Banda Seri Begawan, MMI – Dr. Maria Ulfa, dosen sekaligus peneliti dari Universitas Sebelas Maret (UNS), saat ini tengah melaksanakan program sabbatical leave (cuti panjang) di Universiti Brunei Darussalam (UBD). Program strategis yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui skema Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT) ini dijadwalkan berlangsung selama periode April hingga Juni 2026.
Dalam pelaksanaannya, Dr. Maria Ulfa berbasis di Centre for Advanced Material and Energy Sciences (CAMES). Kedatangannya disambut secara resmi oleh Ketua CAMES, Dr. Malai Haniti Sheikh Abdul Hamid, didampingi oleh Dr. Hasliza Bahruji.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Haniti memperkenalkan Dr. Maria Ulfa kepada komunitas akademik UBD guna memfasilitasi integrasinya dalam berbagai kegiatan institusional di lingkungan pusat riset maju tersebut.
Aktif dalam Jejaring Akademik dan Sosial
Selama masa sabatikal, Dr. Maria Ulfa terlibat aktif dalam berbagai agenda akademik maupun sosial di UBD. Kegiatannya mencakup partisipasi dalam acara Halal bi Halal yang diselenggarakan oleh universitas maupun internal CAMES.

Selain itu, ia turut serta dalam kegiatan education visit pada 8 April 2026 yang melibatkan guru-guru Sekolah Menengah Atas dari seluruh penjuru Brunei Darussalam. Dalam berbagai kesempatan tersebut, ia diperkenalkan sebagai peneliti tamu yang berperan penting dalam memperkuat jejaring kolaborasi internasional di bidang material maju dan energi.

Fokus Riset Material Fotokatalitik
Fokus utama dari program ini adalah pelaksanaan riset kolaboratif mengenai pengembangan material fotokatalitik untuk degradasi limbah zat warna tekstil. Penelitian ini sangat relevan dengan isu global terkait pencemaran lingkungan akibat aktivitas industri, sekaligus mendukung terciptanya teknologi ramah lingkungan.
“Melalui program ini, diharapkan terbangun kolaborasi riset yang berkelanjutan antara Indonesia dan Brunei Darussalam, khususnya dalam pengembangan teknologi fotokatalisis yang aplikatif untuk pengolahan limbah,” terang Dr. Maria Ulfa.
Lebih lanjut menurutnya, program sabbatical leave ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas riset dan penguatan jejaring internasional, sekaligus menegaskan kontribusi ilmuwan Indonesia dalam ekosistem riset global.
Penulis: Dr. Maria Ulfa, S.Si., M.Si.
Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, Universitas Sebelas Maret
Dosen Pengampu: Dr. Maria Ulfa, S.Si., M.Si.
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












