Bandar Seri Begawan/Surakarta, MMI — Upaya kolaboratif antara Centre for Advanced Materials and Energy Sciences (CAMES), Universiti Brunei Darussalam, dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Indonesia menandai penguatan kerja sama ilmiah lintas negara dalam bidang teknologi ramah lingkungan.
Melalui keterlibatan dua akademisi, Dr. Maria Ulfa dan Dr. Hasliza Bahruji, kolaborasi ini mencerminkan integrasi keahlian dan perspektif dalam mengembangkan teknologi fotokatalis berbasis energi surya sebagai solusi berkelanjutan.
Riset yang dikembangkan berfokus pada pemanfaatan sinar matahari untuk mengaktifkan material fotokatalis dalam mengurai polutan berbahaya, menjernihkan air, serta meningkatkan efektivitas pengolahan limbah industri.
Dengan ketersediaan energi surya yang melimpah di kawasan Asia Tenggara, pendekatan ini dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan secara luas, khususnya di Brunei Darussalam dan Indonesia.
Dalam prosesnya, para peneliti mengembangkan material inovatif berbasis kombinasi logam oksida dan karbon nitrida yang tidak hanya efektif dalam mendegradasi zat pencemar, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang menitikberatkan pada efisiensi sumber daya dan pengurangan dampak lingkungan.
Baca Juga: Kolaborasi UNS–UB Malang Dorong Inovasi Reaktor Fotokatalis untuk Pengolahan Limbah Cair
Kolaborasi ini turut diperkuat melalui program Sabbatical Leave yang didukung oleh DAPT LPDP, mencakup pertukaran pengetahuan, pemanfaatan fasilitas riset bersama, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Sinergi tersebut membuka ruang bagi inovasi yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Implementasi teknologi fotokatalis berbasis energi surya diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan publik, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek penyediaan air bersih dan energi berkelanjutan.
Sebagai bagian dari diseminasi hasil riset, kolaborasi ini juga diangkat dalam sebuah talkshow edukatif yang membahas peran teknologi ramah lingkungan dalam menjawab tantangan masa depan.
Disiarkan secara langsung dan interaktif pada Rabu (15/04/2026) pukul 13.00 WIB, program ini menjadi wadah refleksi sekaligus penyebarluasan wawasan mengenai pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan teknologi berbasis energi terbarukan.
Berbagai platform penyiaran yang digunakan menunjukkan komitmen untuk menghadirkan akses informasi yang luas, inklusif, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
Penulis: Dr. Maria Ulfa, S.Si., M.Si.
Dosen Pendidikan Kimia UNS
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














