Peran Tenaga Farmasi dalam Pengelolaan Obat dan Swamedikasi Penyiapan Obat Mandiri dalam Sistem Tanggap Bencana

Farmasi Pengelolaan Obat Mandiri

Tim dosen dan mahasiswa Akademi Farmasi Surabaya yang bekerja sama dengan narasumber dari BPBD Provinsi Jawa Timur yakni kepala seksi kedaruratan bencana melakukan kegiatan SOSIALISASI PERAN TENAGA FARMASI DALAM PENGELOLAAN OBAT DAN SWAMEDIKASI PENYIAPAN OBAT MANDIRI SEBAGAI BENTUK UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN INDIVIDU DAN KOMUNITAS DALAM SISTEM TANGGAP BENCANA.

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan secara daring dengan zoom meeting. Kegiatan penyuluhan ini ditujukan kepada mahasiswa akademi farmasi Surabaya dan masyarakat umum, yang dihadiri oleh 141 peserta.

Baca Juga: Akademi Farmasi Surabaya Gencarkan Gerakan Edukasi Lindungi Diri, Keluarga dan Masyarakat dengan Vaksinasi Covid – 19

Bacaan Lainnya
DONASI

Melalui sosialisasi ini yang merupakan salah satu integrasi mata kuliah ilmu kesehatan masyarakat yang memberikan informasi terkait informasi jenis-jenis bencana, pengelolaan obat dan perbekalan farmasi dalam tanggap bencana, dan informasi jenis obat-obat yang harus diketahui oleh farmasi (apoteker dan tenaga teknis kefarmasian). Informasi ini sangat mendukung peran farmasi yang merupakan salah satu bagian penting dalam sistem tanggap bencana.

Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana yang saat ini digalakkan oleh pemerintah melalui BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Pemahaman mengenai jenis-jenis bencana, antisipasi dan manajemen individu maupun komunitas dalam menyikapi dampak dari kejadian bencana termasuk kondisi krisis kesehatan yang dialami saat bencana. Melalui upaya pemberian informasi mengenai kesiapsiagaan bencana, penyiapan pengobatan mandiri oleh masyarakat sebagai bentuk pencegahan terjadinya krisis kesehatan yang mengancam jiwa dan munculnya masalah kesehatan yang terjadi akibat terjadinya bencana.

Peran di bidang Farmasi khususnya apoteker beserta TTK (tenaga teknis Kefarmasian) dalam penanggulangan bencana terdiri dari penanganan pra, saat, dan pasca bencana. Peran Farmasi saat pra-bencana adalah memprediksi penyakit yang umum terjadi saat banjir, menyiapkan obat sesuai dengan prediksi penyakit, menyiapkan buffer stock di apotek terdekat dari wilayah langganan banjir, bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain dengan membentuk ambulans keliling atau apotek bergerak (Bell dan Daniel, 2014).

Baca Juga: Dosen Akfar Surabaya Beri Penyuluhan Olahan Probiotik Peningkat Imun dalam Masa Pandemi Covid-19

Saat terjadi bencana, tenaga Farmasi (apoteker dan tenaga teknis kefarmasian) bertanggung jawab atas ketersediaan obat serta memastikan penggunaannya sudah tepat (Alkhalili, et al., 2017; Setyarini et al., 2020). Penyuluhan ini berisi pemberian informasi terkait kesiapsiagaan dan pemberian informasi terkait pengelolaan dan penyiapan pengobatan mandiri dan serta pentingnya tas siaga bencana sebagai bentuk kesiapsiagaan bencana.

Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi seluas-luasnya dan pemahaman tentang pentingnya pemahaman bencana dan penyiapan pengobatan mandiri sebagai bentuk upaya meningkatkan kemandirian individu dalam tanggap bencana.

Peran farmasi dalam sistem tanggap bencana diantaranya Pengelolaan obat dan alat kesehatan dalam kondisi Bencana, Penyiapan obat dan perbekalan kesehatan berdasarkan tingkat pelayanan kesehatan, edukasi mengenai pencegahan penyakit pada bencana alam dan non -alam.

Edukasi terkait persiapan mandiri masyarakat terhadap obat-obat yang biasa digunakan perlu dilakukan mengurangi risiko kesulitan obat dan tidak terkontrolnya penyakit komorbid masyarakat saat terjadi bencana di pengungsian.

Persiapkan obat dan alat kesehatan sesuai kondisi kesehatan masing-masing individu. Obat-obatan sesuai dengan penyakit yang diderita masing-masing individu (Obat anti hipertensi, anti diabetes, asma, dll. sesuai kondisi individu). Masker dan hand sanitizer.

Baca Juga: Penerapan Bilangan Reproduksi Dasar dari Model Matematika Covid-19 untuk Menerapkan Protokol Kesehatan Masyarakat Surabaya

Ada pula tas siaga bencana, bencana yang harus selalu digalakkan agar masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan jika sewaktu-waktu ada bencana menimpa khususnya di daerah rawan bencana, dan hal ini dapat dilakukan pada mahasiswa farmasi dan tenaga farmasi lainnya.

apt. Iin Ernawati, S.Farm., M. Farm., Klin
apt. Silfiana Nisa P., S.Farm., M.M.
Dosen Pendamping KPM
Mahasiswa Akademi Farmasi Surabaya  

Editor: Diana Pratiwi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI