Realitas pahit yang dihadapi banyak warga Indonesia adalah beban penyakit kronis yang tidak kunjung usai.
Banyak penderita penyakit ini yang telah menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan biaya bertahun-tahun untuk berobat ke berbagai fasilitas, namun kesembuhan yang diharapkan tak kunjung tiba.
Di tengah dilema ini, klinik terapi kesehatan asal Korea Selatan, Aina, meluncurkan sebuah inisiatif yang patut mendapat sorotan luas.
Dengan membuka program terapi gratis di beberapa lokasi di Indonesia, Aina memperkenalkan Smartron, sebuah perangkat terapi medis canggih yang kehadirannya sebagai alat fisioterapi yang dapat meningkatkan akses kesehatan di Indonesia.
Hal yang luar biasa adalah ketika sebuah perangkat berteknologi tinggi yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah disalurkan tanpa ada pungutan sepeser pun tetapi bisa membelinya juga.
Smartron bukanlah perangkat medis biasa. Alat ini merupakan hasil riset dan pengembangan (R&D) yang didukung oleh pemerintah Korea Selatan, yang menunjukkan komitmen serius terhadap inovasi kesehatan.
Baca Juga: Pemahaman Alat Fisioterapi Ultrasound untuk Pemulihan yang Optimal
Dengan rekam jejak penggunaan di 17 negara, Smartron membawa teknologi yang teruji ke Indonesia.
Perangkat Smartron dapat dibeli dengan nilai harga yang cukup tinggi dengan langsung datang ke lokasi layanan aina berada.
Mereka juga menyediakan terapi secara cuma-cuma bagi masyarakat yang datang langsung ke lokasi layanan.
Program ini tersedia 10 sesi setiap hari kerja, dengan durasi 30 menit per sesi yang mampu menampung 20 orang.
Meskipun mulanya dikembangkan untuk diabetes, efektivitas Smartron telah meluas.
Perangkat multifungsi ini kini terbukti bermanfaat juga dalam pemulihan pascastroke, meredakan nyeri sendi, hingga mengatasi keluhan sirkulasi dan pengapuran tulang.
Keberagaman fungsi ini menjadikan Smartron sebagai harapan bagi pasien yang sudah lama mencari solusi holistik.
Baca Juga: Penanganan Fisioterapi yang Perlu Dilakukan oleh Penderita Patah Tulang
Aina juga secara spesifik membatasi program terapi gratis ini untuk perempuan. Menurut Aina dan diperkuat oleh beberapa jurnal kesehatan, perempuan dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit, terutama komplikasi diabetes, akibat faktor hormonal dan gaya hidup.
Kehadiran Aina dan perangkat Smartron di Indonesia mengirimkan pesan yang kuat dan jelas: bahwa pemanfaatan teknologi canggih dan kualitas terapi premium tidak harus menjadi hak istimewa orang kaya.
Melalui layanan terapi cuma-cuma ini, Aina juga telah meniadakan biaya akses dan berhasil menetapkan standar baru tentang bagaimana komitmen sosial dapat berpadu dengan inovasi teknologi demi masalah masyarakat Indonesia saat ini.
Inisiatif Aina ini patut diapresiasi dan diharapkan menjadi inspirasi bagi perusahaan alat kesehatan lain untuk memprioritaskan aksesibilitas di garis depan misi bisnis mereka.
Penulis: Tsalitsatul Mu’arifah
Mahasiswa Prodi Fisioterapi, Universitas Airlangga
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













