Bencana banjir bandang di wilayah Aceh Tamiang pada awal Desember 2025 meninggalkan jejak kehancuran yang mendalam. Mengingatkan dengan tragedi tsunami Aceh pada tahun 2004 silam meski penyebab terjadinya berbeda.
Meskipun demikian, kedua bencana ini dari sisi penyebab di mana kesamaan dilihat dari kondisi pemukiman yang penuh dengan lumpur dan hancur. Ribuan warga mengungsi, dampak dari bencana ini sangat signifikan warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka yang terendam banjir, situasi ini menegaskan betapa mendesaknya percepatan upaya pemulihan di Aceh Tamiang.
Distribusi bantuan logistik, air bersih, dan obat-obatan menjadi prioritas utama bagi para pengungsi yang kini bertahan di posko-posko darurat.
Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf memperpanjang status darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari mulai 12 hingga 25 Desember 2025, untuk mempercepat penanganan banjir dan longsor yang melanda berbagai daerah. Perpanjangan masa darurat dilakukan karena kerusakan infrastruktur serta kebutuhan evakuasi dan distribusi logistik masih sangat tinggi di wilayah-wilayah terdampak.
Sebanyak 12 kecamatan terdampak hebat, termasuk jalur Lintas Sumatera yang hingga kini belum sepenuhnya bisa dilalui kendaraan.
Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan masih bertahan tanpa air bersih, makanan, maupun listrik. Situasi krisis terus berlanjut, dan kebutuhan bantuan darurat sangat mendesak untuk wilayah yang hancur diterjang air.
Baca juga: Analisis Ekonomi Manajerial: Dampak Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Aceh terhadap Struktur Pasar
1. Akses Darat Putus Total
Dua ruas jalan utama (Mendale-Bintang dan Lut Tawar-Bintang) putus total akibat longsor dan banjir.
2. Kapal Wisata Jadi Pengangkut Bantuan
Pemerintah Daerah Aceh Tengah kini memanfaatkan Danau Lut Tawar dan kapal wisata untuk menyalurkan bantuan logistik ke Kecamatan Bintang.
3. Tiga Kampung Terisolasi
Perwakilan Camat Bintang menyebutkan ada tiga kampung yang masih terisolasi total dan hanya bisa dijangkau melalui jalur udara dilansirkan inilah.com
Banjir di Aceh adalah bencana yang sangat menyedihkan dan memerlukan perhatian kita semua. Peduli terhadap korban banjir di Aceh adalah tindakan yang sangat mulia dan diperlukan. Kita dapat membantu dengan berbagai cara, seperti:
1. Donasi
Memberikan sumbangan uang atau barang kepada organisasi kemanusiaan yang membantu korban banjir.
2. Volunteer
Mengikutsertakan diri dalam tim relawan untuk membantu evakuasi, distribusi bantuan, dan lain-lain.
3. Berbagi Informasi
Membantu menyebarkan informasi tentang kebutuhan korban banjir dan cara membantu.
Setiap tindakan kecil dapat membuat perbedaan besar bagi korban banjir di Aceh. Mari kita tunjukkan kepedulian dan solidaritas kita!
Penulis: M. Zakiy Alfakhri
Mahasiswa Kewirausahaan, Institut Teknologi Muhammadiyah Sumatera
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












