Pendahuluan
Diplomasi Papua di kawasan Pasifik merupakan strategi Indonesia untuk menjaga kedaulatan dan stabilitas Papua melalui pendekatan komprehensif, baik di tingkat regional maupun internasional.
Isu Papua sering menjadi topik sensitif dalam forum-forum di kawasan Pasifik, terutama karena adanya dukungan dari negara-negara Pasifik terhadap gerakan separatisme Papua.
Indonesia merespons isu ini dengan memperkuat diplomasi politik, budaya, dan pendidikan, serta melibatkan negara-negara Pasifik dalam forum multilateral seperti ADMM Plus dan ASEAN Indo-Pacific Forum, agar isu Papua dipahami secara lebih objektif dan tidak hanya dipolitisasi di luar negeri.
Isi
Diplomasi Papua di kawasan Pasifik mencakup berbagai pendekatan, termasuk diplomasi domestik yang membangun kepercayaan, dialog, dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua.
Di tingkat regional, Indonesia aktif mengikutsertakan negara-negara Pasifik dalam forum multilateral dan memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara kunci seperti Australia dan Selandia Baru.
Baca Juga: BEM UI vs TNI: Konflik Papua dan Kompleksitas Hak Asasi Manusia
Diplomasi budaya, pendidikan, dan akademik juga dikembangkan, seperti program pertukaran budaya, seminar, dan kerja sama riset dengan universitas di Australia dan Selandia Baru, untuk membangun pemahaman yang lebih objektif tentang Papua di mata negara-negara Pasifik.
Pendekatan ini bertujuan agar isu Papua tidak hanya dipahami secara politis, tetapi juga dari sudut pandang pembangunan sosial, ekonomi, dan otonomi khusus.
Kesimpulan
Diplomasi Papua di kawasan Pasifik menegaskan pentingnya strategi komprehensif Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas Papua.
Dengan memperkuat diplomasi politik, budaya, dan pendidikan, serta memperbanyak ruang dialog dan kerja sama, Indonesia dapat menyampaikan posisi diplomatiknya secara lebih proporsional dan objektif di forum internasional.
Upaya ini bertujuan agar isu Papua tidak lagi dipandang sebagai ancaman bagi stabilitas nasional, melainkan sebagai bagian dari agenda pembangunan dan kolaborasi regional yang inklusif.
Penulis: Monalisa Arfa
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih
Dosen Pengampu: Melpayanti Sinaga
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












