Pendidikan Agama Islam sebagai Benteng Moral dalam Pengaruh Negatif Media

peran pendidikan agama islam pembentukan karakter
Gambar: Dok. MMI

Moral merupakan nilai-nilai yang digunakan seseorang untuk menilai apakah tindakan itu baik atau buruk benar atau salah, namun pada era saat ini moral dalam diri generasi muda mulai terkikis dikarenakan lemahnya kesadaran Gen Z tentang pentingnya moral.

Salah satu faktor dari terkikisnya moral adalah pengaruh media sosial. Di zaman digital sekarang media sosial memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap tindakan dan perilaku seseorang.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Jika pengguna tidak bisa mengontrol penggunaan media sosialnya, maka tidak mungkin nilai moral dalam diri manusia dapat luntur dengan sendirinya.

Konten-konten negatif seperti perundungan, kekerasan, dan pornografi yang jika tidak disaring dengan baik maka dapat merusak karakter atau moral pada diri manusia tersebut contohnya: pemuda-pemudi yang rela membuat hal yang mengandung pornografi di berikan sesuatu yang tidak sebanding dengan harga dirinya ini menunjukkan lemahnya nilai moral pada era saat ini.

Pendidikan Agama Islam hadir sebagai benteng moral dalam pengaruh negatif media hanya karena untuk menghadapi global digitalisasi.

Mengapa Moral Itu Penting?

Dari pertanyaan di atas, “Mengapa moral itu penting untuk mengontrol perilaku dan tindakan manusia?”

Bayangkan jika manusia tidak dikontrol oleh moral maka mereka akan berbuat seenaknya, tidak ada pertimbangan apakah perbuatan ini benar atau salah buruk atau baik, yang mana manusia memiliki sifat rakus atau keinginan yang terus menerus jika tidak dibentengi dengan moral maka bukan tidak mungkin dunia ini akan hancur.

Yang kedua adalah membentuk karakter dan integritas, jika manusia tidak memiliki moral maka karakter dan integritas tidak akan terbentuk yang akan berdampak terhadap penilaian orang lain dan pengambilan keputusan yang semena-mena.

Namun, pada saat ini moral semakin terkikis, lemahnya kesadaran tentang moral menjadi salah satu faktor, juga pengaruh negatif media yang dapat menghilangkan moral pada hidup manusia pada saat ini.

Di era digitalisasi, media menjadi bagian yang terpisahkan bagi manusia informasi mengalir begitu cepat cepat melalui gawai yang kita genggam, menawarkan kemudahan sekaligus tantangan besar untuk menyikapi konten-konten negatif yang terjadi, Pendidikan Agama Islam (PAI) hadir untuk mengatasi hal tersebut.

Pendidikan Agama Islam sebagai Benteng Moral

Pendidikan Agama Islam tidak hanya berorientasi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan ibadah saja tetapi juga memiliki aspek pembentukan moral.

Nilai-nilai seperti kejujuran, pengendalian diri, dan tanggung jawab dapat menjadi landasan moral yang berfungsi untuk generasi muda dapat menggunakan media secara bijak.

Jika peserta didik dapat memiliki nilai-nilai tersebut maka dapat dipastikan tidak akan terjerumus terhadap media negatif meskipun media menyuguhkan hal-hal yang memikat.

Salah satu masalah besar dengan media digital saat ini adalah kebebasannya yang terkadang terlalu pembohong dan kurang pengawasan.

Bayangin aja, di media sosial kayak Instagram atau Twitter, siapa saja bisa upload atau mengunggah konten seenaknya tanpa ada filter ketat yang bener-bener ketat.

Nah, setelah masuk Pendidikan Agama Islam (PAI) masuk untuk membantu kita semua. PAI ngajarin konsep tabayyun, yang intinya adalah sikap hati-hati banget saat menerima informasi. Ini sangat relevan untuk membuat budaya literasi digital yang lebih sehat dan bijak.

Dalam PAI, anak-anak atau peserta didik diajarin biar nggak gampang percaya sama berita yang cuma mau provokasi, sensasional, atau bahkan belum jelas kebenarannya.

Misalnya, kalau ada postingan viral yang bikin emosi meledak, kita diajarin buat cek dulu sumbernya, cari konfirmasi dari tempat terpercaya, dan jangan langsung share tanpa mikir.

Dengan begitu, kita bisa menghindari penyebaran hoaks atau kebencian yang sering banget jadi pemicu perpecahan di masyarakat.

Bayangin, kalau semua orang lebih tabayyun, dunia digital kita jadi lebih damai dan positif, kan?

Nah, PAI juga berperan besar dalam membantu peserta didik belajar mengelola emosi dan membangun budaya adab yang baik.

Di era media digital ini, konten yang mempromosikan kekerasan atau gaya hidup hedonistik—kayak video viral yang membuat agresif atau mendorong perilaku tidak sehat—bisa mempengaruhi cara kita mikir dan bertindak.

Misalnya, anak-anak yang sering melihat konten kasar bisa ikut-ikutan kurang sopan dan membuat masalah.

Melalui pelatihan akhlak, PAI ajarin pentingnya jaga kesopanan dan kesantunan dalam komunikasi, baik online maupun offline.

Ini jadi tameng kuat melawan budaya media yang permisif, biar kita lebih bijak dan bertanggung jawab. Kalau semua orang lebih adab, dunia digital pasti lebih harmonis!

Nah, PAI sebagai benteng moral nggak akan kuat tanpa bantuan sekolah dan keluarga. Guru harus jadi teladan pakai media etis, bukan cuma ngajar.

Orang tua wajib awasi dan meredam anak saat memainkan gadget utama. Kolaborasi ini kunci biar moral anak konsisten dan harmonis di dunia digital!

Nah, pendidikan agama kayak PAI itu bukan cuma pelajaran biasa, tapi investasi besar buat masa depan anak-anak kita.

Bayangin, di era media yang penuh konten negatif, PAI membantu mereka tidak hanya pintar otaknya, tapi juga kuat moralnya.

Dengan akhlak yang solid dan literasi digital yang baik, generasi muda bisa memanfaatkan media buat belajar, cipta karya keren, dan bantu masyarakat.

Jadi, PAI benar-benar menjadi benteng yang kuat melawan tantangan zaman ini!

 

Penulis: Moh. Maulidi Alfan Arrasadi
Mahasiswa Prodi Pendidkan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang

Dosen Pengampu: Ary Dwi Purnomo

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses