Etika Bersosial Media dalam Menghindari Adanya Cyberbullying

Cyberbullying
Sumber: pixabay.com

Di era sekarang, teknologi sudah berkembang sangat pesat terutama internet. Tentunya hal ini memberikan dampak yang baik, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ini juga berdampak negatif. Positifnya, dengan penggunaan internet ini dapat memperluas hubungan sosial melalui yang namanya sosial media.

Namun, apabila  kita tidak menggunakannya dengan baik maka itu bisa menimbulkan dampak negatif kepada orang orang lain maupun diri sendiri. Salah satunya adanya tindakan Cyberbullying.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Cyberbullying merupakan suatu tindakan selayaknya perundungan yang dilakukan melalui dunia maya/sosial media. Cyberbullying ini sudah makin merajalela dan mengkhawatirkan. Bahkan, yang membuat miris pelakunya terkadang bukan orang dewasa saja, tetapi anak remaja juga ikut-ikutan melakukan Cyberbullying.

Biasanya para pelaku berani melakukan tindakan ini/berkomentar jahat karena bisa melakukannya menggunakan akun anonim yang tidak dapat diketahui identitas pengirimnya sehingga mereka tidak takut identitas mereka diketahui. Meskipun, di beberapa kejadian akun-akun anonim ini dapat diketahui.

Salah satu kasusnya adalah seorang penyanyi yang bernama Anggi Marito yang sekitar setahun lalu sempat mendapatkan komentar-komentar jahat. Dia mendapatkan cyberbullying ini dikarenakan tidak bisa memenuhi tuntutan dan harapan setelah keluar dari acara Indonesian Idol. Hal itu membuat mentalnya down dan sempat berpikir untuk bunuh diri. Bahkan, dia sempat 3 kali menemui psikiater karena permasalahan mentalnya.

Dari kasus tersebut, dapat dilihat sebenarnya beberapa yang melakukan Cyberbullying adalah orang-orang yang tidak mengenal korban secara baik. Hal ini terjadi pada artis-artis yang apabila melakukan kesalahan kecil/yang tidak sesuai dengan keinginan netizen, mereka akan langsung dihujat habis-habisan.

Bahkan, beberapa dari pelaku juga hanya ikut-ikutan saja tanpa mengetahui permasalahannya. Para pelaku juga tidak pandang bulu, anak kecil yang bahkan belum berusia 5 tahun juga pernah terkena Cyberbullying. Padahal, anak-anak itu juga tidak mengerti hal yang membuat mereka terkena komentar jahat.

Disini peran orang tua diperlukan dalam membantu anaknya menghadapi tantangan Cyberbullying. Orang tua harus bisa memberikan bimbingan untuk menerapkan peraturan privasi di akun sosial media sang anak.

Baca Juga: Cyberbullying di Media Sosial

Kasus-kasus di atas terjadi karena tidak adanya batasan dalam menyampaikan pendapat di sosial media. Memang kita memiliki kebebasan di sosial media untuk mengekspresikan diri kita. Tetapi, kita harus ingat UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sangat penting menjaga kesadaran diri masing-masing untuk bijak dalam berkomentar dan membuat postingan/konten. Setiap orang juga harus punya kesadaran untuk melakukan etika bersosial media seperti dalam berkomunikasi, antara lain menghindari SARA (Suku, Agama dan Ras) dan hal-hal yang sudah ada dalam pasal 27 sampai 30 UU ITE.

Oleh karena itu, etika dalam bersosial media khususnya di kalangan generasi muda harus menjadi hal yang perlu diperhatikan demi menjaga dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal supaya tidak memudar.

Hal ini dikarenakan etika dan budaya saling berkaitan, kita dapat belajar dan membiasakan diri melakukan peraturan dan norma dalam kehidupan berbudaya yang pada akhirnya menumbuhkan etika dalam diri manusia karena adanya nilai-nilai telah ditanamkan sejak awal.

Menurut saya Cyberbullying dapat dicegah dengan beberapa cara, seperti mempertimbangkan setiap postingan yang akan kita posting. Karena setiap postingan yang kita posting bisa memancing keributan bahkan perundungan jika sekiranya akan menimbulkan masalah, lebih baik kita menyimpannya sendiri saja.

Tidak jarang pula tindakan Cyberbullying diakibatkan oleh tindakan atau ucapan dari korban itu sendiri. Hal ini dapat terjadi pula apabila kita memberikan komentar buruk terhadap postingan seseorang, apalagi sampai menghina, kita akan menjadi objek serangan orang-orang yang tidak terima dengan komentar kita.

Selain itu, jangan pernah memposting informasi pribadi dan selalu menjaga privasi, bisa jadi informasi pribadi yang tersebar dijadikan bahan untuk menyerang kita.

 

Penulis: Yona Gressy Olivia Simanjuntak
Mahasiswa Jurusan Teknologi Sains Data, Universitas Airlangga

 

Editor: I. Khairunnisa

Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses