Pengaruh Fleksibilitas Kerja terhadap Keseimbangan Hidup dan Komitmen Generasi Milenial dan Gen Z

Fleksibilitas Kerja
Ilustrasi Businessman (Sumber: MMI)

Perkembangan teknologi dan perubahan cara kerja membuat banyak perusahaan mulai menerapkan sistem kerja yang lebih fleksibel.

Berbicara tentang tantangan dan peluang tenaga kerja dalam era globalisasi, tidak dapat lepas dari perubahan lingkungan, karena perubahan lingkungan akan menuntut perubahan yang sangat besar dan mendasar terhadap cara hidup dalam berbagai tatanan organisasi yang mencakup antara lain: para karyawan, manajer dan pemimpin organisasi yang selalu harus berjuang untuk menyesuaikan diri dengan pengaruh perubahan yang sangat pesat dan penuh ketidakpastian (Arvian and Surya, 2020).

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Generasi Z tidak pernah membatasi aktivitas dan ruang lingkup mereka antara dunia nyata dengan dunia digital (Sekar Arum et al., 2023). Sedangkan Generasi milenial punya daya imajinasi dan kreatif serta terampil memecahkan masalah (Arvian and Surya, 2020).

Fleksibilitas kerja berarti karyawan memiliki kebebasan dalam mengatur waktu, tempat, dan cara mereka bekerja, selama target pekerjaan tetap tercapai. Bagi generasi milenial dan generasi Z, hal ini menjadi hal yang sangat penting karena mereka lebih menghargai keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan dibandingkan hanya sekadar gaji tinggi atau jabatan.

Baca juga: Otomatisasi Industri menjadi Ancaman Nyata atau Tantangan bagi Pekerja Indonesia

Fleksibilitas kerja pada dasarnya merupakan kebebasan yang diberikan kepada karyawan untuk mengatur waktu, tempat, dan cara mereka bekerja selama target dan tanggung jawab pekerjaan tetap terpenuhi. Tingkat fleksibilitas yang tinggi justru berperan dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis (Aritonang and Putri, n.d.).

Bagi generasi milenial dan generasi Z, fleksibilitas ini bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan penting yang memengaruhi kesejahteraan dan motivasi kerja mereka. Pentingnya memperhatikan aspek kepribadian dan motivasi dalam konteks manajemen sumber daya manusia, terutama ketika mengelola tim yang dominan terdiri dari Generasi Z (Putri, 2024).

Mereka cenderung lebih menghargai keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan (work-life balance) dibandingkan dengan sekadar mengejar gaji tinggi atau jabatan prestisius.

Dengan adanya fleksibilitas kerja, karyawan dapat mengatur waktu mereka secara lebih efektif antara pekerjaan, keluarga, dan kegiatan pribadi lainnya, sehingga tingkat stres dapat berkurang dan kepuasan hidup meningkat.

Fleksibilitas kerja membantu generasi muda mengatur waktu mereka dengan lebih baik. Fleksibilitas kerja juga memainkan peran penting dalam membangun loyalitas dan retensi karyawan (Arvian and Surya, 2020).

Fleksibilitas kerja bukan hanya sekadar bentuk kebebasan dalam mengatur waktu dan tempat kerja, tetapi juga mencerminkan transformasi nilai dalam hubungan kerja modern (Pamungkas and Wartini, n.d.).

Mereka bisa membagi waktu untuk bekerja, beristirahat, bersosialisasi, dan mengembangkan diri tanpa merasa terbebani. Merupakan sejauh mana karyawan merasa dapat menyeimbangkan tanggung jawab profesional dengan kebutuhan pribadi dan sosialnya.

Hal-hal seperti: ketidaktersediaan waktu istirahat dan rekreasi yang cukup, terganggu oleh pekerjaan diluar jam kerja dan kebijakan organisasi yang tidak mendukung fleksibilitas kerja dapat menjadi penyebab stres berlebih, kelelahan emosional dan gangguan hubungan interpersonal dalam kehidupan pribadi (Kasaga, n.d.).

Kondisi ini membuat tingkat stres berkurang dan kepuasan kerja meningkat. Stres kerja memiliki kaitan yang erat dengan keseimbangan kehidupan kerja (Kasaga, n.d.). Ketika karyawan merasa hidupnya seimbang, mereka akan lebih bersemangat dan produktif dalam bekerja.

Selain itu, mereka juga merasa dihargai oleh perusahaan yang memberikan kepercayaan dan kebebasan, sehingga muncul rasa loyalitas dan komitmen yang lebih tinggi. Temuan memperlihatkan bahwa kinerja karyawan digerakan secara relevan oleh lingkungan kerja (Deva et al., 2022).

Bagi generasi milenial dan gen Z, fleksibilitas bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap kepercayaan diri dan tanggung jawab. Menurut (Nusi et al., 2023) pekerja mencari tempat yang nyaman dan dapat menfasilitasi pekerja sehingga meningkatkan produktivitas kerja. Mereka ingin bekerja dengan cara yang sesuai dengan gaya hidup dan kemampuan mereka.

Menurut (Triyanto et al., 2024) Generasi Milenial dan Gen Z sering menekankan  pentingnya keseimbangan kerja-hidup dalam mencapai kepuasan hidup dan kepuasan  kerja. Dengan fleksibilitas kerja, mereka merasa lebih bebas berkreasi dan berinovasi. fleksibilitas kerja berpengaruh positif pada  keseimbangan kerja-hidup dan komitmen organisasi pada generasi Milenial dan Gen Z (Triyanto et al., 2024).

Namun, di sisi lain, perusahaan tetap perlu menjaga komunikasi dan kerja sama antarpegawai agar suasana kerja tetap harmonis meskipun banyak yang bekerja dari tempat berbeda. Selain komunikasi, kerjasama tim merupakan hal yang penting bagi  perusahaan terutama menyangkut permasalahan kinerja karyawan (Andrean, n.d.).

Kerjasama tim merupakan aspek kunci dalam kehidupan manusia yang memungkinkan mereka untuk mencapai tujuan bersama (Bantam et al., 2024).

Secara keseluruhan, fleksibilitas kerja memberikan dampak positif terhadap keseimbangan hidup dan komitmen generasi milenial serta gen Z. Fleksibilitas kerja dan dukungn organisasi menjadi salah satu faktor dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat secara mental bagi generasi Z di Indonesia (Aritonang and Putri, n.d.).

Ketika perusahaan mampu menyediakan sistem kerja yang fleksibel dan saling percaya, karyawan akan lebih puas, setia, dan termotivasi untuk berkontribusi lebih baik.

Fleksibilitas memiliki peran strategis dalam menjaga keterlibatan karyawan (employee engagement), terutama ketika digabungkan dengan faktor-faktor lain seperti: iklim kerja yang suportif dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan (Pamungkas and Wartini, n.d.).

Dengan begitu, fleksibilitas kerja bukan hanya menguntungkan karyawan, tetapi juga membantu perusahaan membangun lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan di masa depan.

 

Referensi

Andrean, L., n.d. PROGRAM STUDI MANAJEMEN KONSENTRASI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA.

Aritonang, R.A.P., Putri, R.K., n.d. Pengaruh Flexible Working Arrangement Dan Perceived Organizational Support Terhadap Psychological Well-Being Pada Karyawan Generasi Z Di Indonesia.

Arvian, A., Surya, R., 2020. TEMPAT BEKERJA DAN TINGGAL UNTUK KAUM MILENIAL. J. Sains Teknol. Urban Peranc. Arsit. Stupa 1, 1413. https://doi.org/10.24912/stupa.v1i2.4449

Bantam, D.J., Febryanto, R.D., Bilnadzari, Y., Wijaya, A., 2024. STRATEGI DALAM MENINGKATKAN KERJASAMA TIM DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN.

Deva, R., Fauzi, A., Kartika Dewi, C., Ramadhani, R., Alianissa, R., Gavirania Maharani, V., Wulandari, W., 2022. Pengaruh Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, dan Budaya Kerja Terhadap Career Path. J. Ilmu Multidisplin 1, 689–704. https://doi.org/10.38035/jim.v1i3.96

Kasaga, M., n.d. Stres Kerja: Perspektif Baru dalam Dunia Kerja.

Nusi, S.H., Nilotama, S.K.L., Joedawinata, A., 2023. (STUDI KASUS: HOTDESK GOWORK PONDOK INDAH) 6.

Pamungkas, F.G., Wartini, S., n.d. Fleksibilitas Kerja dalam Kajian SDM.

Putri, P.K., 2024. GEN Z DI DUNIA KERJA: Kepribadian dan Motivasi Jadi Penentu Produktivitas Kerja. Akad. J. Mhs. Ekon. Bisnis 4, 30–38. https://doi.org/10.37481/jmeb.v4i1.650

Sekar Arum, L., Amira Zahrani, Duha, N.A., 2023. Karakteristik Generasi Z dan Kesiapannya dalam Menghadapi Bonus Demografi 2030. Account. Stud. Res. J. 2, 59–72. https://doi.org/10.62108/asrj.v2i1.5812

Triyanto, A., Abduh, H., Warto, W., Firdaus, V., 2024. PENGARUH FLEKSIBILITAS KERJA TERHADAP KESEIMBANGAN HIDUP DAN KOMITMEN GENERASI MILENIAL SERTA GEN Z. J. Ilm. Manaj. Ekon. Akunt. MEA 8, 3049–3056. https://doi.org/10.31955/mea.v8i3.4850

 


Penulis: Ardha Pramudita Swadana
Mahasiswa Magister Manajemen, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses