ABSTRAK
Bismillahirrahmaanirrahim Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad.
Batu Jatuk sendiri merupakan sebuah daerah dimana disitulah tempat wisata sekaligus sebagai tempat yang juga mempunyai sejarah mistis serta mempunyai banyak cerita didalamnya.
Batu jatuk merupakan sebuah peninggalan dari sejarah orang-orang jaman dahulu yang kemudian berkembang secara turun-temurun yang dimana diceritakan dari mulut ke mulut hingga menjadi sebuah tempat wisata dan cagar budaya disana.
Kata Kunci : Sejarah, Batu Jatuk, Cagar Budaya
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Cagar budaya didaerah Indonesia sudah sangat banyak sekali dan bahkan sangat jarang untuk kita ketahui. Maka dari itu kita juga seharusnya sebagai anak bangsa, harus memiliki sifat untuk peduli kepada budaya dan juga kesenian daerah kita agar itu itu semua tidak punah dan hilang ditelan zaman.
Walaupun untuk agama ada juga yang harus ditinggalkan demi kemaslahatannya, kita juga seharusnya mencintai dan bersyukur pada negeri ini karena banyaknya cagar budaya di bumi pertiwi kita ini atas berkat Allah S.W.T yang menjadikan negeri kita ini indah dan baik.
Termasuklah salah satunya cagar budaya Batu Jatuk didaerah desa Pantok yang sarat akan makna dan sejarahnya dan semoga tulisan ini menambah wawasan saya dan anda semuanya.
Baca juga: Kenalkan Sejarah Kota Surabaya, Mahasiswa Untag Gelar Incentive Tour “Mlaku-Mlaku Suroboyo”
Rumusan Masalah
- Apa itu Batu Jatuk?
- Bagaimana sejarah Batu Jatuk?
- Apa hal hal yang berkaitan dengan Batu Jatuk?
- Apa pesan dari Narasumber?
Tujuan Penelitian
- Untuk membuat karya Artikel individual
- Untuk memperkenalkan Batu Jatuk
- Untuk memperbanyak wawasan
Manfaat Penelitian
Saya sengaja membuat penelitian ini sendiri, karena saya juga suka melakukan penelitian seperti ini dan juga saya juga ingin melatih skill dan kemampuan saya dibidang tulisan dan penelitian serta saya juga ingin memperkenalkan wisata Batu Jatuk didaerah saya kepada kalian semua.
Metode Penelitian :Kuantitatif
Alat/Bahan Penelitian : Hp/Camera dan Tripod
Narasumber : Pak Nicholas (Warga) dan Pak Yanto (Kades Desa Pantok)
BAB II PEMBAHASAN
- Apa itu Batu Jatuk ??
Bismillahirramhmanirrahim Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad
Dalam bahasa dayak “Jatuk” berarti jatuh, yang berarti dalam penamaan kepada Batu Jatuk ini adalah bahwasannya batu ini pernah jatuh dari tempat tinggi menuju tempat yang lebih rendah
Batu Jatuk sendiri adalah sebuah tempat wisata yang dimana disana banyak sekali batu-batu besar dan air deras serta dingin dan jernih karena berasal dari air mata pegunungan.
Memang tidak terlalu jauh sebuah diversitas antara bahasa Dayak terutama Dayak Ahe dengan bahasa Indonesia dalam penamaannya dan Batu Jatuk sendiri mempunyai sebuah penamaan yang sesuai dengan cerita dan sejarahnya.

Baca juga: Tempat Wisata Sejarah di Kota Surakarta
- Bagaimana sejarah Batu Jatuk
Batu Jatuk dulunya berada diatas Riam/air terjun yang dimana bentuknya juga bulat dengan diameter 2-3 seperti kata kepala desa disana yaitu Pak Yanto.
Hingga kemudian batu itu jatuh dari atas kebawah karena banjir pada tahun 2004 dan jatuh sampai belasan meter yang kemudian batu tersebut jatuh kebawah dan membuatnya tenggelam dan hanya bisa dilihat pada saat musim kemarau.
Batu Jatuk juga memiliki diameter 2-3 meter yang dimana batu ini memiliki bentuk yang tidak biasa diantara batu batu lainnya yaitu batunya berbentuk bulat seperti bola dan batu ini jatuh juga diketahui melalui mimpi dari orang orang dahulu yang berdasarkan fakta lapangan.
Berdasarkan wawancara yang saya lakukan kepada Pak Nicholas adalah bahwasannya ditempat batu jatuk ini jangan sampai berbuat hal hal tak senonoh atau berbuat cabul.
Adapun pendapat Pak Kades yaitu Pak Yanto, beliau berkata jangan sampai berbuat hal-hal cabul dan membuat acara besar tanpa ijin dengan penunggunya. Dampak pelaku yang melakukan cabul dan acara besar akan mendapatkan penyakit.
Hal tersebut membuat suatu kontradiktif antara manusia dengan para jin disana dan menurut animismenya adalah akan terjadi hujan dan banjir yang besar.
Sehingga menurut saya hal ini merupakan hal yang bersifat normatif kultur yaitu jika kita melakukan hal tak senonoh karena itu merupakan sebuah penyimpangan.
Sebuah acara kolosal membuat kontradiktif dibidang agama karena secara agama adalah untuk tidak takut kepada mereka dan hanya takut kepada Allah SWT. Akan tetapi secara budaya hal ini tak disetujui oleh masyarakat disana karena adanya Perspektif yang berbeda antara agama dengan budaya dan adat.
Sehingga dalam hipotesis saya adalah selama tidak bertentangan dengan agama terutama Islam maka tidak mengapa dan jika tidak maka lebih baik ditinggalkan.
- Apa hal hal yang berkaitan dengan batu Jatuk ?
Sebelum kita masuk ke tempat wisata batu Jatuk, disana saya menemukan 2 objek bersejarah yaitu makam panglima naga dan Kaharingan/tempat sesajen.
“Sejauh ini tentang makam Panglima Naga disana saya masih kurang tahu dikarenakan masih belum mendapatkan informasi tentangnya.
Kaharingan merupakan sebuah tempat sesajen yang berupa timbangan atau neraca dan dimana itu sekarang hanya menjadi sebuah simbol dari cagar budaya, sejarah orang Dayak dan peninggalan Kerajaan Majapahit disana dimana posisinya berada tepat didekat tempat pembayaran tiket untuk masuk ke Batu Jatuk.
Dulunya Kaharingan itu merupakan sebuah tempat orang orang Dayak disini untuk melakukan ritual sesajen kepada mahluk halus atau kepada roh nenek moyang sekarang.
Benda atau objek tersebut hanya menjadi sebuah peninggalan sejarah dari saksi dari fungsi dari kaharingan tersebut serta juga didalam atau disekitar Kaharingan itu ada sebuah pusaka peninggalan dari kerajaan Majapahit yaitu sebilah keris dan pedang
Sedangkan Kaharingan itu masih digunakan untuk hal hal penting atau genting seperti jika terkena musibah, kekeringan dan lain-lainnya” Ujar pak kades yaitu pak Anto.
Untuk Kaharingan menurut saya juga sangat saya apresiasikan untuk dijadikan benda atau objek peninggalan sejarah sehingga kita anak bangsa tidak lupa akan budaya-budaya orang orang terdahulu kita.
Akan tetapi dalam permasalahan syariat adalah agar tidak digunakan untuk ritual syirik terutama untuk kami yang beragama Islam sebagai mana firman Allah SWT dalam ayat Al Quran Al-Baqarah ayat 21-22 yaitu :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ * الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: “Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (21) (Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap bagimu, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan (hujan) itu Dia hasilkan buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah sedang kamu mengetahui. (22) – (Q.S Al-Baqarah: 21-22).
Sehingga menurut saya pribadi saya juga senang dengan adanya Kaharingan ini karena saya sendiri juga sudah sering melihat benda tersebut saat saya masih SD dulu dan juga ini merupakan sebuah Objek peninggalan sejarah dan patut kita lestarikan agar anak cucu kita tidak lupa akan budayanya.
Baca juga: Mengenal Sejarah dan Peninggalan Mada’in Saleh Kota Kaum Tsamud yang Terkutuk
- Apa pesan dari para narasumber?
Akhir-akhir ini air air ditempat batu Jatuk juga mengering serta ikan ikan disana juga sedikit yang dimana ini dikarenakan pemanasan global dan pencarian ikan secara berlebihan dan perusakan ekosistemnya” ujar Pak Yanto. Pesan yang ingin Pak Yanto sampaikan adalah agar kita menjaga lingkungan dan ekosistem sekitar.

Sedangkan dari Pak Nicholas, dari wawancara kami berdua adalah tentang penyebab penyebab kecelakaan di batu Jatuk. Beliau mengatakan bahwasannya rata-rata penyebab kematian pengunjung disana adalah karena faktor fisik dan juga faktor penyakit Internal yang berbahaya jika dibawa kesana.

Salah satunya adalah penyakit gila babi yang dimana beliau sendiri mengatakan bahwasannya penyakit ini tidak boleh terkena air yang terlalu dingin apabila penyakit tersebut terjadi maka akan membuat penderitanya kejang-kejang dan meninggal.
Dan juga ada kasus orang yang meninggal karena terjepit dan terbentur oleh batu batu disana yang dikarenakan arus air yang kuat dan batu batu yang licin.
Sehingga dari penjelasan beliau, adalah bahwasannya agar kita untuk tidak memaksakan diri menuju ketempat liburan jika kita tidak sehat atau jika tidak maka akan ditakutkan akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan
BAB III
Kesimpulan
Dari pembahasan tentang batu Jatuk maka saya memberikan beberapa kesimpulan :
- Jagalah budaya dan ekosistem
- Jangan berbuat tak senonoh apalagi ditempat orang
- Toleransi
- Jaga keimanan dari kesyirikan (Islam)
- Hormati kepercayaan orang tanpa menjatuhkan iman dan agama
Alhamdulillah itu saja yang dapat saya sampaikan dari penelitian saya.
Saya berterima kasih kepada bapak saya dan abang saya yang telah membantu pembuatan dari video sampai saya membuat artikel ini.
Saya minta maaf kepada para pembaca jika ada salah dalam penulisan dan menyinggung perasaan kalian semua sehingga yang saya harapkan adalah kritik dan saran dari para pembaca karena saya masih perlu banyak belajar dan saya juga manusia biasa yang masih banyak dosa.
Sekian terima kasih kepada semuanya
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh Walhamdulillahirabbil alamin Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad
Penulis: Muhammad Shabri
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Pontianak
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












