Pentingnya Pendidikan Wawasan Kebangsaan untuk Generasi Muda

Kebangsaan
Ilustrasi: pixabay.com

Wawasan kebangsaan dapat diartikan sebagai cara pandang kesadaran diri sebagai warga suatu negara tentang dirinya dan lingkungannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wawasan kebangsaan mengatur bagaimana suatu negara menggunakan kondisi geografis, sejarah, sosial budaya, ekonomi, dan politik, serta keamanan dan pertahanan, untuk mencapai tujuan dan melindungi kepentingan nasional.

Perspektif kebangsaan menentukan posisi suatu negara dalam berhubungan dengan negara lain dalam kaitannya dengan negara lain di seluruh dunia.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca Juga: Wawasan Kebangsaan: Pengembangan SDM Sejak Dini dengan Menanamkan Nilai Pancasila

Wawasan kebangsaan mencakup komitmen dan semangat persatuan untuk menjamin peningkatan kualitas hidup bangsa, dan diperlukan pengetahuan yang memadai tentang tantangan masa kini dan masa depan, serta potensi bangsa.

Generasi muda harus mampu menjadi pemimpin dalam implementasi nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tidak mudah mewujudkan tekad untuk memahami wawasan kebangsaan, namun dalam waktu dekat, wawasan kebangsaan Indonesia mutlak akan dihayati dan diwujudkan oleh kita sebagai orang dewasa dan anak-anak kita bekerjasama dengan seluruh elemen bangsa demi kemajuan bangsa, keutuhan, dan persatuan bangsa Indonesia.

Pancasila merupakan landasan hidup berbangsa dan bernegara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berakar kuat dalam budaya daerah Indonesia. Kita perlu memupuk dan mengembangkan di kalangan generasi muda rasa memiliki dan keyakinan untuk menjadi bagian integral dari bangsa kita.

Pengenalan yang lebih mendalam tentang berbagai adat istiadat, kelebihan dan kekurangan masyarakat kita, lagu daerah, lagu dan tarian daerah, sastra daerah, flora dan fauna, dan sumber daya alam diperlukan.

Perlu juga dipahami humaniora dan historiografi peristiwa daerah dan nasional di Indonesia. Serta tantangan yang dihadapi bangsa pada abad ke-21 di bidang ekonomi, budaya, IPTEK, kehidupan keluarga, dan biografi pahlawan.

Selanjutnya diperlukan pemahaman tentang peran masyarakat Indonesia dalam upaya kemanusiaan dan perdamaian internasional. Kontribusi Indonesia pada dunia olahraga dan seni merupakan upaya yang dapat dilakukan dengan berbagai cara yang relevan untuk melaksanakan pembinaan tersebut di atas di sekolah dan di keluarga.

Caranya antara lain membaca buku, mendengarkan musik, dan menyelenggarakan festival, kompetisi, eksplorasi, seminar, lokakarya, dan kegiatan spiritual. Kemudian ada kegiatan di bidang seni, sastra, dan sains untuk memperingati hari besar nasional atau acara khusus lainnya.

Baca Juga: Pancasila sebagai Kontrol Generasi Z dalam Menghadapi Degradasi Moral di Era Globalisasi

Metode ini dapat digunakan secara informal di rumah. Sedangkan di sekolah, metode tersebut dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan kokurikuler dan ekstra kurikuler yang dilaksanakan secara sistematis dan sistemik, berjenjang mulai dari pendidikan kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Wawasan kebangsaan yang lebih dalam dapat diartikan sebagai cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri sendiri dan lingkungannya. Dan bagaimana kita mengekspresikan kebangsaan kita dalam lingkungan yang bergejolak dengan cepat.

Wawasan kebangsaan diperlukan tidak hanya agar bangsa dapat mewujudkan jati dirinya, tetapi juga agar bangsa dapat mengembangkan perilaku sebagai bangsa yang meyakini nilai-nilai sejatinya. Implikasi strategis pembinaan wawasan kebangsaan harus diterapkan di sini.

Dengan demikian, konsepsi kebangsaan kita tentang konsep wawasan kebangsaan mengarah pada totalitas ekspresi. Sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, kita harus melampaui cita-cita dan mewujudkannya.

Selanjutnya, semboyan yang sangat penting adalah “Bhinneka Tunggal Ika”, yang intinya berarti kewajiban untuk menghormati perbedaan yang ada, baik itu agama, ras, suku, maupun antar golongan. Toleransi warga negara dengan demikian diperlukan untuk tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tanpa sikap toleransi yang tinggi dalam segala manifestasinya, nampaknya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merupakan harga mati akan sulit dilakukan.

Kemauan dan kemampuan untuk menerima adanya berbagai perbedaan harus dipupuk dan dikembangkan agar tujuan bersama bangsa dapat terwujud. Lebih jauh lagi, setiap orang memahami bahwa perbedaan atau keberagaman adalah suatu keniscayaan, yaitu sesuatu yang tidak dapat dipungkiri.

Setiap warga negara di negara dengan keragaman budaya bangsa harus memahami Bhinneka Tunggal Ika. Tanpa pemahaman tersebut, akan sulit mentransformasi keragaman budaya bangsa menjadi potensi Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk menjaga keutuhannya.

Baca Juga: Memaknai Arti Penting Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Ada tiga konsep kebhinekaan yang harus dipahami oleh generasi muda saat ini:

1. Rasa Persatuan Bangsa

Pemahaman terhadap bangsa Indonesia, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Hal ini tercermin dalam perilaku saling menghormati, dan menghargai keberagaman.

2. Pengetahuan Kebangsaan

Secara khusus pengertian Indonesia sebagai bangsa dan negara yang merdeka dan berdaulat sebagai satu kesatuan yang utuh. Dengan rasa cinta tanah air dan rasa tanggung jawab untuk membangun bangsa.

3. Kebanggaan Nasional

Digunakan untuk memperkuat jiwa kebangsaan pada diri anak bangsa dalam semangat nasionalisme dan kesetiakawanan sosial. Sehingga memiliki makna hidup berbangsa atau bernegara, rasa senasib, dan tanggung jawab.

Selanjutnya, patriotisme ditanamkan pada setiap anak bangsa, agar bangsa Indonesia secara keseluruhan memiliki tekad, semangat, sikap, dan perilaku yang mencerminkan rasa tanggung jawab terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Penulis: Nanik Retnowati
Mahasiswa Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Agama Islam (PJJ PAI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI