Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pecinta sepak bola Indonesia mulai menjuluki Borneo Football Club (FC) Samarinda sebagai “Arsenal-nya Indonesia”. Julukan ini muncul karena klub berjuluk Pesut Etam tersebut sering tampil sangat baik sepanjang musim. Namun, pada akhirnya belum mampu meraih gelar juara. Perbandingan ini biasanya merujuk pada klub inggris Arsenal FC. Mereka sering tampil kompetitif tapi beberapa kali gagal meraih trofi pada momen penentuan.
Julukan tersebut sebenarnya muncul karena ekspektasi besar terhadap Borneo FC. Dalam beberapa musim terakhir di kompetisi Liga 1 Indonesia, Borneo FC selalu menjadi salah satu tim yang diperhitungkan. Mereka memiliki manajemen yang stabil dan pemain berkualitas. Contohnya, musim ini Borneo FC memiliki pemain berkualitas seperti Mariano Peralta dan Juan Villa Total 20 Goal. Juga 15 Assists yang sudah mereka persembahkan untuk Borneo FC dalam 24 game yang sudah dimainkan.
Baca juga: Mahasiswa, Sepak Bola, dan Ramadan: Menjaga Keseimbangan di Bulan Suci
Jika melihat perjalanan klub ini, sebenarnya Borneo FC bukanlah tim yang tanpa prestasi. Beberapa pencapaian penting yang pernah diraih, antara lain juara Liga Indonesia Divisi Utama 2014 yang membawa mereka promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional pula Juara Piala Gubernur Kaltim 2016. Selain itu, Pesut Etam juga tercatat dalam sejarah nasional persepakbolaan sebagai runner-up Piala Presiden sebanyak tiga kali (2017, 2022, 2024), Di mana ketiganya dikalahkan oleh Arema FC.
Prestasi lain yang cukup membanggakan terjadi pada musim Liga 1 2023/2024. Ketika Borneo FC berhasil menjadi juara Regular Series setelah tampil sangat dominan sepanjang musim. Namun harus gagal di perebutan juara sesungguhnya yaitu Championship Series yang melibatkan empat klub Indonesia yaitu Madura United, Bali United, Persib Bandung, dan Borneo FC Samarinda. Saat perebutan untuk melaju ke final, Borneo FC Samarinda harus takluk di tangan klub Madura United dengan (agg. 2-4). Dan Persib Bandung keluar sebagai juara Championship Series melawan Madura United dengan skor 3-1.
Musim ini pun Borneo FC kembali menunjukkan performa luar biasa. Mereka bahkan sempat mencatat 10 kemenangan beruntun di awal musim. Sebuah rekor baru di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Catatan tersebut membuat Borneo FC menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara musim ini.
Baca juga: 5 Alasan Mengapa Persikabo FC Bogor Menjadi Klub Sepak Bola yang Patut Diperhitungkan
Saat ini, persaingan menuju gelar juara masih sangat terbuka. Borneo FC berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan poin 53, terpaut sekitar empat poin dari Persib Bandung yang sudah mengoleksi 57 poin. Dengan sekitar 10 pertandingan tersisa, peluang bagi Borneo FC untuk mengejar gelar juara masih sangat besar.
Julukan “Arsenal-nya Indonesia” seharusnya tidak selalu dipandang sebagai kritik. Sebaliknya, julukan itu justru menunjukkan, bahwa Borneo FC adalah tim yang selalu berada dekat dengan gelar juara. Artinya, mereka sudah berada di level kompetitif yang tinggi.
Kini dengan sisa pertandingan yang masih cukup banyak, Borneo FC memiliki kesempatan besar untuk membuktikan, mereka bukan sekadar tim yang hampir juara. Jika Pesut Etam mampu menyalip Persib dan mengangkat trofi di akhir musim, maka julukan tersebut mungkin akan hilang dengan sendirinya.
Dan jika Borneo FC harus mengakhiri kompetisi di peringkat kedua, maka julukan tersebut akan selalu melekat bagi tim Borneo FC Samarinda. Pada akhirnya, musim ini bisa menjadi momentum penting bagi Borneo FC untuk menulis sejarah baru dalam dunia persepakbolaan Indonesia.
Penulis: Raehan Amardiyah
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer, Universitas Mulawarman
Dosen Pengampu: Marwah Ulwatunnisa, M.Pd.
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












