Makalah Manajemen Strategik ini Disusun Oleh:
Fera Fransiska Siregar (NPM : 2515300006)
Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab)
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen SDM Strategik
Dosen Pengampu: Dr. Yohny Anwar,MM.,MH
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehinggapenulis dapat menyelesaikan makalah berjudul ” PENERAPAN BLUE OCEANSTRATEGY: PELUANG DAN TANTANGAN BAGI BISNIS STARTUP DI INDONESIA ” tepat pada waktunya.
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk mendalami pemahaman mengenai dinamika pengambilan keputusan strategis di tengah lingkungan bisnis yang kian kompleks. Dalam era globalisasi dan disrupsi digital saat ini, manajemen strategik bukan lagi sekadar pilihan, melainkan fondasi utama bagi organisasi untuk bertahan dan terus berkembang secara berkelanjutan.
Penulis telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyajikan analisis yang mendalam dan orisinal dalam makalah ini. Namun, penulis menyadari masih terdapat keterbatasan dan ruang untuk perbaikan. Oleh sebab itu, kritik serta saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan karya-karya selanjutnya.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi pemikiran yang bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi pengembangan ilmu manajemen di masa depan.
Medan, 14 April 2026
BAB I: Pendahuluan
A. Latar Belakang
Di jaman globalisasi ini, dunia bisnis tidak bisa lepas dengan persaingan yang terus meningkat jumlahnya. Seiiring berjalannya waktu, persaingan dalam dunia bisnis terjadi semakin ketat dan sulit. Hal tersebut memunculkan dua hasil yaitu: persaingan dapat membuat perusahaan dapat semakin kuat dan menguasai pasar atau sebaliknya, persaingan dapat membuat perusahaan melambat dan tenggelam dalam industrinya. Akan tetapi, persaingan bisnis merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari dan merupakan hal yang wajar terjadi dalam dinamika lingkungan bisnis. Setiap perusahaan pasti menginginkan jangka hidup yang panjang, oleh kerena itu perusahaan harus benar-benar memahami bagaimana melakukan strategi yang baik untuk bertahan dalam persaingan yang ada.
Setiap perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil, akan selalu berusaha untuk menghasilkan produk atau jasa serta melakukan penjualan barang dan jasa yang dihasilkan dengan sebaik mungkin. Hal ini merupakan usaha perusahaan untuk mendapatkan keuntungan, besarnya keuntungan sangat tergantung pada besarnya penjualan yang dicapai. Sehingga untuk meraih keinginan perusahaan bukan suatu hal yang mudah, tetapi memerlukan pemikiran-pemikiran atau keputusan-keputusan yang tepat. Manajemen yang baik dan teratur merupakan suatu ukuran untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut.
Kondisi persaingan yang semakin ketat, menjadikan keberhasilan perusahaan tergantung pada lingkungan eksternal yaitu untuk mengenali pangsa pasar (market share) dan menggunakan secara tepat informasi yang terkumpul. Pangsa pasar adalah bagian dari seluruh permintaan atas suatu barang yang mencerminkan golongan konsumen berdasarkan ciri khasnya (market segment). Pangsa pasar juga dapat didefinisikan sebagai persentase total penjualan produk suatu perusahaan dari seluruh sumber, dibagi dengan total penjualan produk (barang dan jasa) dalam suatu industri tertentu (Edeling, 2018)[1]. Dapat dikatakan bahwa market share merupakan proporsi kemampuan perusahaan terhadap keseluruhan penjualan dari seluruh pesaing, termasuk juga penjualan perusahaan itu sendiri
Fenomena Pasar Merah (Red Ocean) di Indonesia: Mulailah dengan memaparkan realita bahwa banyak startup lokal terjebak dalam kompetisi harga dan fitur yang serupa (misalnya di sektor e-commerce atau fintech). Kondisi ini membuat margin keuntungan menipis dan biaya akuisisi pelanggan menjadi sangat tinggi.Konsep Inovasi Nilai (Value Innovation): Jelaskan bahwa Blue Ocean Strategy bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan strategi untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan nilai bagi konsumen secara simultan. Di Indonesia, hal ini bisa berupa penyederhanaan layanan yang kompleks agar dapat diakses oleh masyarakat di daerah pelosok.
Peluang di Tengah Karakteristik Demografis: Indonesia memiliki keragaman geografis dan kesenjangan akses yang justru menjadi “Samudera Biru”. Startup yang mampu memberikan solusi unik bagi masalah lokal yang belum tersentuh pemain besar memiliki peluang eksponensial.Tantangan Implementasi: Bahas secara singkat hambatan seperti regulasi yang belum matang, keterbatasan infrastruktur digital di luar Pulau Jawa, serta pola pikir konsumen yang masih sangat sensitif terhadap harga.
Perkembangan ekosistem startup di Indonesia saat ini tengah berada pada titik jenuh di beberapa sektor utama. Persaingan yang intens dalam “Samudera Merah” memaksa para pelaku usaha untuk saling menjatuhkan melalui perang harga dan subsidi besar-besaran yang seringkali tidak berkelanjutan secara finansial. Dalam konteks ini, penerapan Blue Ocean Strategy menjadi krusial sebagai peta jalan bagi startup untuk keluar dari kompetisi yang berdarah-darah tersebut.
Inovasi nilai menjadi inti dari strategi ini, di mana startup didorong untuk menciptakan ruang pasar baru yang belum terjamah, sehingga kompetisi menjadi tidak relevan. Di Indonesia, peluang ini terbuka lebar mengingat besarnya populasi unbanked dan pelaku UMKM yang memerlukan solusi digital spesifik. Namun, perumusan strategi ini tidaklah tanpa hambatan. Tantangan struktural seperti adaptasi teknologi di wilayah rural serta resistensi terhadap model bisnis baru menjadi tembok besar yang harus ditembus. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai keseimbangan antara penciptaan nilai unik dan efisiensi biaya menjadi kunci utama bagi keberhasilan startup lokal dalam memenangkan pasar tanpa harus bertarung secara konvensional.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang mengenai dinamika pasar digital di Indonesia, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
- Bagaimana mekanisme identifikasi ruang pasar baru (blue ocean) yang dilakukan oleh startup di Indonesia untuk menghindari persaingan berdarah di pasar yang sudah jenuh (red ocean)?
- Sejauh mana efektivitas implementasi kanvas strategi dan kerangka kerja empat langkah (hapuskan, kurangi, tingkatkan, ciptakan) dalam menciptakan inovasi nilai pada startup lokal?
- Apa saja peluang strategis yang ditawarkan oleh karakteristik demografis dan perilaku digital masyarakat Indonesia dalam mendukung keberhasilan strategi samudra biru?
- Apa tantangan struktural dan operasional yang dihadapi startup Indonesia saat mencoba keluar dari norma industri yang ada untuk menciptakan permintaan baru?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
- Menganalisis Mekanisme Inovasi Nilai (Value Innovation): Untuk mengidentifikasi bagaimana startup di Indonesia melakukan proses eliminasi, pengurangan, peningkatan, dan penciptaan elemen baru guna membedakan diri dari kompetitor di pasar yang jenuh.
- Memetakan Peluang Pasar di Sektor Unmet Needs: Untuk mengeksplorasi potensi ruang pasar baru (samudra biru) yang belum terjamah di Indonesia, khususnya pada pemanfaatan teknologi untuk menyelesaikan masalah lokal yang unik.
- Mengevaluasi Tantangan Implementasi Strategi: Untuk mengkaji hambatan struktural maupun kultural yang dihadapi startup, seperti regulasi pemerintah, keterbatasan infrastruktur digital, serta resistensi konsumen terhadap model bisnis baru yang disruptif.
- Merumuskan Model Keberlanjutan Strategis: Untuk memberikan rekomendasi praktis bagi para pelaku startup dalam mempertahankan posisi mereka di “samudra biru” agar tidak segera berubah menjadi “samudra merah” akibat persaingan yang mengekor (me-too strategy).
BAB II: Tinjauan Teori
Pada dasarnya, blue ocean strategy adalah istilah bisnis yang menggambarkan sebuah kondisi pasar atau market dengan kompetisi atau tantangan yang minim bagi pebisnis. Strategi ini dapat dilakukan dengan membuat terobosan atau inovasi pada bisnis untuk meraih segmen pasar yang baru, sehingga kamu dapat menjadi pemain utama pada segmen pasar tersebut. Strategi ini akan memacu kamu sebagai pemilik usaha, untuk membuat inovasi yang dapat membuka peluang pasar baru, yang belum terpikirkan oleh kompetitor-kompetitor. Dengan begini, kamu bisa menjalankan bisnis tanpa perlu bersaing dengan kompetitor. Malahan, bisnismu dapat menjadi pemain utama dalam pasar terebut. Selain itu, blue ocean strategy juga bisa diterapkan di semua sektor maupun bisnis secara tidak terbatas hanya satu jenis saja. Kebalikan dari konsep blue ocean industries yaitu red ocean industries yang justru menjadi pemain utama dalam target pasar yang diperebutkan.
Menurut Hoffman, dkk (2020), Manajemen strategi adalah pendekatan sistematis yang melibatkan identifikasi peluang dan ancaman dalam lingkungan, penentuan kekuatan dan kelemahan organisasi, serta pengembangan rencana dan strategi yang efektif untuk mencapai visi dan tujuan organisasi. Manajemen strtategi saling berhubungan erat dengan perusahaan dan lingkungannya baik dari internal ataupun eksternal. Strategi perusahaan yang memerlukan analisis secara sistematis berdasarkan lingkungan usaha dan persaingan-persaingan dalam usaha yang sama. Fokus utama strategi sebuah usaha yaitu tujuan atau visi organisasi sehingga kekuatan dan kelemahan organisasi juga mempengaruhi sebuah strategi. Sebuah perusahaan harus berpikir lebih startegis untuk mengahadapi tantangan dan perubahan yang terjadi juga memberikan keputusan yang tepat sehingga tidak hanya sekedar memberi reaksi terhadap perubahan tersebut. Dengan demikian fokus manajemen strategi yaitu menghubungkan perusahaan dengan lingkungannya, merumuskan strategi untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki perusahaan, serta memastikan implementasi strategi berjalan dengan baik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memperkuat manajemen strategi yaitu efisiensi kegiatan operasional, mengalokasikan sumberdaya secara efektif, dan mengembangkan potensial pasar dan produk.
Selain itu, definisi lain dari manajemen strategi dalam blue oceanstrategy yaitu pendekatan yang memungkinkan organisasi untuk menciptakan dan mengendalikan pasar yang belum ada melalui inovasi produk, nilai tambah yang unik, dan penghindaran persaingan yang sengit. (Terence Tse, Mark Esposito, dan Khaled Soufani, 2020). Strategi ini berfokus pada penciptaan nilai baru bagi pelanggan dengan menawarkan produk unik yang saat ini tidak ditawarkan oleh pesaing. Blue ocean strategy menekankan inovasi dan kreativitas dalam mengidentifikasi peluang pasar baru dan menciptakan permintaan baru.
Dengan menciptakan ruang pasar baru, perusahaan dapat menghindari persaingan langsung dengan pesaing yang sudah ada dan menciptakan permintaan baru yang belum dapat dipenuhi oleh pasar.
Desmonda Snack merupakan salah satu usaha mikro yang bergerak dibidang jajanan pasar. Desmonda snack melakukan penjualan berbagai jenis jajanan pasar di Wilayah Banguntapan. Produk-produk yang dijual berasal dari pasar atau dari ibu-ibu yang memproduksi jajanan pasar tersebut. Usaha ini terletak di depan jalan dan berdekatan dengan perumahan atau kos-kosan dengan akomodasi yang memadai. Desmonda snack cukup bertahan semenjak pandemi yang melanda hingga saat ini dengan banyaknya pesaing yang menekuni usaha yang sama.
Blue Ocean Strategy adalah sebuah pendekatan strategi bisnis yang fokus pada menciptakan ruang pasar baru yang belum tergarap (uncontested market space) sehingga perusahaan dapat tumbuh tanpa harus bersaing secara langsung dengan kompetitor. Strategi ini bertujuan untuk membuka peluang pasar baru dengan inovasi nilai, bukan terjebak dalam pertarungan kompetitif berdarah (yang disebut sebagai Red Ocean).
Konsep ini diperkenalkan oleh W. Chan Kim dan Renée Mauborgne melalui buku “Blue Ocean Strategy: How to Create Uncontested Market Space and Make the Competition Irrelevant” yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2005. Seperti telah disebutkan, strategi Blue Ocean pertama kali dikemukan oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne. Blue Ocean Strategy adalah strategi yang menekankan perusahaan untuk tidak memenangkan persaingan dengan cara melakukan strategi head to head dengan pesaing.
Dengan arti lain, Blue Ocean Strategy adalah strategi melepaskan Anda dari kondisi Red Ocean. Kondisi Red Ocean adalah kondisi di mana adanya persaingan sangat ketat untuk mendapatkan pasar yang sama dengan kompetitor. Hal ini memungkinkan adanya persaingan dengan kompetitor menjadi sangat ketat dan saling menjatuhkan. Sedangkan, pada strategi Blue Ocean nyaris tidak ada persaingan, karena dari awal bisnis dimulai sudah berani tampil beda dari pesaing. Karena berbeda dengan para pesaing, maka pasar yang tertarik dengan produk Anda termasuk segmen yang khusus. Hal tersebut akan menciptakan permintaan yang lebih tinggi. Tidak mudah untuk mengimplementasikan Blue Ocean Strategy, karena diperlukan kreativitas dan kecerdasan dalam melihat pasar. Selain itu juga membutuhkan biaya yang cukup besar dalam mengimplementasikannya.
A. Rekonstruksi Batasan Pasar
Dalam kerangka teori Blue Ocean Strategy, startup di Indonesia disarankan untuk tidak terjebak dalam kompetisi berdarah (Red Ocean) yang hanya berfokus pada perang harga atau fitur serupa. Strategi ini menekankan pada inovasi nilai (value innovation), di mana perusahaan secara simultan menekan biaya sambil meningkatkan kegunaan bagi konsumen[2]. Bagi startup lokal, hal ini berarti mencari celah kebutuhan masyarakat yang belum terjamah oleh korporasi besar, seperti digitalisasi sektor logistik di pelosok atau solusi keuangan bagi masyarakat unbanked.
Persaingan bisnis dapat memiliki dampak beragam pada perusahaan dan ekonomi secara keseluruhan. Beberapa dampak positif dengan adanya persaingan yaitu berupa inovasi layanan dan kualitas produk serta mendorong pelaku usaha untuk berinvestasi terhadap produk lebih besar untuk bertahan dalam persaingan. Persaingan yang terus menerus digambarkan oleh Kim dan Mauborgne (2005)[3] sebagai red ocean yang ditandai dengan beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
- Persaingan yang sengit Perusahaan dalam red ocean bersaing secara intensif satu salam lain untuk mendapatkan pelanggan yang sudah ada. Ini sering kali mengarah pada persaingan harga dan penurunan margin keuntungan Diferensiasi yang terbatas produk dan layanan dalam red ocean memiliki sedikit perbedaan antara satu perusahaan dan yang lain. Persaingan fokus pada persaingan harga daripada inovasi atau diferensiasi produk yang signifikan.
- Pasar Yang Matang: Red ocean sering terkait dengan pasar yang sudah matang, dimana pertumbuhan terbatas dan sebagian besar pelanggan sudah ditempati pasar.
- Orientasi internal Perusahaan dalam red ocean sering terjebak dalam orientasi internal, mencoba memaksimalkan efisiensi operasional daripada memikirkan cara-cara inovatif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan Persaingan dapat memiliki beragam dampak baik bagi perusahaan atau pasar secara keseluruhan.
Berikut beberapa dampak negatif persaingan:
- Penurunan harga Dalam persaingan yang sangat ketat, perusahaan mungkin terpaksa menurunkan harga produk atau layanan mereka untuk menarik pelanggan yang dapat menurunkan profitanilitas dan margin keuntungan perusahaan
- Kualitas produk yang rendah Untuk mengurangi biaya produksi dan bersaing dalam harga, beberapa perusahaan mengurangi kualitas produk atau layanan sehingga produkyang dihasilkan kurang bermutu.
- Perang harga Persaingan yang intens dapat memicu perang harga di antara persaing, dimana perusahaan secara gegabah menurunkan harga untuk mencapaipangsa pasar. Ini dapat mengurangi nilai merek.
- Kecilnya keuntungan Dalam situsi persaingan uang sengit, perusahaan menghadapi tekanan untuk menghasilkan keuntungan yang kecil. Ini dapat membatasisumberdaya yang tersedia untuk investasi, inovasi, dan pertumbuhan.
- Perubahan iklim bisnis yang cepat Persaingan yang ketat dapat menciptakan ketidakpastian dalam bisnis. Perusahaan harus selalu siap beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan bisnis, termasuk perubahan preferensi pelanggan dan teknologi.
- Kepentingan konsumen terabaikan Dalam upaya untuk memaksimalkan keuntungan, perusahaan terlalu fokus pada kepentingan pemegang saham daripada konsumen yang dapat mengarah pada praktik bisnis yang merugikan konsumen.
B. Kerangka Kerja Empat Langkah (ERRC)
Dunia pendidikan sekarang beralih ke pasar global yang produktif dan langsung yang mencakup wilayah tanpa batas. Globalisasi pasti akan mengubah hubungan di dunia bisnis, sosial, dan akademis. Yayasan edukatif menghadapi banyak masalah yang kompleks sebagai organisasi sosial kemasyarakatan modern. Organisasi pendidikan modern mengalami kemajuan yang cepat karena globalisasi. Ini telah menyebabkan persaingan dalam manajemen sekolah swasta dan negeri. Standar pendidikan baru dibuat di seluruh dunia karena globalisasi. Ini juga membuat sekolah lebih penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bisnis, dan dunia kerja (Baedowi, 2022)[4].
Perubahan dan kemajuan zaman tidak dapat dihindari; untuk tetap modern dan ikut serta dalam perubahan, kita harus dapat beradaptasi dengan perubahan yang semakin modern. Selain percepatan teknologi, ilmu pengetahuan, modernisasi, dan budaya, seni telah masuk ke semua aspek kehidupan, yang membuat perubahan lebih kompleks (Khoeron et al., 2025)[5]. Institusi pendidikan harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam proses menata perubahan untuk menanggapi dinamika dan perubahan zaman yang kian maju. Oleh karena itu, agar produk pendidikan dapat bersaing, dunia pendidikan harus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Sekolah harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan karena mereka bertanggung jawab untuk
membangun dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (Isamuddin et al., 2021; Hajar et al., 2022)[6].
Setiap lembaga pendidikan mempunyai strategi manajemen untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikan tersebut. Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat dalam suatu sarana atau organisasi pendidikan perlu memahami hakikat dan tujuan pendidikan secara lebih komprehensif. Artinya setiap individu yang bekerja pada suatu lembaga pendidikan harus memahami dengan jelas tujuan kinerja masing-masing lembaga Pendidikan (Febriyani et al., 2023)[7].
Strategi adalah salah satu faktor utama yang menentukan kesuksesan sebuah bisnis. Di mana, dengan menerapkan strategi tertentu, kamu bisa mengarahkan bisnis ke jalur yang diinginkan. Dalam bisnis sendiri, ada banyak strategi yang digunakan dengan mengacu pada jenis bisnis yang dipilih. Salah satunya adalah blue ocean strategy yang diperkenalkan oleh W Chan Kim serta Renée Mauborgne.
Memahami prinsip dan praktik terbaik dalam struktur organisasi sangat penting bagi pemimpin dan manager pendidikan. Lembaga pendidikan Islam sebenarnya memiliki keunggulan dibanding pendidikan umu karena kuat dalam pengjaran agama (Hestiana, Ningrum, and Labaso, 2024)[8]. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan lembaga pendidikan Islam adalah bagaimana organisasi tersebut dirancang, jika struktur organisasi tertata dengan baik, maka tujuan pendidikan Islam bisa dicapai secara lebih efektif dan efisien (Romlah et al., 2024)[9]. Saat ini, banyak lembaga pendidikan yang terpuruk akibat buruknya manajemen strategis yang diterapkan pada lembaga pendidikan tersebut, apalagi lembaga pendidikan yang benar-benar Islam yang bergerak di bidang ilmu-ilmu keislaman seringkali diabaikan oleh lembaga pendidikan umum (Khatami and Arifin, 2022)[10].
Menurut Gluck, Kaufman, dan Walleck, manajemen strategik adalah cara untuk mengelola sumber daya untuk menciptakan kesuksesan di masa yang akan datang dan memperoleh keunggulan kompetitif sebagai manajer puncak dalam menghadapi perubahan dunia. Pelaksanaan strategi mencakup proses penerapan yang melibatkan perencanaan, penyampaian produk, peningkatan kinerja operasional, serta penataan struktur organisasi, sistem kontrol, dan budaya kerja (Muhajirin and Wijiharta, 2024)[11].
Strategi samudra biru (Blue Ocean Strategy) merupakan strategi yang diterapkan oleh suatu perusahaan dengan alat dan kerangka kerja yang dimiliki perusahaan untuk mampu menciptakan nilai, inovasi, dimana perusahaan dapat menciptakan nilai baru bagi produk pelanggan dan (Saddam and Amaliah, 2022)[12] organisasi beroperasi sendiri, tanpa pesaing. Keadaan ini berbalik dengan strategi samudra merah (Red Ocean Strategy), dimana kondisi pasar banyak diperebutkan oleh berbagai pihak dengan berbagai cara, seperti yang diilustrasikan secara berdarah-darah dan mirip dengan samudra merah atau disebut Red Ocean (Narullia et al., 2021)[13].
Tidak memungkiri bahwa Red Ocean merupakan realitas yang menonjol dalam dunia bisnis. hal ini bertujuan untuk dapat meraih lebih banyak keuntungan dan peluang pertumbuhan baru, suatu usaha atau lembaga juga harus menciptakan Blue Ocean, yang dipahami sebagai lapangan usaha baru dapat diciptakan oleh suatu Lembaga/perusahaan melalui apa yang disebut dengan nilai Inovasi (Kim and Mauborgne, 2015). Sementara itu, Blue Ocean ini diartikan sebagai sektor bisnis baru yang dapat diciptakan oleh setiap Lembaga dan perusahaan melalui apa yang disebut dengan inovasi nilai (Sintha, 2013).
Dalam konteks strategi lembaga pendidikan, menciptakan nilai tanpa disertai inovasi hanya akan berujung pada efisisensi biaya semata, tanpa memberikan peningkatan mutu layanan yang berarti bagi peserta didik. pendekatan semacam ini identik dengan strategi Red Ocean, yang cenderung bersaing melalui pemotongan biaya atau pemberian insentif tanpa membedakan diri secara substansial dari lembaga lain (Priilaid, Ballantyne, and Packer, 2020). Pendidikan saat ini harus mampu menjawab tantangan dan membekali lulusan melalui revitalisasi kebijakan yang mencakup sistem pembelajaran, satuan pendidikan, peserta didik, pendidik, dan tenaga pendidik yang kesemuanya harus memenuhi persyaratan pendidikan abad 21 (Mulyati, 2022)
C. Perbedaan antara Red Ocean Strategy dan Blue Ocean Strategy
Perbedaan Red Ocean Strategy dan Blue Ocean Strategy No Red Ocean Strategy Blue Ocean Strategy:
- Bersaing dalam ruang pasar yang suda ada Menciptakan ruang pasar yang belum ada pesaingnya
- Memenangi kompetisi Menjadikan kompetisi tidak relevan
- Mengekploitasi permintaan yang ada Menciptakan dan menangkap permintaan baru
- Memilih antara nilai – biaya (value –cost trade – off) Mendobrak pertukaran nilai biaya
- Memadukan keseluruhan sistem kegiatan perusahaan dengan pilihan strategis antara diferensiasi atau biaya Memadukan keseluruhan sistem kegiatan perusahaan dalam mengejar diferensiasi dan biaya rendah.
Contoh Industri dengan Keberhasilan Menerapkan Blue Ocean Strategy
Untuk meyakinkan keputusan mengenai keberhasilan dalam penerapan blue ocean strategy, kamu bisa melihat sejumlah contoh industri yang mampu berhasil dan berkembang dalam menerapkan blue ocean strategy. Adapun sejumlah industri yang berhasil menerapkan blue ocean strategy adalah sebagai berikut:
1. Gojek
Gojek menjadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia saat ini yang berhasil dalam menerapkan blue ocean strategy. Di mana, Gojek menciptakan aturan pasar sendiri dan membuat kompetisi sendiri sehingga menjadikan blue ocean strategy sebagai strategi bisnis paling ampuh.Penerapan blue ocean strategy yang berhasil pada Gojek ini memberikan dampak besar bagi perekonomian di Indonesia.
2. iTunes
Menjadi ruang musik digital yang diciptakan Apple, iTunes menjadi produk unik dan terkemuka pada tahun 2003 yang menerapkan blue ocean strategy. Di mana, waktu-waktu sebelumnya, media konvensional seperti CD digunakan dalam menyebarkan maupun mendengarkan musik. Ketika iTunes masuk ke pasar, maka permasalahan dasar tersebut terpecahkan khususnya pada industri rekaman.
Musik berkualitas tinggi dan harga terjangkau menjadi kelebihan Apple hingga dibicarakan di seluruh dunia. Di mana, semua produk Apple menghadirkan iTunes yang memungkinkannya untuk mengunduh musik hingga membantu perkembangan musik digital sampai saat ini.
Pada dasarnya, menerapkan strategi ini memang dibutuhkan persiapan secara tepat. Di mana, langkah menciptakan pasar baru dengan menerapkan blue ocean strategy bukanlah perkara mudah.
Dibutuhkan kerja keras, data tajam, serta modal yang cukup besar. Akan tetapi, sebanding dengan keberhasilannya karena akan ada potensi jika produk maupun bisnis menciptakan kebutuhan baru yang memiliki nilai keuntungan tinggi. Strategi dalam berbisnis memang penting dan sama halnya strategi dalam merencanakan keuangan untuk kebutuhan di masa mendatang melalui investasi. Salah satu instrumen investasi yang dapat dipilih untuk mewujudkan hal tersebut adalah saham. Apalagi kini investasi saham bisa dilakukan secara online menggunakan aplikasi Ajaib Sekuritas di smartphone. Media investasi online yang satu ini bisa membantu kamu berinvestasi di instrumen saham secara aman dan mudah.
tradisional melalui platform digital, yang secara efektif mengubah cara pasar beroperasi tanpa harus berhadapan langsung dengan pemain lama yang masih konvensional[14].
3. Fungsi Blue Ocean Strategy
Dalam perusahaan sebagai berikut:
- Membantu perusahaan untuk menciptakan pasar yang baru dan belum pernah dibuat sehingga dapat mengindri persaingan langsung dengan pesaing.
- Mendorong perusahaan untuk berinovasi dan menciptakan produk dan layanan yang unik dan berbeda dari pesaing.
- Mendorong perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
- Mendorong perusahaan untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan.
- Membantu perusahaan untuk mencapai target dan segmentasi pasar yang tepat.
D. Tantangan Implementasi
Tantangan utama dalam menerapkan BOS di Indonesia adalah resistensi terhadap perubahan budaya dan infrastruktur digital yang belum merata. Selain itu, sebuah “samudera biru” yang berhasil akan dengan cepat menarik minat pengikut (followers), sehingga startup dituntut untuk terus melakukan inovasi berkelanjutan agar tidak kembali terjebak dalam red ocean akibat komoditisasi layanan[15].
E. Inovasi dan Nilai
Kim dan Mauborgne mengajukan kerangka kerja empat langkah untuk menciptakan inovasi nilai. Langkah-langkah yang membantu organisasi untuk keluar dari persaingan pasar (red ocean) dan menciptakan pasar baru yang belum terjelajahi (blue ocean). Inovasi nilai dapat diciptakan dengan menggunakan kerangka kerja empat langkah yang terdiri dari reduce, eliminate, raise, create. Kerangka kerja empat langkah tersebut diidentifikasikan tentang faktor-faktor apa saja yang dikurangi, dihapuskan, ditambahkan dan juga diciptakan dalam pengembangan usaha mikro. Menurut Kim dan Mauborgne (2005)[16], alat perencanaan usaha strategis yang efektif untuk mencari peluang bisnis baru dan meningkatkan keuntungan perusahaan yaitu kerangka kerja strategis atau Blue Ocean Strategy. Blue Ocean Strategy (BOS) berfokus pada konsep menciptakan “samudra biru” atau blue ocean yang menggambarkan pasar baru atau segmen pasar dimana persaingan minim atau bahkan tidak ada. Didalam “samudra biru,” perusahaan dapat menciptakan nilai inovatif dan menghindari persaingan harga yang intensif yang umum terjadi di “samudra merah” atau red ocean yang merupakan pasar yang sudah ada dan kompetitif. Kuncinya adalah menawarkan kualitas yang sangat baik dengan menekankan dan meninjau kembali pada nilai tambah yang dimiliki dalam perusahaan. Kegiatan utama harus memiliki nilai tambah sementara kegiatan lain memiliki nilai yang berkurang. Beberapa kegiatan harus dihilangkan dan beberapa kegiatan baru harus diperkenalkan.
Desmonda snack berusaha memangkas dengan mengadopsi faktor ‘menghilangkan’ (eliminate) dan ‘mengurangi’ (reduce) sembari bertujuan meningkatkan nilai dalam ‘menaikkan’ (raise) dan ‘membuat’ (create). Meningkatkan dan menciptakan nilai menjadi tantangan yang sulit bagi pemilik usaha karena memerlukan arahan dan focus serta strategi yang menonjol untuk disesuaikan di sektor jajanan pasar. Dalam perusahaan pada umumnya menaruh perhatian pada aktivitas yang membawa keuntungan pada perusahaan melalui harga dan struktur biaya. Sedangkan keuntungan bagi konsumen berasal dari utilitas (manfaat) dan harga yang ditawarkan oleh perusahaan, maka inovasi nilai tercapai hanya ketika keseluruhan sistem kegiatan utilitas, harga dan biaya perusahaan terpadu dengan tepat. Pola menghilangkan, mengurangi, menaikkan dan menciptakan diterapkan untuk mengidentifikasi pasar atau segmen baru pada blue ocean. Inovasi nilai memiliki makna lebih dari sekedar inovasi. Konsep ini berbicara mengenai bagaimana menciptakan diferensiasi dan biaya rendah di saat bersamaan. Dua metode digunakan dalam penelitian ini yaitu Kerangka Kerja Empat Langkah (The Four Actions Framework) ciptakan (The Eliminate-Reduce-Raise-Create Grid). Kerangka Kerja Empat Langkah yaitu:
- Hapuskan (eliminate) adalah faktor-faktor apa yang harus dihapuskan dari faktor-faktor yang telah diterima begitu saja oleh industri
- Kurangi (reduce) adalah faktor-faktor apa yang harus dikurangi hingga dibawah standar industri
- Tingkatkan (raise) Adalah faktor-faktor apa yang harus ditingkatkan hingga di atas standar industri dan
- Ciptakan (create) adalah faktor-faktor apa yang belum pernah ditawarkan industri sehingga harus diciptakan.
Melalui Blue Ocean Strategy industri harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi pengaruh peningkatan pangsa pasar mereka. Faktor-faktor tersebut berlandaskan bauran pemasaran (marketing mix) yaitu harga, produk, lokasi dan promosi (Kotler et al., 2021)[17]. Prinsip ini merupakan kunci untuk mengurangi resiko perencanaan investasi tenaga dan waktu yang terlalu besar dengan hasil hanya berupa langkah taktis samudra merah (red ocean). Pendekatan ini secara konsisten menghasilkan strategi yang membuka kreativitas dari beragam jenis orang dalam satu organisasi, membuka perusahaan kepada samudra biru (blue ocean),dan mudah dipahami serta dikomunikasikan untuk bisa diterapkan secara efektif.
Hal ini merupakan komponen kunci dalam inovasi nilai. Untuk mencapai hal ini Perusahaan harus menentang dua praktek strategic konvensional. Pertama, berfokus pada konsumen yang ada. Kedua, dorongan mempertajam segmentasi demi mengakomodasi perbedaan di pihak pembeli. Pihak non konsumen terdiri dari non konsumen tingkat pertama, non konsumen Tingkat kedua dan non konsumen tingkat ketiga terhadap pasar. Ketika strategi telah didapat dan menghasilkan kurva nilai yang baru, langkah selanjutnya adalah membuat suatu model bisnis yang kuat. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah strategi yang didapat mampu menghasilkan pertumbuhan dan laba yang sehat. Untuk membangun Blue Ocean Strategy, perusahaan perlu mengujinya terhadap empat hal. Keempat hal adalah utilitas pembeli, harga, biaya dan pengadopsian. Beberapa pengaruh yang ditimbulkan oleh proses yang adil terhadap sikap dan perilaku orang ketika manajemen mengeksekusi strategi. Prinsip terakhir perumusan Blue Ocean Strategy adalah mengeksekusi strategi ini. Perusahaan adalah segala sesuatu yang dimulai dari lini atas hingga depan. Ketika semua anggota dari suatu organisasi bersatu padu mendukung sebuah strategi, baik dalam kondisi baik maupun buruk, sebuah perusahaan bisa menonjol sebagai eksekutor yang konsisten dan hebat.
BAB III: Pembahasan
Perusahaan yang menerapkan strategi blue ocean memahami bahwa satusatunya cara untuk memenangi persaingan adalah dengan berhenti berusaha memenangi persaingan. Berkebalikan dengan strategi samudra merah dimana ruang pasar dan aturan persaingan sudah dikenal, strategi blue ocean justru menggambarkan industri yang tidak ada sekarang. Inovasi nilai menekankan pada inovasi dan nilai. Inovasi tanpa nilai cenderung bersifat mengandalkan teknologi dan membidik sesuatu yang belum siap diterima dan dikonsumsi pembeli, sedangkan nilai tanpa inovasi cenderung berfokus pada penciptaan nilai dalam skala besar, yaitu sesuatu yang meningkatkan nilai tetapi tidak cukup untuk membuat perusahaan menonjol di pasar.
Perusahaan perlu menggerakkan basis yang paling fundamental yaitu sikap dan perilaku orang-orang yang berurat akar dalam organisasi, karena itu perusahaan harus menciptakan sebuah kultur kepercayaan dan komitmen yang memotivasi orang mengeksekusi strategi yang sudah disepakati. Hal ini dapat tercipta dimulai dari tindakan perusahaan dalam berperilaku adil yang mengandung ciri keterlibatan (engagement), penjelasan (explanation), dan kejelasan ekspektasi (expectation clarity). Engagement berarti melibatkan individu dalam keputusan strategis yang mempengaruhi mereka dengan meminta masukannya, dan memberikan kesempatan untuk saling menolak ide dan asumsi satu sama lain. Explanation berarti bahwa setiap orang yang terlibat dan terpengaruh harus memahami mengapa keputusan tersebut dibuat.
A. Rekonstruksi Batasan Pasar melalui Nilai Lokal
Startup di Indonesia disarankan tidak hanya meniru model bisnis global, tetapi melakukan rekonstruksi batasan pasar dengan menyasar masalah spesifik masyarakat lokal (local pain points)[18]. Keunggulan kompetitif tercipta ketika startup mampu menghilangkan elemen yang tidak efisien di pasar tradisional dan menciptakan nilai baru yang relevan dengan karakteristik geografis maupun sosial budaya Indonesia.
B. Fokus pada Non-Konsumen (Eksplorasi Ruang Kosong)
Strategi Samudra Biru menekankan pada pencarian “non-konsumen”. Startup sebaiknya mengidentifikasi segmen masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh layanan konvensional (misalnya masyarakat unbanked atau di wilayah pelosok). Dengan menyederhanakan akses dan biaya, startup dapat menciptakan permintaan baru alih-alih berebut pangsa pasar yang sudah jenuh di kota-kota besar[19].
C. Eksekusi Inovasi Nilai secara Simultan
Penting bagi startup untuk memahami bahwa Blue Ocean Strategy bukan sekadar diferensiasi, melainkan kombinasi antara diferensiasi dan biaya rendah (low cost). Saran praktisnya adalah mengoptimalkan teknologi untuk memangkas biaya operasional sambil secara bersamaan meningkatkan manfaat yang diterima pengguna secara signifikan, sehingga kompetisi menjadi tidak relevan[20].
D. Mitigasi Tantangan Regulasi dan Budaya
Dalam menghadapi tantangan, startup harus proaktif melakukan pendekatan kepada regulator dan memberikan edukasi pasar. Mengingat pasar Indonesia memiliki resistensi tertentu terhadap perubahan cara lama, startup perlu mengemas strategi mereka sebagai solusi yang mendampingi, bukan sekadar mendisrupsi secara kasar, guna meminimalkan hambatan adopsi.
E. Menyelaraskan proposisi nilai, laba, dan khalayak
Strategi apapun dinilai dapat berhasil dan berkesinambungan apabila sebuah organisasi mengembangkan produk yang dapat menarik pembeli, dan harus menciptakan model bisnis yang memungkinkan perusahaan menghasilkan uang dari produknya. Tindakan memotivasi orang-orang yang bekerja untuk atau bersama perusahaan agar mengeksekusi strategi juga penting untuk dilkakukan. Proposisi nilai diberikan perusahaan perusahaan pada konsumen, proposisi laba diciptakan untuk keuntungan perusahaan, dan proposisi khalayak diberikan pada internal Perusahaan.
F. Memperbarui blue ocean
Hampir setiap strategi blue ocean pasti akan ditiru pada akhirnya. Ketika para peniru berusaha merebut pangsa pasar dari blue ocean yang perusahaan telah ciptakan, perusahaan cenderung mempertahankannya, dan terjadilah kondisi persaingan yang disebut red ocean. Menghindari hal demikian, perusahaan harus memantau ulang kurva nilai agar tetap jauh dan tak menyatu dengan kurva nilai pesaing.
G. Manfaat Blue Ocean Strategy
Mengapa strategi Blue Ocean begitu menarik? Berikut beberapa manfaatnya:
- Mengurangi persaingan
Anda tidak perlu lagi “berkelahi” dengan pesaing untuk mendapatkan keuntungan. - Menciptakan permintaan baru
Anda tidak hanya memenuhi permintaan yang ada, tetapi juga menciptakan permintaan baru dengan produk atau jasa inovatif. - Meningkatkan profitabilitas
Dengan kompetisi yang minim, Anda bisa mematok harga yang lebih tinggi dan meningkatkan profit margin. - Pertumbuhan pesat
Pasar baru menawarkan potensi pertumbuhan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan pasar yang sudah jenuh.
Contoh sederhana Blue Ocean Strategy:
Bayangkan bisnis penyewaan mobil. Pasar yang ada (“red ocean”) dipenuhi oleh perusahaan rental konvensional. Blue Ocean Strategy bisa diterapkan dengan menciptakan layanan “sewa mobil harian untuk perjalanan singkat dalam kota” yang menargetkan konsumen yang tidak ingin repot memiliki mobil pribadi.
Tindakan Blue Ocean Strategy
Konsep ini menggunakan “Blue Ocean Strategy Canvas” untuk memetakan langkah-langkah menciptakan pasar baru. Berikut 4 tindakan utamanya:
- Rekonstruksi Batas Pasar
Identifikasi produk atau jasa yang ditawarkan oleh pesaing, kemudian cari cara untuk menghilangkan fitur yang tidak diinginkan konsumen dan menciptakan fitur baru yang bernilai tinggi. - Lihat Melampaui Permintaan yang Ada
Jangan hanya fokus pada apa yang diinginkan konsumen saat ini, tetapi juga cari tahu kebutuhan yang belum terpenuhi dan belum terartikulasikan. - Strategi Penciptaan Nilai yang Tinggi
Tentukan nilai tambah apa yang akan Anda tawarkan kepada konsumen di pasar baru Anda. Nilai ini bisa berupa harga yang terjangkau, kemudahan akses, atau pengalaman yang unik. - Urutan Pesaing
Analisis pesaing di pasar yang ada (“red ocean”). Tentukan siapa yang harus “dibuang” dari perhitungan Anda (karena produk atau jasanya tidak lagi relevan) dan siapa yang perlu ditiru inovasinya.
Cara Menerapkan Blue Ocean Strategy di Indonesia
Indonesia dengan karakteristik masyarakat yang beragam dan dinamis menyediakan peluang besar untuk menerapkan blue ocean strategy. Berikut tipsnya:
- Pahami Kebutuhan Lokal
Kenali kebutuhan khusus konsumen Indonesia dan cari cara memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara yang inovatif. - Manfaatkan Teknologi
Teknologi digital memungkinkan Anda untuk menjangkau pasar baru dan menciptakan model bisnis yang inovatif. - Fokus pada Keberlanjutan
Konsumen Indonesia semakin sadar tentang isu keberlanjutan. Blue Ocean Strategy.
Risiko terbesar dari Blue Ocean adalah biaya edukasi konsumen yang bisa panjang dan mahal. Pertama, yang pasti adalah mindset para pelaku bisnis yang sudah sulit diubah. Perusahaan-perusahaan yang sedang bertumbuh sudah sangat nyaman dengan apa yang telah mereka capai. Melakukan perubahan radikal sering kali menjadi terasa tidak logis.
Untuk memformulasikan suatu strategi Blue Ocean dan kemudian berhasil dieksekusi, diperlukan komitmen dari semua jajaran top management. Blue Ocean bukanlah strategi milik departemen pemasaran atau divisi pengembangan bisnis. Ini adalah strategi bsinis yang harus dilakukan oleh perusahaan pada tingkat korporat. Oleh karena itu, diperlukan suatu budaya reseptif dan adaptif yang sangat kuat dari pimpinan puncak. Mereka haruslah tidak alergi terhadap suatu perubahan yang radikal. Bagi perusahaan di Indonesia, ini adalah tantangan yang sangat nyata. Banyak pimpinan puncak sulit bersatu untuk melalukan strategi yang radikal dan penuh risiko. Apalagi, bagi mereka yang saat ini harus membawa gerbong birokrasi yang dinamakan BUMN.
Blue Ocean membutuhkan CEO, CMO, dan pimpinan puncak yang memiliki perspektif jangka panjang. Mereka harus melihat suatu bisnis untuk waktu 5-10 tahun mendatang. Demikian pula, Blue Ocean membutuhkan pimpinan puncak yang konsisten untuk membangun perusahaan yang berbasis knowledge. Perusahaan secara proaktif mencari data, informasi, dan menjadikannya sebagai proses pembelajaran. Banyak perusahaan lebih senang memanfaatkan informasi, negosiasi, atau melobi regulasi untuk mencapai suatu kinerja yang eksponensial. Mereka lebih suka melakukan lobi-lobi untuk membuat aturan atau regulasi yang berpihak kepada bisnis mereka. Pemikiran-pemikiran seperti ini dan berbagai contoh di sekitar mereka, membuat banyak perusahaan—dalam hal ini para pimpinan puncaknya—lebih menghindari untuk mencetak kinerja karena strategi yang radikal. Ada jalan pintas yang jauh lebih baik untuk memperoleh kenaikan penjualan atau laba yang spektakuler. Sebuah regulasi yang berubah (karena hasil lobi) sudah memberikan dampak kinerja yang jauh lebih cepat dan sekaligus tidak berisiko. Kenyataan seperti inilah yang menjadi penghambat bagi pemikiran strategi yang disruptive.
Tantangan kedua bagi tumbuhnya Blue Ocean di Indonesia adalah keterbatasan sumber daya. Yang pertama berhubungan dengan kualitas manusia. Strategi Blue Ocean, agar berkesinambungan, membutuhkan kualitas karyawan yang andal di lapisan tengah dan bawah. Oleh karena itu, strategi Blue Ocean sering kali hanya ada dalam benak top management seorang diri atau individu tertentu dalam perusahaan. Bahkan, bila sudah dirumuskan dalam suatu perencanaan pun, akhirnya tidak jadi dieksekusi karena tidak adanya resources yang mendukung pemikiran radikal mereka.
Tantangan Blue Ocean yang lain adalah lemahnya perlindungan terhadap hak cipta. Perusahaan sudah membuat terobosan yang luar biasa, menciptakan kategori yang baru, namun mereka tidak mendapatkan perlindungan yang meyakinkan. Akhirnya, ada banyak pesaing yang di kemudian hari dengan gampangnya meniru produk atau pelayanan. Walau sudah ada perangkat hukum untuk melindungi pemalsuan atau pelanggaran hak paten, tetapi kelemahan dalam kepastian hukum membuat para inovator berpikir ulang untuk terus melanjutkan hasil-hasil inovasinya. engan segala hambatan dan risiko dari Blue Ocean, maka Purple Ocean adalah alternatif jawabannya. Blue Ocean, sebagai suatu “strategic mindset”, tidak perlu diragukan lagi. Ini adalah strategi radikal yang menjanjikan kenaikan penjualan dan penurunan biaya. Kali ini, strategi Purple Ocean yang ingin saya bagikan adalah menjadi imitator yang inovatif. Sederhananya, suatu perusahaan membiarkan perusahaan lain untuk melakukan Blue Ocean. Pada saat yang bersamaan, perusahaan mulai mempersiapkan diri untuk masuk dalam kategori tersebut.
Blue ocean strategy menekankan inovasi dan menciptakan nilai tambah unik bagi konsumen, sedangkan Red Ocean Strategy lebih fokus pada persaingan harga dan merek. Oleh karena itu, perusahaan berusaha menciptakan inovasi baru untuk efisiensi produksi, yang juga bertujuan meningkatkan kualitas produk dan menekan biaya produksi.
Semua inovasi ini merupakan bagian dari upaya peternakan untuk meningkatkan penjualan dan memenuhi permintaan akan telur berkualitas tinggi dari konsumen. Kondisi lingkungan yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan ayam petelur sangat berpengaruh terhadap tingkat produksi telur. Penelitian telah menunjukkan bahwa kandang ayam yang nyaman dapat meningkatkan kesejahteraan ayam dan pada gilirannya meningkatkan produksi telur. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Teknik Pertanian Lampung oleh (Nadzir et al., 2015)[21] faktor-faktor seperti suhu, kelembaban, ventilasi udara, pencahayaan, dan kebersihan kandang memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan ayam dan produksi telur. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ayam yang dipelihara dalam lingkungan yang nyaman, termasuk kandang dengan sistem ventilasi yang baik dan penyetabilan suhu yang tepat, cenderung memiliki tingkat produksi telur yang lebih tinggi dibandingkan dengan ayam yang dipelihara dalam lingkungan yang tidak nyaman.
Agar Blue ocen strategi berjalan dengan lancar, perusahaan perlu menganlisis lebih dalam terkait keadaan pasar. Salah satu analisis yang dapat digunakan adalah analisis SWOT, ini bertujuan untuk memberikan solusi akan permasalahan pasar terkait pesaing. Analisis SWOT (Strengths , Weaknesses, Opportunities, Threats) adalah alat yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh sebuah organisasi atau Perusahaan. Selain itu, analisis SWOT juga memberikan pemahaman yang mendalam tentang kondisi internal dan eksternal peternakan. Dengan memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi, peternakan dapat mengembangkan strategi yang tepat guna meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan penjualan, dan tetap bersaing di pasar yang semakin ketat.
H. Prinsip Dalam Blue Ocean Strategy
Ada enam prinsip dalam blue ocean strategy yang terbagi menjadi 2 klaster yaitu klaster prinsip perumusan strategi dan klister eksekusi strategi :
1) Prinsip perumusan strategi terbagi atas empat hal, yaituantara lain:
a) Merubah batasan-batasan pasar dan menciptakan ruangpasar baru. Guna memudahkan pencarian. Dapat menggunakan pendekatan kerangka kerja enamlangkahdan kanvas strategi sebagai alat analisa.
b) Fokus pada gambaran besar, bukan pada angka. Gunamemudahkan perencanaan.
c) Dengan menggunakan kerangka kerja empat langkah, dansebagai alat analisa dapat menggunakan kanvas strategi, skema hapuskan-kurangi-tambahkan-tingkatkan- ciptakan, dan peta PMS.
d) Menjangkau melampaui permintaan pasar yang ada. Gunamemudahkan skala pengembangan. Dengan menggunakanpendekatan tiga tingkatan nonkonsumen dan kanvasstrategi sebagai alat analisa.
Sedangkan prinsip eksekusi terbagi atas dua hal, yaitu antaralain:
- Mengatasi hambatan utama didalam organisasi. Gunamemudahkan organisasi.Dengan menerapkan kepemimpinantipping point, yaitu kepemimpinan yang berlandaskan pada pengetahuan bahwa setiap organisasi bisa mengalami perubahan- perubahan fundamental dengan cepat, ketikakeyakinan dan energi dari orang kebanyakan menciptakangerakan meluas ke arah satu ide, yaitu dengan pemusatan(sentralisasi) bukan penyebaran (desentralisasi). Menurut Kimdan Mauborgne, terdapat empat rintangan organisasi bagi eksekusi strategi.
- Menyatukan eksekusi ke dalam strategi. Gunamemudahkan manajemen. Dengan melakukan proses yangadil, melalui tiga elemen penting, yaitu:
- a) Emosi keterlibatan/engagement
- b) Penjelasan/explanatinon
- c) Ekspektasi yang jelas/expectatio clarity.
BAB IV: Penutup
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis terhadap penerapan Blue Ocean Strategy pada bisnis startup di Indonesia, dapat ditarik beberapa kesimpulan utama:
- Esensi Penciptaan Pasar Baru: Startup yang sukses di Indonesia bukanlah mereka yang sekadar memenangkan persaingan di pasar yang sesak (Red Ocean), melainkan mereka yang mampu melakukan inovasi nilai (value innovation). Dengan menekan biaya pada aspek yang tidak krusial dan meningkatkan nilai pada fitur yang diinginkan konsumen, startup dapat menciptakan ruang pasar baru yang membuat kompetisi menjadi tidak relevan.
- Peluang Berbasis Lokalitas: Indonesia memiliki karakteristik unik berupa kesenjangan akses (seperti finansial dan kesehatan) di daerah non-metropolitan. Hal ini menjadi peluang besar bagi startup untuk menerapkan BOS dengan menyediakan solusi digital yang sebelumnya tidak terjangkau oleh masyarakat luas.
- Tantangan Struktural dan Edukasi: Hambatan utama dalam strategi ini di Indonesia mencakup resistensi terhadap perubahan kebiasaan masyarakat serta keterbatasan infrastruktur digital di wilayah tertentu. Selain itu, risiko peniruan yang cepat dari kompetitor besar (inkumben) menuntut startup untuk memiliki daya tahan strategis yang kuat.
- Penerapan Blue Ocean Strategysangat relevan bagi startup di Indonesia untuk menghindari perang harga dan stagnasi. Peluang terbesarnya terletak pada pemahaman mendalam tentang kebutuhan lokal dan inovasi teknologi. Meskipun tantangannya berupa kebutuhan investasi dan rintangan eksekusi, BOS menawarkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
2. Saran
Untuk mengoptimalkan penerapan strategi ini, berikut adalah beberapa poin saran yang dapat dipertimbangkan:
- Fokus pada ‘Non-Consumers’: Startup disarankan untuk tidak hanya memperebutkan pelanggan yang sudah ada, tetapi membidik masyarakat yang selama ini belum tersentuh oleh layanan sejenis. Identifikasi alasan mengapa mereka belum menggunakan layanan tersebut dapat menjadi kunci pembuka samudra biru.
- Adaptasi Budaya dan Kepercayaan: Mengingat masyarakat Indonesia sangat mengutamakan aspek kepercayaan, strategi diferensiasi harus dibarengi dengan pendekatan personal dan edukasi pasar yang intensif agar inovasi yang ditawarkan dapat diterima sebagai bagian dari gaya hidup baru.
Daftar Pustaka
Chan Kim, W., & Mauborgne, R. (2014). Blue ocean strategy, expanded edition: How to create uncontested market space and make the competition irrelevant. Harvard Business Review Press.
Kim, W. Chan. & Renée Mauborgne. (2005) Blue Ocean Strategy. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta
Wheelen, T. L., Hunger, J. D., Hoffman, A. N., & Bamford, C. E. (2017). Strategic management and business policy: Globalization, innovation and sustainability (15th ed.). Pearson.
Kim, W. Chan. & Renée Mauborgne. (2005) Blue Ocean Strategy. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta
Porter, M. E. (2008). On competition. Harvard Business School Press.
Hitt, M. A., Ireland, R. D., & Hoskisson, R. E. (2020). Strategic management: Competitiveness and globalization (13th ed.). Cengage Learning.
Kim, W. C., & Mauborgne, R. (2015). Blue ocean strategy, expanded edition: How to create uncontested market space and make the competition irrelevant. Harvard Business Review Press.
Kim, W. C., & Mauborgne, R. (2017). Blue ocean shift: Beyond competing – Proven steps to inspire confidence and seize new growth. Hachette Books.
Ries, E. (2011). The lean startup: How today’s entrepreneurs use continuous innovation to create radically successful businesses. Crown Business.
Edeling, A., & Himme, A. (2018). When does market share matter? New empirical generalizations from meta-analysis of the market share–performance relationship. Journal of Marketing, 82(3), 1-24.
Nicolas, G. (2011). The evolution of strategic thinking and practices Blue Ocean Strategy. Kalmar:
Linnaeus University, School of Business and Economics.
Alam, S., & Islam, M. T. (2017). Impact of Blue Ocean Strategy on organizational performance: a
literature review toward implementation logic. IOSR Journal of Business and Management, 19 (01),
01-19. Doi https://doi.org/10.9790/487X-1901030119
Sintha, S. M. L. (2013). Blue Ocean vs Red Ocean. Jurnal Keuangan Dan Perbankan, 46-66.
Kim, W. C. & Mauborgne, R. (2015). Blue Ocean Strategy: How to create uncontested market space and make the competition irrelevant. Boston: Harvard School Publishing.
Kotler, P., Keller, K. L., Ang, S. H., Tan, C. T., & Leong, S. M. (2021). Marketing management: an Asianperspective. Singapore: Pearson Education.
Baedowi, Muhamad. 2022. “Manajemen Strategik Sebagai Paradigma Baru Dalam Organisasi Pendidikan.” An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Studi Islam
Khoeron, Khoeron, Maftuhah Maftuhah, Tobroni Tobroni, and Faridi Faridi. 2025. “Transformasi Kelembagaan Pesantren Tremas Adaptasi Dan Inovasi Di Era Digital.” PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction 09(01). doi: 10.32616/pgr.v9.1.501.63-76.
Isamuddin, Isamuddin, Faisal Faisal, Maisah Maisah, Lukman Hakim, and Kasful Anwar Us. 2021. “Implementasi Analisis Swot Pada Manajemen Strategik Dalam Perencanaan Peningkatan Mutu Pendidikan Di Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam Muara Bungo.” Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial 2(2):1034–50. doi: 10.38035/jmpis.v2i2.770.
Febriyani, Irma, Sri Intan Wahyuni, Zainal Arifin, and Atika. 2023. “Manajemen Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang.” Jurnal Pendidikan Madrasah 8:115–28.
Hestiana, Ratna, Tuti Ningrum, and Syahrial Labaso. 2024. “Desain Organisasi Dalam Lembaga Pendidikan Islam Berbasis Supervisi Kelembagaan.” Jurnal Pengembangan Ketenagakerjaan 2(1):94–100.
Romlah, Listiyani Siti, Iskandar, Latiful Wahid, Nuryadin Ali, and Badrudin. 2024. “Manajemen Mutu Pendidikan Islam Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi PTKIN.” Jurnal Ilmiah Multidisiplin 8(1):213–27. doi: 10.56127/jukim.v3i03.1335.
Khatami, M., and Zainal Arifin. 2022. “Manajemen Strategik Pada Lembaga Pendidikan Islam.” Pp. 218–25 in Proceedings of International Conference on Islamic Studies “Islam & Sustainable Development.” Banda Aceh: Fakultas Adab dan Humaniora Ar-Raniry State Islamic University Banda Aceh.
Muhajirin, M., and W. Wijiharta. 2024. “Review Penelitian Tentang Penerapan Strategi Samudera Biru Pada Perguruan Tinggi.” Jurnal Hamfara Inspire: Inspirasi Dunia Pendidikan 3(1):1–9.
Saddam, Teuku Muhammad Abidzar, and Ima Amaliah. 2022. “Strategi Pengembangan Bisnis Digital Menggunakan Metode Blue Ocean Strategy.” Economics Studies 3(2):467–73. https://doi.org/10.29313/bcses.v3i2.8805
Narullia, Dwi, Sheila Febriani Putri, Fitri Purnamasari, Dhika Maha Purti, Yana Respati Dewi, and Nila Cahayati. 2021. “Sosialisasi Red Ocean Strategy Dan Blue Ocean Strategy Sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing Ukm Mahasiswa Di Kota Malang.” J-ABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1(7):1453–62. doi: 10.53625/jabdi.v1i7.671.
[1]Nadzir, Tusi Ahmad, and Haryanto Agus. 2015. “Evaluasi Desain Kandang Ayam Broiler Di Desa Rejo Binangun, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur.” Jurnal Teknik Pertanian Lampung 4:255–66.
[1] Edeling, A., & Himme, A. (2018). When does market share matter? New empirical generalizations from a
[2] Chan Kim, W., & Mauborgne, R. (2014). Blue ocean strategy, expanded edition: How to create uncontested market space and make the competition irrelevant. Harvard Business Review Press.
[3] Kim, W. Chan. & Renée Mauborgne. (2005) Blue Ocean Strategy. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta
[4] Baedowi, Muhamad. 2022. “Manajemen Strategik Sebagai Paradigma Baru Dalam Organisasi Pendidikan.” An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Studi Islam
[5] Khoeron, Khoeron, Maftuhah Maftuhah, Tobroni Tobroni, and Faridi Faridi. 2025. “Transformasi Kelembagaan Pesantren Tremas Adaptasi Dan Inovasi Di Era Digital.” PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction 09(01). doi: 10.32616/pgr.v9.1.501.63-76.
[6] Isamuddin, Isamuddin, Faisal Faisal, Maisah Maisah, Lukman Hakim, and Kasful Anwar Us. 2021. “Implementasi Analisis Swot Pada Manajemen Strategik Dalam Perencanaan Peningkatan Mutu Pendidikan Di Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam Muara Bungo.” Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial 2(2):1034–50. doi: 10.38035/jmpis.v2i2.770.
[7] Febriyani, Irma, Sri Intan Wahyuni, Zainal Arifin, and Atika. 2023. “Manajemen Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang.” Jurnal Pendidikan Madrasah 8:115–28.
[8] Hestiana, Ratna, Tuti Ningrum, and Syahrial Labaso. 2024. “Desain Organisasi Dalam Lembaga Pendidikan Islam Berbasis Supervisi Kelembagaan.” Jurnal Pengembangan Ketenagakerjaan 2(1):94–100.
[9] Romlah, Listiyani Siti, Iskandar, Latiful Wahid, Nuryadin Ali, and Badrudin. 2024. “Manajemen Mutu Pendidikan Islam Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi PTKIN.” Jurnal Ilmiah Multidisiplin 8(1):213–27. doi: 10.56127/jukim.v3i03.1335.
[10] Khatami, M., and Zainal Arifin. 2022. “Manajemen Strategik Pada Lembaga Pendidikan Islam.” Pp. 218–25 in Proceedings of International Conference on Islamic Studies “Islam & Sustainable Development.” Banda Aceh: Fakultas Adab dan Humaniora Ar-Raniry State Islamic University Banda Aceh.
[11] Muhajirin, M., and W. Wijiharta. 2024. “Review Penelitian Tentang Penerapan Strategi Samudera Biru Pada Perguruan Tinggi.” Jurnal Hamfara Inspire: Inspirasi Dunia Pendidikan 3(1):1–9.
[12] Saddam, Teuku Muhammad Abidzar, and Ima Amaliah. 2022. “Strategi Pengembangan Bisnis Digital Menggunakan Metode Blue Ocean Strategy.” Economics Studies 3(2):467–73. https://doi.org/10.29313/bcses.v3i2.8805
[13] Narullia, Dwi, Sheila Febriani Putri, Fitri Purnamasari, Dhika Maha Purti, Yana Respati Dewi, and Nila Cahayati. 2021. “Sosialisasi Red Ocean Strategy Dan Blue Ocean Strategy Sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing Ukm Mahasiswa Di Kota Malang.” J-ABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1(7):1453–62. doi: 10.53625/jabdi.v1i7.671.
[14] Porter, M. E. (2008). On competition. Harvard Business School Press.
[15] Hitt, M. A., Ireland, R. D., & Hoskisson, R. E. (2020). Strategic management: Competitiveness and globalization (13th ed.). Cengage Learning.
[16] Kim, W. C. & Mauborgne, R. (2015). Blue Ocean Strategy: How to create uncontested market space and
make the competition irrelevant. Boston: Harvard School Publishing.
[17] Kotler, P., Keller, K. L., Ang, S. H., Tan, C. T., & Leong, S. M. (2021). Marketing management: an Asian
perspective. Singapore: Pearson Education.
[18] Kim, W. C., & Mauborgne, R. (2015). Blue ocean strategy, expanded edition: How to create uncontested market space and make the competition irrelevant. Harvard Business Review Press.
[19] Kim, W. C., & Mauborgne, R. (2017). Blue ocean shift: Beyond competing – Proven steps to inspire confidence and seize new growth. Hachette Books.
[20] Ries, E. (2011). The lean startup: How today’s entrepreneurs use continuous innovation to create radically successful businesses. Crown Business.
[21] Nadzir, Tusi Ahmad, and Haryanto Agus. 2015. “Evaluasi Desain Kandang Ayam Broiler Di Desa Rejo Binangun, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur.” Jurnal Teknik Pertanian Lampung 4:255–66.
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













