Dampak Inflasi terhadap Stabilitas Ekonomi

Dampak Inflasi terhadap Stabilitas Ekonomi
Sumber: freepik.com

Stabilitas ekonomi menjadi landasan utama dalam pembangunan sebuah negara. Stabilitas ekonomi mencakup kondisi perekonomian yang kondusif, di mana terjadi keseimbangan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Bagi setiap negara, tercapainya stabilitas ekonomi mencerminkan kemampuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan mengurangi ketimpangan sosial.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Hal ini tentunya tidak mudah dicapai karena adanya berbagai tantangan ekonomi yang saling berkaitan, termasuk di antaranya inflasi.

Inflasi adalah kenaikan harga yang terjadi secara umum dan terus-menerus sehubungan dengan adanya mekanisme pasar.

Inflasi yang ditandai dengan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan berkelanjutan, yang mencerminkan ketidakseimbangan antara permohonan dan penyediaan dalam pasar.

Jika inflasi tidak dikendalikan, hal ini dapat mengikis daya beli masyarakat dan menurunkan kualitas hidup.

Di sisi lain, inflasi yang tinggi dan tidak stabil akan mencerminkan terjadinya ketidakstabilan perekonomian yang berakibat pada tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia.

Baca Juga: Inflasi Terjadi, Apakah Berdampak pada UMKM?

Karena semakin tinggi tingkat inflasi, maka masyarakat yang awalnya dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan adanya harga barang dan jasa yang tinggi tidak dapat memenuhi kebutuhannya sehingga menimbulkan kemiskinan dan tingkat inflasi di Indonesia mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.

Secara teori, inflasi menjadi fokus utama dalam pertumbuhan ekonomi karena merupakan kondisi di mana harga-harga barang dan jasa secara umum mengalami kenaikan seiring waktu (Fadilla, 2021).

Stabilitas keuangan adalah kondisi di mana sistem keuangan, termasuk perbankan, pasar modal, dan institusi keuangan lainnya, mampu berfungsi secara efektif, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan menghadapi guncangan atau risiko ekonomi dengan baik.

Stabilitas ini penting untuk menghindari krisis keuangan yang dapat mengganggu perekonomian dan menghambat pencapaian tujuan pembangunan jangka panjang.

Tanpa stabilitas, Indonesia akan kesulitan menarik investasi asing, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup Masyarakat (Benny, 2024).

Perubahan Tingkat Inflasi

Menurut Boediono (dalam Fadilla, 2021) inflasi disebabkan oleh demand-pull, yaitu ketika peningkatan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa meningkatkan harga.

Hal ini terjadi karena pertumbuhan ekonomi yang cepat tidak seimbang dengan peningkatan produktivitas yang memadai.

Baca Juga: Krisis Inflasi dan Fragmentasi Ekonomi di Zona Eropa Pasca Pandemi dan Perang Ukraina

Akibatnya, konsumen bersaing untuk mendapatkan barang yang terbatas, yang mendorong produsen untuk menaikkan harga untuk memenuhi permintaan.

Harga barang dan jasa melonjak drastis pada tahun 2020, menimbulkan kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi negara.

Inflasi konsumen pada bulan April melonjak dari 2.64% (yoy) pada bulan sebelumnya, menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS).

Peningkatan ini diikuti oleh peningkatan mobilitas masyarakat dan kepercayaan konsumen setelah penurunan kasus COVID-19.

Tingkat peningkatan harga barang-barang yang ada adalah cara inflasi dapat dikategorikan.

Jika kenaikan harga tidak melebihi 10% per tahun, maka kondisi tersebut dianggap sebagai inflasi yang bersifat “ringan”; jika kenaikan harga mencapai 10% hingga 30% per tahun, maka kondisi tersebut dianggap sebagai inflasi “sedang”; jika kenaikan harga berada dalam rentang antara 30% hingga 100% per tahun, maka inflasi dianggap sebagai “tinggi”; dan jika kenaikan harga melebihi 100% per tahun, maka kondisi tersebut dianggap sebagai inflasi yang bersifat “hiperinflasi”.

Dari total 90 kota yang termasuk dalam IHK, setiap kota mengalami peningkatan tingkat inflasi, dengan tingkat inflasi sebesar 0,95% pada bulan April 2022.

Baca Juga: Perlukah Kita Investasi di Usia Muda?

Nilai Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,98. Di wilayah Sumatera yang terdiri dari 24 kota, inflasi tertinggi terdokumentasikan di Tanjung Pandan (2,58%), sementara inflasi terendah terjadi di Gunungsitoli (0,22%).

Pulau Jawa, dengan total 26 kota, mencatatkan tingkat inflasi tertinggi di Cilacap (1,68%) dan terendah di Bogor (0,68%).

Sementara itu, di luar pulau-pulau tersebut, yang mencakup 40 kota, inflasi terbesar terjadi di Jayapura (2,38%), sementara inflasi terendah tercatat di Maumere (0,54%) (Farichah, S. A., 2022).

Perubahan tingkat inflasi memiliki dampak besar terhadap berbagai aspek ekonomi, termasuk daya beli masyarakat.

Indonesia telah mengalami fluktuasi yang tidak stabil dalam tingkat inflasi dalam beberapa tahun terakhir, yang dapat berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

Inflasi yang tidak terkendali dapat merugikan kemampuan masyarakat untuk membeli barang dan jasa, mengganggu perencanaan keuangan, dan menciptakan tekanan ekonomi yang besar.

Perubahan dalam daya beli masyarakat tidak hanya mencerminkan kondisi ekonomi suatu negara, tetapi juga memiliki dampak yang luas pada kesejahteraan dan stabilitas sosial.

Misalnya, perubahan harga minyak dunia atau perang dagang antara negara-negara besar dapat memicu ketidakstabilan ekonomi yang berdampak langsung pada inflasi di negara-negara yang bergantung pada impor atau ekspor tertentu.

Kenaikan harga yang diciptakan oleh inflasi akan menstimulasi pengusaha untuk meningkatkan produksi mereka dikarenakan keuntungan yang diharapkan oleh mereka menjadi lebih besar.

Peningkatan produksi berarti menimbulkan kenaikan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) yang berarti akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Dengan meningkatnya produksi, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) akan naik, yang pada gilirannya akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Namun, jika tingkat inflasi terlalu tinggi, hal ini dapat menyebabkan kesulitan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Baca Juga: Pengaruh Pajak Penghasilan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Pengendalian Tingkat Inflasi

Inflasi berpengaruh terhadap suku bunga, yang kemudian mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Ketika inflasi rendah, bank sentral biasanya menurunkan suku bunga untuk meningkatkan aktivitas ekonomi.

Dengan suku bunga rendah, masyarakat lebih terdorong untuk meminjam uang dari bank karena biaya bunga menjadi lebih kecil.

Contoh, kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor, atau pinjaman untuk konsumsi menjadi lebih terjangkau, sehingga konsumsi meningkat.

Efek ini juga menciptakan sirkulasi uang di pasar, yang pada gilirannya membantu mendorong kenaikan permintaan barang dan jasa.

Penting untuk memahami bahwa inflasi dan pertumbuhan ekonomi tidak terpisahkan dalam konteks ekonomi global.

Inflasi dan pertumbuhan ekonomi adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lain(Sarbaini & Nazaruddin, 2023).

Menjaga inflasi tetap rendah dan stabil akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikarenakan dengan inflasi yang rendah dan stabil maka kegiatan perekonomian akan berjalan dengan baik.

Inflasi yang rendah dan stabil akan mendorong pengusaha untuk meningkatkan produksi mereka (Simanungkalit, 2020).

Oleh karena itu, perlunya mencapai keseimbangan yang tepat antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang kokoh/stabil.

Berdasarkan pada kesimpulan tersebut, saran dan rekomendasi yang dapat kami berikan, yaitu sudah seharusnya bagi pemerintah untuk dapat menjaga tingkat inflasi agar tetap rendah dan stabil dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi serta stabilitas harga di negara tersebut. Pemerintah dapat menetapkan target inflasi agar berada dalam kisaran 2-3% per tahun.

 

Penulis: Arif Fadilla Cibro
Mahasiswa Prodi Manajemen, Universitas Katolik Santo Thomas Medan

 

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses