ABSTRACT
This study aims to determine the effectiveness of the use of interactive media Word Wall and Kahoot, as well as the effectiveness of concrete media called Smart Board Diversity and know as the improvement of the three uses of media in learning Pancasila Education grade III SD.
This research was conducted because of the low ability of students in remembering learning materials. This research uses qualitative methods involving descriptive data. The subjects of this study were the class teacher and all third grade students of SDN 6 Lengkong, totaling 11 people.
The research method collected data using observation, interviews, and teaching activities. The results showed that there was effectiveness and significant improvement in students’ memory in the first meeting and the second meeting.
While at the second meeting the use of interactive and concrete media also increased from the original 80 to 85. So that the use of learning media both in the form of interactive media Word Wall and Kahoot and concrete media Diversity smart board can improve students’ memory of the learning material taught.
Keywords: Interactive Media, Word Wall, Kahoot, Diversity Smartboard Concrete Media, Pancasila Education, PPKN.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dari penggunaan media interaktif Wordwall dan Kahoot, serta keefektifan media konkret bernama Papan Pintar Keberagaman dan mengetahui sebagaimana peningkatan dari ketiga penggunaan media tersebut dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas III SD.
Penelitian ini dilakukan karena masih rendahnya kemampuan siswa dalam mengingat materi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan data deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas dan seluruh siswa kelas III SDN 6 Lengkong yang berjumlah 11 orang.
Metode penelitian mengumpulkan data menggunakan observasi, wawancara, dan kegiatan mengajar. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya keefektifan dan peningkatan daya ingat siswa yang signifikan pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua.
Pada pertemuan pertama mengalami peningkatan dari yang sebelumnya 70 menjadi 80. Sedangkan pada pertemuan kedua penggunaan media interaktif dan konkret juga mengalami peningkatan dari yang semula 80 menjadi 85.
Sehingga penggunaan media pembelajaran baik berupa media interaktif Wordwall dan Kahoot serta media konkret Papan pintar Keberagaman dapat meningkatkan daya ingat siswa terhadap materi pembelajaran yang diajarkan.
Kata Kunci: Media Interaktif, Wordwall, Kahoot, Media Konkret Papan Pintar Keberagaman, Pendidikan Pancasila, PPKN.
PENDAHULUAN
Pendidikan menjamin sebuah kemajuan dalam diri peserta didik baik pada pengetahuan, kepribadian, tingkah laku, bahkan kegiatan sehari-hari.
Pendidikan merupakan pondasi hidup sebagai manusia yang dibangun dengan sebaik-baiknya, dan pendidikan merupakan cara seseorang yang mempunyai perubahan sikap dan tingkah lakunya, (Ambarwati, Arafat, Kiki, 2022).
Pendidikan dapat kita terima dari mana saja, baik itu dari sekolah, lingkup keluarga, lingkup masyarakat, lingkup pertemanan, dan lainnya. Dengan pendidikan yang terus menerus dikembangkan akan berdampak pada aktivitas pembelajaran yaitu meningkatnya kemampuan setiap individu peserta didik.
Dalam pendidikan peran guru penting untuk mengajar dan menyampaikan pembelajaran kepada peserta didik. Ada beberapa proses yang harus dikuasai oleh guru nantinya dalam mengajar.
Proses mengajar, terdapat lima komponen utama yang sangat penting, diantaranya yaitu : Tujuan, materi, metode, media dan evaluasi pembelajaran (Nurul Audie 2019). Kelima komponen tersebut saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain.
Misalnya, pemilihan metode yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran akan berdampak pada jenis media pembelajaran yang akan dipakai. Media tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik yang diajar.
Pendidikan Pancasila menjadi contoh sebagai pendidikan yang terus berkembang dengan proses mengajar yang dilakukan oleh guru. Pendidikan Pancasila merupakan pendidikan atau pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk warga negara yang baik, cerdas, berjiwa nasionalisme, demokrasi, dan berakhlak mulia.
Tujuan pembelajaran Pendidikan Pancasila atau PKn adalah memberi tahu mengenai pembatasan kebebasan oleh hak serta kewajibannya.
Menurut pendapat (Mustaricha, Mitra, 2020.) Pendidikan Pancasila bertujuan untuk membentuk dan mempersiapkan warga negara yang baik, bertanggung jawab, berpikir kritis, dan cinta tanah air.
Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD dapat dilakukan dengan pembelajaran yang inovatif, dapat menghubungkan dengan dunia nyata atau keseharian agar dapat meningkatkan pembelajaran konsep Pendidikan Pancasila.
Seiring perkembangan materi dan perkembangan zaman dalam menyampaikan materi pembelajaran dan dalam mengajar, sangat ada kemungkinan ikut campurnya peran teknologi dan sebuah buatan manusia sendiri. Salah satu peran teknologi dalam pendidikan yaitu dengan membuat media pembelajaran interaktif.
Media pembelajaran interaktif menurut (Yanto 2019) adalah suatu bentuk media pembelajaran yang dalam penggunaanya dapat menimbulkan keterkaitan antara pengguna dengan media pembelajaran tersebut dengan saling memberikan pengaruh serta saling memberikan aksi dan reaksi antara yang satu dengan yang lainya dalam membantu menyampaikan materi pembelajaran.
Salah satu contoh media pembelajaran interaktif yaitu Wordwall dan Kahoot, perkembangan media selain menggunakan teknologi pun ikut mengalami perkembangan, seperti dapat menciptakan media konkret berupa Papan Pintar Keberagaman.
Media pembelajaran adalah sebuah alat atau bahan yang dibuat untuk membantu guru menyampaikan materi kepada peserta didik (Sumarsih, Safitri, Yunia, 2024). Pada media interaktif Wordwall dan Kahoot memiliki gambar dan suara serta animasi lainnya yang dapat menarik siswa saat guru menyampaikan materi pelajaran. Pada media konkret Papan Pintar Keberagaman menghadirkan gambar yang lebih nyata.
Media Wordwall adalah sebuah platform yang berbasis permainan digital yang memiliki fitur kuis dan game yang diterapkan guru untuk melakukan sebuah evaluasi pembelajaran, menurut (Dewi, Ai, Naila 2023).
Menurut (Irwan, Farid, Atri, 2019) media Kahoot merupakan platform digital online yang edukatif karena menyediakan fitur-fitur yang digunakan untuk media pembelajaran.
Media konkret Papan Pintar Keberagaman merupakan media konkret yang terbuat dari styrofoam yang terdapat kotak-kotakan untuk memasukan jawaban yang benar mengenai materi keberagaman yang benar.
Permasalahan yang biasanya ditemukan dalam mengajar Pendidikan Pancasila adalah materi yang banyak sehingga menurunnya daya ingat belajar siswa. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru kelas III SDN 6 Lengkong menunjukan bahwa beberapa peserta didik kesulitan dalam mengingat materi Pendidikan Pancasila.
Kemampuan mengingat adalah kecakapan untuk memasukan informasi, menyimpan, dan mengeluarkan kembali, (Danun, Nugroho, Susilo, Nanang, 2023). Menurunnya daya ingat siswa disebabkan karena siswa kurang fokus dan konsentrasi selama pembelajaran.
Untuk mengatasi daya ingat siswa yang kurang optimal dan terus menurun, diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan mengingat siswa. Salah satu caranya yaitu dengan memanfaatkan penggunaan media interaktif berupa Word Wall, Kahoot, serta media konkret Papan Pintar Keberagaman untuk menunjang pembelajaran.
Dengan adanya masalah menurunnya daya ingat peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila lebih tepatnya di materi “Kita Beragam Tetapi Tetap Satu” di kelas III SDN 6 Lengkong.
Dengan begitu, peneliti akan menggunakan media interaktif Wordwall dan Kahoot, serta menggunakan media konkret Papan Pintar Keberagaman dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk meningkatkan daya ingat siswa.
Dengan memanfaatkan media-media tersebut, diharapkan dapat memudahkan siswa dalam memahami materi, dan juga dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan.
Melalui media pembelajaran interaktif dan variatif, siswa diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar dan memperkuat daya ingat terhadap konsep-konsep yang telah dipelajari Selain itu, penggunaan media konkret seperti Papan Pintar Keberagaman memungkinkan siswa untuk belajar secara langsung melalui pengalaman, sehingga informasi yang diperoleh lebih mudah tersimpan dalam memori jangka panjang.
Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh (Hilmi, Hurriyati, and Lisnawati 2018) bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif dan konkret dapat meningkatkan daya ingat siswa dan lebih menarik minat belajar siswa.
METODE
Metode adalah petunjuk bagi peneliti untuk dapat menentukan sebuah tindakan yang nantinya akan dilakukan agar memperoleh data dan informasi penting dalam penelitian yang dilakukan di SDN 6 Lengkong.
Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang melibatkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan pelaku yang dapat diamati.
Menurut (Yusanto, 2019) penelitian kualitatif adalah mencari sebuah pemahaman yang mendalam tentang suatu fakta atau realita. Penelitian ini menggabungkan juga dengan teori belajar kognitif.
Subjek penelitian ini meliputi seluruh peserta didik kelas III SD Negeri 6 Lengkong yang berjumlah 11 orang, dengan 8 peserta didik laki-laki dan 3 peserta didik perempuan, dan adapun 1 orang guru kelas III SDN 6 Lengkong. Teknik penelitian kualitatif dilakukan dengan pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan praktek mengajar.
Praktik mengajar dilakukan melalui dua siklus dengan dua kali pertemuan. Pada siklus satu pengajar mencoba menerapkan pembelajaran menggunakan media interaktif Wordwall, dan pada siklus dua menggunakan media interaktif berupa Kahoot dan media konkret berupa Papan Pintar Keberagaman.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian dilakukan pada kelas III SD Negeri 6 Lengkong pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi “Kita Beragam Tetapi Tetap Satu”. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahap yaitu wawancara, observasi dan pelaksanaan proses pengajaran yang dilakukan melalui II siklus, yaitu siklus I dan siklus II.
Dalam upaya untuk meningkatan daya ingat siswa terhadap materi pembelajaran yang diajarkan, pengajar mencoba menerapkan dan mengembangkan media pembelajaran. Media pembelajaran yang dikembangkan oleh pengajar berupa media interaktif dan media konkret.
Media Interaktif yang digunakan berupa media Wordwall dan Kahoot, sedangkan media konkret yang digunakan berupa Papan Pintar Keberagaman.
Baca Juga: Penerapan Pancasila sebagai Landasan Pendidikan Moral di MAN 2 Bojonegoro
Pengambilan data dilakukan dengan memberikan tes evaluasi yang sama-sama digunakan di II siklus tersebut. Untuk pelaksanaan mengajar pada pertemuan 1 dan pertemuan II menggunakan model pembelajaran yang sama, kelas yang sama, materi dan topik pembelajaran yang sedikit berbeda di pertemuan II karena materi lebih mendalam dan kompleks, serta menggunakan 2 media pembelajaran, pada pertemuan I media pembelajaran yang digunakan berupa WordWall sedangkan pada pertemuan II media pembelajaran yang digunakan berupa Kahoot dan media konkret berupa Papan Pintar Keberagaman.
Sedangkan proses pengajaran yang dilakukan oleh guru kelas hanya dengan menggunakan metode ceramah tanpa menggunakan media interaktif atau media konkret.
Guru menyampaikan bahwa selama proses pembelajaran yang beliau lakukan peserta didik cenderung kurang antusias dan kurang aktif serta banyak dari mereka yang mengalami kesulitan dalam memahami dan mengingat materi yang diajarkan.
Sehingga pada siklus I, pengajar mencoba menerapkan media interaktif berupa WordWall sebagai upaya dalam meningkatkan pemahaman dan daya ingat siswa dalam mengingat materi pembelajaran.
Dari penggunaan media interaktif berupa word wall tingkat keaktifan siswa mengalami peningkatan dari yang sebelumnya hanya sekitar 60% kini menjadi 80%, hal ini dapat dilihat dari antusiasme siswa dalam menjawab soal yang disajikan melalui media wordwall tersebut.
Namun, pada siklus I ini masih terdapat beberapa siswa yang kurang antusias dalam menjawab, hal ini dikarenakan pertanyaan cenderung terlebih dahulu dijawab oleh siswa yang aktif.
Pada siklus I ini tingkat pemahaman siswa dan daya ingat siswa terhadap materi juga mengalami peningkatan dari yang semula skor rata-rata siswa hanya mencapai nilai 70 kini skor rata-rata siswa mencapai 80. Hal ini menandakan bahwa media Wordwall dapat meningkatkan daya ingat siswa terhadap materi pembelajaran.
Kemudian pada siklus II pengajar mencoba mengkombinasikan media dengan menerapkan media interaktif berupa Kahoot dan Papan Pintar Keberagaman. Dari penerapan media tersebut tingkat keterlibatan siswa selama pembelajaran mengalami peningkatan dari yang sebelumnya 80% kini menjadi 90%.
Karena pada siklus ini siswa diminta langsung untuk terlibat ke dalam permainan papan Pintar Keberagaman. Hal ini sangat berdampak terhadap pemahaman dan daya ingat siswa dalam mengingat materi pembelajaran, terutama materi keberagaman yang ada di Indonesia.
Peningkatan daya ingat ini dapat dilihat dari hasil permainan siswa pada Papan Pintar Keberagaman dimana semua siswa berhasil menempatkan kartu sesuai dengan tempatnya dengan tepat.
Selain itu, tingkat pemahaman dan daya ingat siswa juga tercermin dari hasil tes soal evaluasi yang juga mengalami peningkatan dari yang sebelumnya pada siklus I siswa hanya memperoleh skor nilai rata-rata 80 kini mengalami peningkatan mencapai 85.
Dalam hal ini, terjadi perbedaan yang signifikan antara pembelajaran yang tidak menggunakan media pembelajaran dengan pembelajaran yang memanfaatkan media pembelajaran interaktif seperti WordWall dan pembelajaran yang mengkombinasikan media interaktif berupa Kahoot dengan media konkret berupa Papan Pintar Keberagaman. Perbedaan hasil tersebut dapat dilihat lebih jelas pada diagram berikut ini:

Pada diagram tersebut menunjukan hasil nilai peserta didik tanpa menggunakan media pembelajaran masih di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan berada di rata-rata KKTP yaitu 70. Kemudian pada hasil penggunaan media Wordwall pada siklus I mengalami peningkatan terhadap daya ingat siswa.
Peningkatan tersebut tercermin pada nilai rata-rata siswa yang mencapai 80. Sedangkan pada siklus ke II peningkatan lebih signifikan berkat penggunaan media Kahoot dan media konkret Papan Pintar Keberagaman, dengan skor rata-rata meningkat menjadi 85.
Hal ini menunjukkan bahwa diagram tersebut menggambarkan peningkatan daya ingat siswa yang lebih tinggi dengan menggunakan media Word Wall, Kahoot, dan Papan Pintar Keberagaman. Keefektifan penggunaan media interaktif dan media konkret juga sudah terbukti efektif dan meningkat selama pembelajaran.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran baik berupa media interaktif wordwall dan kahoot serta media konkret berupa Papan Pintar Keberagaman dapat meningkatkan daya ingat siswa terhadap materi pembelajaran yang diajarkan.
Hal ini dikarenakan media interaktif dan media konkret dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan mampu membantu siswa dalam mengingat materi dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
SIMPULAN
Pada penelitian ini menunjukan bahwa media interaktif Wordwall dan Kahoot serta Papan Pintar Keberagaman sudah mampu meningkatkan keefektifan dan keaktifan siswa selama pembelajaran dengan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan menarik.
Selain itu ketiga media ini memberikan visualisasi nyata yang membantu siswa lebih memahami dan lebih mengingat materi secara lebih mendalam.
Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan signifikan dalam skor rata-rata yang sebelumnya hanya 70 menjadi 80 di siklus pertama dan 85 di siklus kedua. Selain itu juga tingkat keterlibatan siswa lebih meningkat setelah menggunakan Word Wall, Kahoot, dan Papan Pintar Keberagaman.
Sehingga dapat disimpulkan juga bahwasannya penggunaan media interaktif dan media konkret menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, mudah diingat, menumbuhkan partisipasi, sehingga efektif dalam meningkatkan daya ingat belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SDN 6 Lengkong.
Penulis:
1. Natali Sonya Widya Pramesthi
2. Sustriani
3. Susilo Tri Widodo, S.Pd., M.H.
4. Eva Nur Hidayah, S.Pd., M.Pd.
5. Dwi Fajriyati, S.Pd.
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru di Google News
DAFTAR PUSTAKA
Anisa Ambarwati, Y. A. (2022, April). ANALISIS PEMBELAJARAN PPKN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL KELAS III SD YAYASAN BRK. pp. 8-12.
Adila, Y., Nisa, S., & Suriani, A. (2024). Peran Media Interaktif Dalam Pembelajaran PPKN Terhadap Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembeljaran (JTPP), 761-767.
Ardiansyah, D. R., Saputro, N. A., Widodo, S. T., & Hidayat, N. R. (2023). PENGGUNAAN MEDIA POWERPOINT INTERAKTIF DAN WORD WALL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN NILAI-NILAI PANCASILA SISWA KELAS IV SDN 03 JATIPURWO. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 2326-2336.
Damayanti, F., & Nugroho, A. S. (2023). PENGEMBANGAN PAKAPIN (PAPAN KANTONG PINTAR) PADA MATERI LAMBANG PANCASILA DAN PENGAMALAN SILA PANCASILA KELAS II SEKOLAH DASAR. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 994-1004.
Fitrhriyah, D. N. (2024). Teori-Teori Belajar dan Aplikasinya dalam Pembelajaran. JEMI: JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH, 12-21.
Irwan, Luthfi, Z. F., & Waldi, A. (2019 ). Efektifitas Penggunaan Kahoot untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Effectiveness of Using Kahoot to Improve Student Learning Outcomes). PEDAGOGI: Jurnal Pendidikan , 95-104.
Muhatin, E. D., Rulviana, V., & Wijiastuti, N. (2024). Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Game Wordwall Pada Mata Pelajaran PPKn Kleas III di SDN 01 Klagen Madiun. Seminar Nasional Seminar Nasional Sosial Sains, Pendidikan, Humaniora (SENASSDRA), 481-490.
Mustaricha, M. (2019, Juni). EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARRAAN.
Restu, N. K., Sutin, A., & Dewi, D. A. (2023). Pengaruh media wordwall sebagai instrumen penilaian PPKN SD terhadap kemampuan literasi digital dan kreatifitas guru dalam mengajar. Jounal of Elementary Education, 94-101.
Sumiarsih, Safitri, N., & Yuniar, Y. (2024). PENGARUH MEDIA WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA APELAARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS IV SDN PANARAGAN 1. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 285-293.
Syarifah, Lisa Oktapia, F. Z., & dkk. (2022). Manfaat Penggunaan Aplikasi Kahoot terhadap Peningkatan Hasil Belajar Tematik Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 1482-1488.
Yusanto, Y. (2019, April). Ragam Pendekatan Penelitian Kualitatif.
Zulfa, E., Wijayanti, A., & dkk. (2023). Penerapan Model Problem Based Learning Berbantu Media Papinpan (Papan Pintar Pancasila) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II. Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru, 2518-2524.
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













