Y.K., Apriyanthi, D.P.R.V., & Laksmita, A.S. 2023. Perbandingan Jumlah Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada Usus Babi di

Peternakan Tradisional dengan Peternakan intensif di Desa Darmasaba. Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Bandung. Jurnal Bioedutech 2(1): 63-75

 

Penulis: Lajwa Risky Adhista
Mahasiswa Program Studi Biologi, Universitas Negeri Malang
Dosen Pengampu: Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes

Editor: I. Khairunnisa
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses