Memaknai Arti Penting Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Nilai Pancasila

Degradasi moral merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan kualitas tingkah laku seseorang menuju arah yang negatif.

Pada zaman sekarang ini banyak ditemui kasus-kasus yang melibatkan anak-anak dibawah umur hingga orang dewasa misalnya seperti perundungan, pelecehan seksual, perkelahian, penyalahgunaan narkoba, penipuan, nepotisme, perjudian, hingga pembunuhan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Bagaimana mencegahnya?

Bacaan Lainnya
DONASI

Indonesia merupakan negara yang berlandaskan Pancasila. Pancasila sebagai sebuah falsafah,tumpuan, dasar, pegangan hidup bertujuan mengontrol setiap perilaku individu agar sesuai norma” yang berlaku di masyarakat dan mencegah perilaku menyimpang.

Dalam hal ini Pancasila memiliki peran yakni sebagai sumber dari segala hukum dan dapat diartikan kedudukan Pancasila “tinggi”.

Ketika sebuah negara tidak memiliki landasan yang mengatur kehidupan setiap warga negaranya maka negara tersebut mudah sekali tergoyah. Baik itu disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal.

Faktor internal contohnya ialah masyarakat negara itu sendiri, sedangkan faktor eksternal ialah pihak-pihak luar yang mencoba memecah belah negara dengan melakukan serangan dalam bentuk ideologis maupun secara fisik.

Baca juga: Wawasan Kebangsaan: Pengembangan SDM Sejak Dini dengan Menanamkan Nilai Pancasila

Pancasila hadir dan ada sebagai tameng negara. Nilai-nilai Pancasila amatlah penting ditanamkan sedari dini. Pada tingkat perguruan tinggi telah diatur ke dalam UU No 12 tahun 2012 Pasal 35 ayat 5 yang berbunyi “Kurikulum pendidikan wajib memuat mata kuliah pendidikan agama, pendidikan Pancasila, pendidikan kewarganegaraan, dan bahasa Indonesia.

Dari situ lah kita memahami bahwa tujuan negara membentuk undang-undang tersebut yakni pendidikan Pancasila tidak hanya diberikan pada jenjang sekolah dasar saja, namun juga di perguruan tinggi.

Sudut pandang setiap individu mengenai Pancasila berbeda-beda. Ada yang bilang bahwa nilai-nilai Pancasila sudah biasa dan tidak perlu diulang kembali. Namun pada faktanya beberapa generasi muda saat ini bahkan lupa sila-sila Pancasila.

Jika saja nilai-nilai Pancasila terlupakan, apa jadinya negeri ini?. Lama kelamaan generasi muda sekarang semakin menjauh dari nilai-nilai tersebut dan menyebabkan negara kehilangan jati dirinya.

Berkaca dari perjuangan para pahlawan zaman kemerdekaan, mereka memerlukan waktu yang lama untuk bisa merumuskan sebuah falsafah yang kita sebut dengan “Pancasila”.

Menurut Mohammad Yamin Pancasila berasal dari kata panca yang berarti lima dan sila yang berarti sendi, asas, dasar, atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik.

Selain Mohammad Yamin, Pancasila menurut Ruslan Abdul Ghani yakni “Filsafat negara yang tercipta untuk menjadi ideologi kolektif demi kesejahteraan rakyat dan bangsa Indonesia itu sendiri”.

Dari kedua pemikiran tokoh tersebut dapat disimpulkan bahwa Pancasila memanglah suatu dasar negara yang dibentuk dan difungsikan sebagai alat untuk mengatur tingkah laku setiap individu.

Sebagai generasi muda, kita perlu tahu bahwa mempelajari nilai-nilai Pancasila banyak manfaatnya. Berdasarkan realitanya, banyak tantangan yang menyelimuti eksistensi Pancasila. Berikut ini merupakan tujuan mempelajari dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari :

  1. Mengontrol tingkah laku individu dalam lingkup keluarga, masyarakat, dan sekolah
  2. Mengembangkan karakter berbudi luhur yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan
  3. Mempersiapkan diri agar mampu berpikir lebih kritis terhadap fenomena sosial di sekitarnya
  4. Menjadi agent of change di tengah era 4.0
  5. Mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi
  6. Menghargai perbedaan seperti suku, ras, agama, dan antar golongan
  7. Menghargai fasilitas umum yang diberikan pemerintah dengan merawat sebaik-baiknya
  8. Berpikir rasional dalam memecahkan suatu permasalahan
  9. Menjadi pribadi yang memiliki rasa nasionalisme terhadap negara
  10. Menjalankan kewajiban sebagai warga negara dengan baik dan benar
  11. Berani menyampaikan pendapatnya dalam forum umum
  12. Berani mengakui kesalahan dan tidak mengkambing hitamkan orang lain
  13. Menjunjung tinggi semangat persatuan dan gotong royong

Baca juga: Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Masyarakat di Era Globalisasi

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara nyatanya tidak selalu berjalan mulus. Banyak dijumpai kasus-kasus yang bertujuan menggulingkan NKRI. Melihat dari peristiwa lampau yakni pada awal kemerdekaan, terdapat satu kasus yang menjadi perhatian dari seluruh pihak.

Kasus tersebut merupakan usaha penggulingan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara oleh sekelompok organisasi yang bernama PKI dengan ketua D. N. Aidit. Ia ingin mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis seperti yang dianut oleh negara Uni Soviet.

Isu-isu kembalinya komunisme di Indonesia kini hangat diperbincangkan oleh berbagai pihak. Tentunya hal tersebut memunculkan reaksi penolakan dan sangat mengganggu kehidupan masyarakat Indonesia.

Di sisi lain terdapat tanggapan bahwa isu tersebut hanyalah alat yang digunakan oleh sekelompok orang tidak bertanggung jawab yang ingin memantik api perpecahan bangsa.

Pancasila merupakan suatu landasan yang paten dan tidak dapat diubah oleh siapa pun. Tidak ada ideologi yang mampu mengganti Pancasila. Pernyataan tersebut rupanya telah tertuang pada Pasal 37 UUD 1945 yang menyatakan “Jika isi dari UUD 1945 dapat diubah kecuali bentuk NKRI”.

Disamping pernyataan bahwa Pancasila itu paten, Pancasila merupakan ideologi terbuka. Artinya Pancasila bersifat relatif mengikuti arus perkembangan zaman.

Penulis: Victoria Indira Diva Reswara
Mahasiswi Pendidikan IPS, Universitas Negeri Yogyakarta

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI