Abstrak
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa percaya diri atlet SMA Negeri 5 kota Padang terhadap kegiatan berolahraga. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif, dengan sampel berjumlah 30 orang diambil dari atlet SMA Negeri 5 kota Padang yang telah bersedia mengisis kuesioner pada waktu luang mereka. Prosedur pada penelitian ini dengan cara membagikan link goolge form melalui aplikasi whatapps. Penelitian dilakukan secara online dengan cara membagikan angket kuesioner google form lewat aplikasi whatsapp. Penelitian ini menggunakan instrument yang telah diadaptasi ke bahasa Indonesia dan telah di validitas dan reabilitas, kuesioner tersebut yaitu measuring confidence hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian atlet SMA Negeri 5 kota Padang masih kurang percaya diri dalam melakukan olahraga. Penelitian ini terbatas karena artikel ini dibuat untuk memenuhi syarat tugas seminar, jadi peneliti terhalang oleh keterbatasan waktu sehingga peneliti menyarankan untuk peneliti kedepannya melakukan penelitian lebih lanjut terhadap kepercayaan diri atlet SMA Negeri 5 terhadap olahraga di kota Padang.
Kata Kunci: Percaya Diri, Olahraga.
Abstract
This research aims to find out how confident athletes from SMA Negeri 5 Padang City are in sports activities. The method used was descriptive quantitative, with a sample of 30 people taken from athletes at SMA Negeri 5 Padang City who were willing to fill out the questionnaire in their free time. The procedure for this research is by sharing the Google Form link via the WhatsApp application. The research was carried out online by distributing Google Form questionnaires via the WhatsApp application. This research uses an instrument that has been adapted to Indonesian and has been validated and reliable. The questionnaire, namely measuring confidence, research results show that some athletes at SMA Negeri 5 Padang City still lack confidence in playing sports. This research is limited because this article was written to fulfill the seminar assignment requirements, so the researcher was hampered by time constraints so the researcher suggests that future researchers conduct further research on the self-confidence of SMA Negeri 5 athletes towards sports in the city of Padang.
Keywords: Confidence, Sports.
Pendahuluan
Olahraga adalah bentuk latihan fisik yang diorganisasikan, seperti permainan atau konflik di mana para pemain akan bersaing untuk memenangkan pertandingan (Loy, 1968). Selain itu, olahraga juga memberikan pengalaman bekerja dalam tim untuk cabang-cabang olahraga tertentu.Untuk menjadi bagian dari gaya hidup yang sehat dan bugar, olahraga harus menjadi kepercayaan diri, karena olahraga tidak memandang usia karena dapat dilakukan oleh semua orang (Gayton et al., 1989). Kepercayaan diri dalam olahraga saling mendukung dan mempengaruhi. Ada banyak jenis nilai karakter, masing-masing dengan fungsinya. Nilai olahraga termasuk kerja keras dan kepercayaan diri (Haney, Colleen J.; Long, 1995).
Kepercayaan diri adalah komponen yang penting bagi atlet untuk menjadi lebih baik dalam berbagai jenis olahraga.Kepercayaan diri berkaitan dengan keyakinan seseorang terhadap kemampuan mereka sendiri untuk melakukan yang terbaik dan mencapai target mereka (Vealey, 2016). Percaya diri dikaitkan bersama produktif sikap berprestasi seperti adanya tingkatan usaha dan kesungguhan. Atlet yang percaya diri cenderung memiliki pikiran dan emosi yang lebih positif, serta kemampuan untuk mengatasi tekanan dan tantangan selama pertandingan (Hays et al., 2009). Sebaliknya, atlet yang tidak percaya diri mungkin mengalami kecemasan yang berlebihan, motivasi yang berkurang, dan kinerja yang kurang optimal (Woodman et al., 2003).
Kepercayaan diri sangat penting bagi atlet untuk berprestasi. Namun, penelitian belum banyak tentang cara terbaik untuk meningkatkan kepercayaan diri dan memaksimalkan potensi atlet. Pelatihan mental, penetapan tujuan, visualisasi, dan intervensi perilaku kognitif adalah beberapa teknik yang telah diuji (Mamassis & Doganis, 2004). Kepercayaan diri yaitu keyakinan atau perasaan positif orang terhadap usaha seseorang dalam mencapai keberhasilan dalam olahraga. Kepercayaan diri ini termasuk keyakinan tentang kemampuan fisik seseorang, keyakinan diri (Munroe-Chandler et al., 2008). Kepercayaan diri menjadi keyakinan pada kemampuan seseorang untuk melakukan tindakan tertentu untuk mencapai suatu hasil. Misalnya, memiliki keyakinan bahwa seseorang dapat mencari informasi untuk mendukung keputusan pembelian akan digambarkan sebagai kepercayaan diri dalam pencarian informasi (Chemers et al., 2000).
Kepercayaan diri adalah keyakinan bahwa seseorang dapat berhasil melakukan aktivitasnya, bukan karakteristik keseluruhan yang menentukan optimisme kinerja secara umum. Kepercayaan diri terdiri dari 2 bagian yaitu kepercayaan diri khusus dan kepercayaan diri umum (Bearden et al., 2001). Orang memperoleh umpan balik khusus tentang kemampuan mereka saat belajar dan mengambil keputusan, yang menyebabkan mereka lebih percaya pada kemampuan mereka, keyakinan tersebut digambarkan sebagai kepercayaan diri (Park et al., 2007). Tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi memungkinkan atlet untuk mempertahankan pandangan positif sehubungan dengan kompetisi. Dengan memodifikasi pikiran dan perasaan, rasa percaya diri dapat menimbulkan interpretasi yang lebih fasilitatif terhadap gejala kecemasan (Jones & Hanton, 2001).
Percaya diri kita adalah penilaian kita tentang kemampuan kita untuk menyelesaikan tugas tertentu. kepercayaan diri dapat menghasilkan peningkatan kinerja yang signifikan yang dapat di pertimbangkan semua kemampuan kita,motivasi kita, dan sumber daya yang dapat kita kumpulkan, dibandingkan dengan kebutuhan tugas (Hollenbeck & Hall, 2004). Percaya diri juga dapat didefinisikan sebagai kondisi mental atau psikologis di mana seseorang memiliki keyakinan kuat bahwa mereka akan melakukan yang terbaik (Johnson et al., 2000).Namun, tidak semua orang percaya diri dan siap menghadapi masalah mereka sendiri. Hal ini dapat terjadi karena seseorang merasa malu atau minder, atau karena alasan lain yang dapat mencegah mereka menyelesaikan masalah mereka. Ketidakpercayaan diri dapat membuat mereka takut mencoba apa pun, merasa tidak sanggup, dan takut melakukan kesalahan, yang membuat banyak dari mereka tidak tahu potensi atau kesanggupan mereka. (Chaouali et al., 2017).
Selain itu, kepercayaan diri dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk menafsirkan diri sendiri saat mengerjakan tugas dan menggunakan strategi yang efektif. (Chase et al., 2003). Presentasi diri secara fisik sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri atlet dalam olahraga, ini lebih penting untuk sampel atlet dari olahraga individu seperti senam dan lintasan daripada untuk sampel pemain bola basket. Seorang atlet tidak akan bisa memberikan usaha terbaiknya apabila atlet tersebut kurang mempunyai rasa percaya diri yang memenuhi. Atlet mempunyai percaya diri menunjukkan bahwa dia mempunyai kapasitas serta keyakinan untuk mencapai tingkat terbaiknya (Smith et al., 2007). Individu yang percaya diri lebih kreatif dan efektif dalam menggunakan sumber daya kognitif yang diperlukan untuk kesuksesan dalam olahraga. Seseorang yang tidak percaya diri tidak akan mampu menampilkan apa yang diinginkan, sedangkan orang yang percaya diri akan tampil sesuai dengan yang diharapkan (Gernigon & Delloye, 2003). Teori kognitif sosial seperti teori self-efficacy mungkin menjadi alasan mengapa bidang studi kepercayaan diri telah menjadi subjek utama dalam literatur psikologi olahraga (Bandura & Wood, 1989).
Metode Penelitian
Desain
Metode kuantitatif yaitu data yang diperoleh melalui pengukuran numerik atau kuantifikasi variabel yang diteliti, seperti skor tes, tingkat pendapatan, atau jumlah kejadian (Woodman et al., 2003). Metode ini berfokus pada pengukuran variabel secara objektif dan pengujian hipotesis menggunakan analisis statistik. Metode kuantitatif adalah pengumpulan data yang terstruktur digunakan, seperti survei, kuesioner, atau observasi sistematis, untuk memastikan standardisasi dan objektifitas (Mamassis & Doganis, 2004). Dalam Peneliatian ini metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan cara menyebarkan kuisioner. Data dalam penelitian kuantitatif diperoleh melalui pengukuran numerik atau kuantifikasi variabel yang diteliti, seperti skor tes, tingkat pendapatan, atau jumlah kejadian (Stockemer, 2018)
Partisipan
Peneliti menggunakan populasi seluruh siswa dari SMA Negeri 5 Padang kelas XI IPA yang merupakan sampel sebanyak 30 siswa XI IPA 2. Metode pengambilan sampel purposive digunakan untuk menemukan dan memilih banyak kasus atau informasi untuk studi mendalam yang dapat menjawab pertanyaan penelitian (Guarte & Barrios, 2006). Populasi yang dipilih secara tidak acak dan biasanya lebih kecil yang dimaksudkan untuk mewakilinya secara logis disebut sebagai sampel purposive (Etikan, 2016).Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel penelitian melalui proses pertimbangan yang teliti (Rai & Thapa, n.d.).
Prosedur
Prosedur penelitian merupakan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian secara keseluruhannya.penelitian ini menggunakan link google form yang akan dibagikan melalui aplikasi whatsapps. Google form adalah alat survei online yang populer dan banyak digunakan dalam penelitian karena kemampuan untuk mengumpulkan data dengan cepat dan sistematis . Penelitian ini dilakukan selama satu hari, dan peneliti menggunakan google form untuk membagikan kuisioner yang berupa pernyataan dan butir-butir penilaiannya.
Instrumen
Instrumen adalah alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur variabel atau mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian. Instrumen dapat berupa kuesioner, tes, lembar observasi, panduan wawancara, atau alat pengukuran lainnya yang dirancang secara khusus untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan penelitian(Guarte & Barrios, 2006).Instrument yang dipakai dalam penelitian ini ialah measuring confidence (Sander & Sanders, 2003).
Analisis Data
Dengan menggunakan aplikasi terpercaya IBM SPPS versi 26, informasi yang diperoleh dari skor siswa dalam survei kepercayaan diri yang dibagikan melalui link Google Form di aplikasi WhatsApp. Uji reliabilitas dan validitas, atau uji T, digunakan dalam penelitian ini. Tujuan pengujian reliabilitas dan validitas adalah untuk memperoleh hasil yang baik dan valid (Bandura & Wood, 1989). Di sisi lain, uji-T memastikan bahwa data yang diuji memiliki distribusi normal dan varians yang sama(Gayton et al., 1989).
Baca Juga: 7 Manfaat Jalan Kaki bagi Mahasiswa yang Jarang Berolahraga
Hasil
Uji Reliabilitas dan Validitas
Reabilitas
Tabel 1. Reliability Statistics
| Cronbach’s Alpha | N of Items |
| 0,656 | 8 |
Hasil dari pengujian reliabilitas menggunakan IBM SPSS Versi 26 terlihat bahwa nilai Croncbach’s Alpha yaitu 0.656 > 0.6. Jika nilai Croncbach’s Alpha kurang dari 0.60 maka penyataan dinyatakan tidak reliable atau kosisten. Maka dapat kita lihat pada table diatas bahwa instrument ini lebih dari 0.60 maka instrument yang telah digunakan ini telah reliable atau konsisten.
Validitas
Pengujian dapat dikatakan valid apabila memenuhi kriteria pengujian berikut ini, antara lain : melakukan perbandingan dengan nilai signifikasi yakni 0.05, Jika nilai sign < 0.05 maka alat ukur yang digunakan valid, dan jika nilai sign > 0,05 maka alat ukur yang digunakan tidak valid, selanjutnya melakukan perbandingan antara r hitung dengan r table atau df = (N-2, 0.05) = 0.3061. HO diterima apabila rhitung > rtabel, (alat ukur yang digunakan valid atau sahih).
Berdasarkan hasil uji validitas instrument menggunakan program IBM SPSS Statistic versi 26, dimana pada pengujian yang dilakukan terhadap 8 item pertanyaan yang disebarkan kepada responden, dapat disimpulkan pertanyaan valid .
| Tabel 2. Correlations | ||||||||||
| X1 | X2 | X3 | X4 | X5 | X6 | X7 | X8 | TOTAL | ||
| X1 | Pearson Correlation | 1 | 0,038 | ,511** | 0,207 | 0,000 | 0,042 | -0,192 | 0,095 | ,381* |
| Sig. (2-tailed) | 0,842 | 0,004 | 0,273 | 1,000 | 0,825 | 0,309 | 0,617 | 0,038 | ||
| N | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | |
| X2 | Pearson Correlation | 0,038 | 1 | 0,177 | 0,111 | 0,353 | 0,094 | 0,338 | 0,271 | ,549** |
| Sig. (2-tailed) | 0,842 | 0,351 | 0,560 | 0,056 | 0,620 | 0,067 | 0,147 | 0,002 | ||
| N | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | |
| X3 | Pearson Correlation | ,511** | 0,177 | 1 | 0,145 | 0,356 | 0,338 | -0,139 | 0,287 | ,585** |
| Sig. (2-tailed) | 0,004 | 0,351 | 0,444 | 0,054 | 0,068 | 0,463 | 0,123 | 0,001 | ||
| N | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | |
| X4 | Pearson Correlation | 0,207 | 0,111 | 0,145 | 1 | 0,087 | 0,210 | -0,049 | ,456* | ,571** |
| Sig. (2-tailed) | 0,273 | 0,560 | 0,444 | 0,647 | 0,265 | 0,798 | 0,011 | 0,001 | ||
| N | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | |
| X5 | Pearson Correlation | 0,000 | 0,353 | 0,356 | 0,087 | 1 | ,390* | 0,233 | 0,220 | ,585** |
| Sig. (2-tailed) | 1,000 | 0,056 | 0,054 | 0,647 | 0,033 | 0,215 | 0,243 | 0,001 | ||
| N | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | |
| X6 | Pearson Correlation | 0,042 | 0,094 | 0,338 | 0,210 | ,390* | 1 | 0,140 | ,565** | ,645** |
| Sig. (2-tailed) | 0,825 | 0,620 | 0,068 | 0,265 | 0,033 | 0,459 | 0,001 | 0,000 | ||
| N | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | |
| X7 | Pearson Correlation | -0,192 | 0,338 | -0,139 | -0,049 | 0,233 | 0,140 | 1 | -0,049 | 0,233 |
| Sig. (2-tailed) | 0,309 | 0,067 | 0,463 | 0,798 | 0,215 | 0,459 | 0,796 | 0,215 | ||
| N | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | |
| X8 | Pearson Correlation | 0,095 | 0,271 | 0,287 | ,456* | 0,220 | ,565** | -0,049 | 1 | ,719** |
| Sig. (2-tailed) | 0,617 | 0,147 | 0,123 | 0,011 | 0,243 | 0,001 | 0,796 | 0,000 | ||
| N | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | |
| TOTAL | Pearson Correlation | ,381* | ,549** | ,585** | ,571** | ,585** | ,645** | 0,233 | ,719** | 1 |
| Sig. (2-tailed) | 0,038 | 0,002 | 0,001 | 0,001 | 0,001 | 0,000 | 0,215 | 0,000 | ||
| N | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | 30 | |
Baca Juga: Peran Kesehatan Mental dalam Peningkatan Performa Atlet
Uji T
Jika nilai sig. < 0.05, maka HO ditolak atau H1 diterima dengan makna diperoleh pengaruh antar variabel tingkat percaya diri masyarakat terhadap berolahraga. Jika nilai sig.. > 0.05, maka HI ditolak atau HO diterima dengan makna tidak terdapat pengaruh antara variabel tingkat percaya diri dalam melakukan olahraga. Jika menggunakan perbandingan nilai t hitung dan t table. Jika t hitung > t table maka ada pengaruh kedua variabel tersebut. Jika nilai t hitung < t table maka tidak terdapat pengaruh kedua variabel tersebut.
Table 3. Uji T
| Test Value = 0 | ||||||
| t | df | Sig. (2-tailed) | Mean Difference | 95% Confidence Interval of the Difference | ||
| Lower | Upper | |||||
| X1 | 24,108 | 29 | 0,000 | 3,36667 | 3,0811 | 3,6523 |
| X2 | 18,502 | 29 | 0,000 | 2,93333 | 2,6091 | 3,2576 |
| X3 | 29,986 | 29 | 0,000 | 3,36667 | 3,1370 | 3,5963 |
| X4 | 13,100 | 29 | 0,000 | 2,40000 | 2,0253 | 2,7747 |
| X5 | 20,857 | 29 | 0,000 | 3,00000 | 2,7058 | 3,2942 |
| X6 | 20,469 | 29 | 0,000 | 2,93333 | 2,6402 | 3,2264 |
| X7 | 33,063 | 29 | 0,000 | 3,40000 | 3,1897 | 3,6103 |
| X8 | 15,967 | 29 | 0,000 | 2,90000 | 2,5285 | 3,2715 |
| TOTAL | 37,865 | 29 | 0,000 | 24,30000 | 22,9875 | 25,6125 |
Tabel 4. Pernyataan Kuisioner
| No | ITEM |
| 1 | Selalu merasa tenang saat melakukan olahraga |
| 2 | Selalu merasa gugup pada saat ada yang melihat saya saat sedang melakukan olahraga |
| 3 | Selalu meminta bantuan pada saat kurang paham |
| 4 | Selalu merencanakan jadwal berolahraga setiap hari |
| 5 | Selalu termotivasi untuk melakukan olahraga |
| 6 | Selalu menghadiri acara-acara yang berhubungan dengan olahraga |
| 7 | Selalu terlibat dalam kegiatan olahraga dilingkungan tempat tinggal |
| 8 | Selalu mendapatkan manfaat pada saat melakukan olahraga |
Data diatas merupakan pernyataan yang dibagikan kepada responden, pernyataan ini telah diadaptasi dari instrumen yang sudah mapan, dan butir soal untuk setiap instrumen telah divalidasi oleh ahli.
Baca Juga: Atlet Dayung Asal Pulau Osi Maluku, La Memo Berhasil Lolos ke Olimpiade Paris 2024
Pembahasan
Kepercayaan diri adalah komponen yang penting bagi atlet untuk menjadi lebih baik dalam berbagai jenis olahraga.Kepercayaan diri berkaitan dengan keyakinan seseorang terhadap kemampuan mereka sendiri untuk melakukan yang terbaik dan mencapai target mereka (Vealey, 2016). Percaya diri dikaitkan bersama produktif sikap berprestasi seperti adanya tingkatan usaha dan kesungguhan. Atlet yang percaya diri cenderung memiliki pikiran dan emosi yang lebih positif, serta kemampuan untuk mengatasi tekanan dan tantangan selama pertandingan (Hays et al., 2009). Sebaliknya, atlet yang tidak percaya diri mungkin mengalami kecemasan yang berlebihan, motivasi yang berkurang, dan kinerja yang kurang optimal (Woodman et al., 2003).
Kepercayaan diri adalah keyakinan bahwa seseorang dapat berhasil melakukan aktivitasnya, bukan karakteristik keseluruhan yang menentukan optimisme kinerja secara umum. Kepercayaan diri terdiri dari 2 bagian yaitu kepercayaan diri khusus dan kepercayaan diri umum (Bearden et al., 2001). Orang memperoleh umpan balik khusus tentang kemampuan mereka saat belajar dan mengambil keputusan, yang menyebabkan mereka lebih percaya pada kemampuan mereka, keyakinan tersebut digambarkan sebagai kepercayaan diri (Park et al., 2007). Tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi memungkinkan atlet untuk mempertahankan pandangan positif sehubungan dengan kompetisi. Dengan memodifikasi pikiran dan perasaan, rasa percaya diri dapat menimbulkan interpretasi yang lebih fasilitatif terhadap gejala kecemasan (Jones & Hanton, 2001).
Kepercayaan diri dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk menafsirkan diri sendiri saat mengerjakan tugas dan menggunakan strategi yang efektif. (Chase et al., 2003). Presentasi diri secara fisik sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri atlet dalam olahraga, ini lebih penting untuk sampel atlet dari olahraga individu seperti senam dan lintasan daripada untuk sampel pemain bola basket. Seorang atlet tidak akan bisa memberikan usaha terbaiknya apabila atlet tersebut kurang mempunyai rasa percaya diri yang memenuhi. Atlet mempunyai percaya diri menunjukkan bahwa dia mempunyai kapasitas serta keyakinan untuk mencapai tingkat terbaiknya (Smith et al., 2007). Individu yang percaya diri lebih kreatif dan efektif dalam menggunakan sumber daya kognitif yang diperlukan untuk kesuksesan dalam olahraga. Seseorang yang tidak percaya diri tidak akan mampu menampilkan apa yang diinginkan, sedangkan orang yang percaya diri akan tampil sesuai dengan yang diharapkan (Gernigon & Delloye, 2003). Teori kognitif sosial seperti teori self-efficacy mungkin menjadi alasan mengapa bidang studi kepercayaan diri telah menjadi subjek utama dalam literatur psikologi olahraga (Bandura & Wood, 1989).
Keterbatasan/ Limitation
Terbatasnya sample yang akan saya teliti sehingga membuat keterbatasan saya saat meneliti tersebut.
Kesimpulan dan Saran
Kepercayaan diri yaitu keyakinan atau perasaan positif orang terhadap usaha seseorang dalam mencapai keberhasilan dalam olahraga. Individu yang percaya diri lebih kreatif dan efektif dalam menggunakan sumber daya kognitif yang diperlukan untuk kesuksesan dalam olahraga. Seseorang yang tidak percaya diri tidak akan mampu menampilkan apa yang diinginkan, sedangkan orang yang percaya diri akan tampil sesuai dengan yang diharapkan.
Rekomendasi untuk Penelitian ke Depan
Melakukan penelitian lanjutan dengan sampel lebih banyak lagi serta melakukan observasi secara langsung agar peneliti lebih mengenal sampel yang akan diteliti.
Penulis: Tita Hayuannisa Alfarani
Mahasiswa Sastra Jepang Universitas Andalas
Dosen Pengampu: Bahren, S.S., M.A.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Reference
Bandura, A., & Wood, R. (1989). Effect of Perceived Controllability and Performance Standards on Self-Regulation of Complex Decision Making. Journal of Personality and Social Psychology, 56(5), 805–814. https://doi.org/10.1037/0022-3514.56.5.805
Bearden, W. O., Hardesty, D. M., & Rose, R. L. (2001). Consumer self-confidence: Refinements in conceptualization and measurement. Journal of Consumer Research, 28(1), 121–134. https://doi.org/10.1086/321951
Chaouali, W., Souiden, N., & Ladhari, R. (2017). Explaining adoption of mobile banking with the theory of trying, general self-confidence, and cynicism. Journal of Retailing and Consumer Services, 35(September 2016), 57–67. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2016.11.009
Chase, M. A., Feltz, D. L., & Lirgg, C. D. (2003). Sources of collective and individual efficacy of collegiate athletes. International Journal of Sport and Exercise Psychology, 1(2), 180–191. https://doi.org/10.1080/1612197x.2003.9671711
Chemers, M. M., Watson, C. B., & May, S. T. (2000). Dispositional affect and leadership effectiveness: A comparison of self-esteem, optimism, and efficacy. Personality and Social Psychology Bulletin, 26(3), 267–277. https://doi.org/10.1177/0146167200265001
Etikan, I. (2016). Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1. https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11
Gayton, W. F., Skelton, K., Waichunus, M., & Hearns, J. F. (1989). Validities of the Physical Estimation Scale in predicting running times. Perceptual and Motor Skills, 68(1), 252–254. https://doi.org/10.2466/pms.1989.68.1.252
Gernigon, C., & Delloye, J. B. (2003). Self-efficacy, causal attribution, and track athletic performance following unexpected success or failure among elite sprinters. Sport Psychologist, 17(1), 55–76. https://doi.org/10.1123/tsp.17.1.55
Guarte, J. M., & Barrios, E. B. (2006). Estimation under purposive sampling. Communications in Statistics: Simulation and Computation, 35(2), 277–284. https://doi.org/10.1080/03610910600591610
Haney, Colleen J.; Long, B. C. (1995). Coping Effectiveness: A Path Analysis of Self-Efficacy, Control, Coping,. Journal of Applied Social Psychology, 25(19), 1726–1746.
Hays, K., Thomas, O., Maynard, I., & Bawden, M. (2009). The role of confidence in world-class sport performance The role of confidence in world-class sport performance. January, 37–41. https://doi.org/10.1080/02640410903089798
Hollenbeck, G. P., & Hall, D. T. (2004). Self-confidence and leader performance. Organizational Dynamics, 33(3), 254–269. https://doi.org/10.1016/j.orgdyn.2004.06.003
Johnson, W., Zava, D., & McCoy, N. (2000). Overall self-confidence, self-confidence in mathematics, and sex-role stereotyping in relation to salivary free testosterone in university women. Perceptual and Motor Skills, 91(2), 391–401. https://doi.org/10.2466/pms.2000.91.2.391
Jones, G., & Hanton, S. (2001). Pre-competitive feeling states and directional anxiety interpretations. Journal of Sports Sciences, 19(6), 385–395. https://doi.org/10.1080/026404101300149348
Loy, J. W. (1968). The Nature of Sport: A Definitional Effort. Quest, 10(1), 1–15. https://doi.org/10.1080/00336297.1968.10519640
Mamassis, G., & Doganis, G. (2004a). Journal of Applied Sport Psychology The Effects of a Mental Training Program on Juniors Pre-Competitive Anxiety , Self-Confidence , and Tennis Performance. August 2013, 37–41. https://doi.org/10.1080/10413200490437903
Mamassis, G., & Doganis, G. (2004b). The effects of a mental training program on juniors pre-competitive anxiety, self-confidence, and tennis performance. Journal of Applied Sport Psychology, 16(2), 118–137. https://doi.org/10.1080/10413200490437903
Munroe-Chandler, K., Hall, C., & Fishburne, G. (2008). Playing with confidence: The relationship between imagery use and self-confidence and self-efficacy in youth soccer players. Journal of Sports Sciences, 26(14), 1539–1546. https://doi.org/10.1080/02640410802315419
Park, L. E., Crocker, J., & Kiefer, A. K. (2007). Contingencies of self-worth, academic failure, and goal pursuit. Personality and Social Psychology Bulletin, 33(11), 1503–1517. https://doi.org/10.1177/0146167207305538
Rai, N., & Thapa, B. (n.d.). A STUDY ON PURPOSIVE SAMPLING METHOD IN. 1–12.
Sander, P., & Sanders, L. (2003). Measuring confidence in academic study: A summary report. Electronic Journal of Research in Educational Psychology, 1(1), 1–17.
Smith, D., Wright, C., Allsopp, A., & Westhead, H. (2007). It’s all in the mind: PETTLEP-based imagery and sports performance. Journal of Applied Sport Psychology, 19(1), 80–92. https://doi.org/10.1080/10413200600944132
Stockemer, D. (2018). Quantitative Methods for the Social Sciences: A Practical Introduction with Examples in SPSS and Stata. In Quantitative Methods for the Social Sciences: A Practical Introduction with Examples in SPSS and Stata. https://doi.org/10.1007/978-3-319-99118-4
Vealey, R. S. (2016). Conceptualization of Sport-Confidence and Competitive Orientation: Preliminary Investigation and Instrument Development. Journal of Sport Psychology, 8(3), 221–246. https://doi.org/10.1123/jsp.8.3.221
Woodman, T. I. M., Hardy, L. E. W., Woodman, T. I. M., & Hardy, L. E. W. (2003). The relative impact of cognitive anxiety and self- confidence upon sport performance : a meta-analysis The relative impact of cognitive anxiety and self-confidence upon sport performance : a meta-analysis. August 2013, 37–41. https://doi.org/10.1080/0264041031000101809
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












