Perang Strep dalam Menangani Cyclone Horold di Vanuatu Tahun 2020

Perang Strep dalam Menangani Cyclone Horold di Vanuatu Tahun 2020
Sumber: legacy.savethechildren.net

Topan Horold merupakan bencana alam (alami) yang terbentuk akibat gangguan tekanan rendah di laut koral pada awal April 2020. Menurut laporan Bureuu of Meterology Australia (Bom 2020), badai ini berkembang cepat menjadi kategori 5 pada skala saffiri sipaon dengan kecepatan angin mencapai 270 km/jam, sebelum menghantam wilayah Utara dan Tengah Vanuatu pada 6–7 April 2020.

Walaupun merupakan fenomena alam, aktivitas manusia berperan memperparah intensitasnya. Pemanasan global yang disebabkan oleh peningkatan rumah kaca membuat suhu permukaan laut di samudra Pasifik meningkat signifikan. Hal ini memperkuat energi pembentukan badai tropis.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Studi iklim menunjukan bahwa badai kategori tinggi kini lebih sering di kawasan Pasifik akibat perubahan iklim global. Dampak topan Horold ini sekitar 65% populasi Vanuatu terdampak langsung dengan hampir seperempat penduduk termasuk sekitar 340.000 anak-anak menjadi pengungsi akibat kerusakan rumah dan fasilitas umum. 27 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka, lebih dari 17.000 rumah rusak berat, sementara ribuan lainnya hancur total.

Terutama di Provinsi Sanma, sekitar 60% fasilitas pendidikan dan 20 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan parah. Krisis pangan dan air bersih, topan Horold menghancurkan lahan pertanian, menyebabkan gagal panen di wilayah Espritu Santo dan Pentecot. Sumber air minum tercemar oleh banjir dan reruntuhan bangunan, memicu krisis air bersih dan penyakit kulit.

Dampak sosial dan psikologi, ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, anak-anak mengalami trauma psikologis serta kesulitan mengakses pendidikan karena sekolah hancur.

Sekitar 65% populasi Vanuatu terdampak langsung dengan hampir seperempat penduduk termasuk sekitar 34.000 anak-anak menjadi pengungsi, kerusakan rumah dan fasilitas umum memperburuk kondisi oleh pandemi covid 19 yang membatasi penyaluran bantuan internasional.

Tantangan yang muncul penanganan bencana topan Horold diharapkan kerjakan infrastruktur dasar, jaringan listrik, komunikasi dan transportasi hancur menghambat koordinasi bantuan kemanusiaan ke daerah terpencil. Keterbatasan sumber daya nasional, pemerintah Vanuatu memiliki kapasitas fiskal dan logistik terbatas sehingga pemulihan sangat bergantung pada bantuan internasional.

Krisis ganda badai dan pandemi covid 19, bencana terjadi bersama dengan pandemi memperulit akses bantuan karena kebijakan pembatasan perjalanan.

Kerentanan lingkungan dan sosial, struktur rumah tradisional yang tidak tahan badai serta degradasi ekosistem pesisir memperbesar dampak kerusakan. Ketimpangan sosial juga memperhambat pemulihan yang merata yang tersebar luas membuat koordinasi dan penjangkauan bantuan menjadi tantangan logistik besar.

Perang Strep melalui kebijakan yang dikeluarkan, pemulihan pasca bencana melalui program pasca wasteplusi, Strep memfasilitasi proyek kebersihan limbah bencana yang dihasilkan dari topan Horold di sembilan komunitas di Vanuatu. Proyek ini fokus pada pengumpulan dan pembuangan limbah rumah tangga, lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Pelatihan komunitas, Strep menyelenggarakan pelatihan bagi masyarakat lokal terkait penanganan limbah bencana, pengolahan data limbah dan kesiapan mengatur tata kelola limbah bencana secara sistematis agar lebih siap menghadapi kejadian serupa di masa mendatang.

Program paswaste plus program ini adalah inisiatif yang didanai oleh Uni Eropa dan dilaksanakan oleh Strep untuk meningkatkan pengolahan limbah dan pencemaran secara berkelanjutan dan efektif negara-negara kepulauan Pasifik termasuk Vanuatu.

Tujuan utama program ini adalah mengatasi dampak limbah dan populasi terhadap kesehatan masyarakat, ekosistem alam, ketahanan pangan, perubahan iklim dan pembangunan sosial ekonomi di kawasan Pasifik.

 

Penulis: Mariana Ledomina Baransano
Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional, Universitas Cenderawasih

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses