Abstrak
Fast fashion tumbuh dengan sangat cepat, tetapi hal ini menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan karena meningkatnya jumlah limbah tekstil yang terbuat dari bahan sintetis yang sulit terurai. Penelitian ini bertujuan untuk menilai fast fashion sebagai suatu ancaman bagi lingkungan serta untuk mengkaji cara pengelolaan limbah tekstil melalui metode manajemen yang berkelanjutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tekstil di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan regulasi, infrastruktur, dan tingkat kesadaran masyarakat.
Kata Kunci: fast fashion, limbah tekstil, manajemen berkelanjutan
Abstract
Fast fashion is growing rapidly, but this has a negative impact on the environment due to the increasing amount of textile waste made from synthetic materials that are difficult to decompose. This study aims to assess fast fashion as a threat to the environment and to examine ways of managing textile waste through sustainable management methods.
The results of the study show that textile waste management in Indonesia still faces various challenges related to regulations, infrastructure, and public awareness.
Keywords: fast fashion, textile waste, sustainable management
Pendahuluan
Industri fashion mengalami pertumbuhan yang sangat pesat akibat tingginya permintaan untuk pakaian yang ekonomis dan mengikuti mode terkini, dengan proses pembuatan massal dan distribusi yang cepat, yang berujung pada budaya konsumsi yang berlebihan (Earth, 2025).
Industri ini juga memberikan dampak negatif yang serius bagi lingkungan, seperti kontribusi sekitar sepuluh persen terhadap emisi karbon global dan tingginya penggunaan air dalam proses pencelupan kain yang mencemari sumber daya air (Waste4change, 2023).
Limbah yang dihasilkan oleh industri mode cepat sering kali menjadi topik yang dibahas dalam berbagai platform media serta kajian akademik, terutama terkait dengan dampaknya terhadap lingkungan akibat proses pembuatan dan pembuangan pakaian yang sudah tidak terpakai (Rri, 2025).
Namun, banyak penelitian yang ada masih hanya mendeskripsikan isu ini dan belum melakukan analisis mengenai pengelolaan limbah tekstil dengan cara yang lebih terstruktur melalui metode manajemen berkelanjutan.
Baca juga: Dari Fast Fashion menuju Sustainable Fashion: Transformasi dalam Industri Pakaian
Di Indonesia, penelitian biasanya lebih menekankan pada fenomena fast fashion sebagai elemen dari budaya konsumsi di kalangan masyarakat kota dan kelompok menengah ke bawah, tanpa mengaitkannya secara langsung dengan strategi pengelolaan limbah tekstil yang terencana (Muhammad & Nugraha, 2023).
Urgensi penelitian ini semakin tinggi seiring dengan meningkatnya jumlah sampah tekstil yang dihasilkan oleh industri fashion cepat, yang dapat menyebabkan pencemaran tanah dan air dalam waktu yang lama (Enviro, 2024).
Situasi ini semakin memburuk akibat rendahnya tingkat daur ulang dan kurangnya kesadaran mengenai konsumsi yang berkelanjutan, sementara sektor fast fashion terus mengeksploitasi sumber daya alam dengan cara produksi yang tidak efisien (Djpb, 2025).
Limbah tekstil dari industri fashion cepat menimbulkan masalah perpindahan beban kepada generasi mendatang karena kerusakan lingkungan saat ini bisa mengurangi hak generasi berikutnya untuk memiliki lingkungan yang sehat dan berkelanjutan (Razzaq et al., 2024).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji fast fashion sebagai ancaman bagi lingkungan dengan menyoroti peningkatan limbah tekstil yang muncul dari pola produksi dan konsumsi yang tidak berkelanjutan.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis untuk meneliti fast fashion sebagai ancaman bagi lingkungan, terutama terkait dengan peningkatan dan pengelolaan limbah tekstil. Fokus dari pendekatan ini adalah menggambarkan situasi yang sebenarnya dan melakukan analisis berdasarkan prinsip-prinsip manajemen berkelanjutan.
Objek yang diteliti adalah limbah tekstil yang dihasilkan oleh industri fast fashion serta pengaruhnya terhadap lingkungan. Subjek penelitian terdiri dari sumber-sumber informasi yang relevan, termasuk kebijakan pemerintah, praktik industri fast fashion, dan pandangan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan limbah tekstil.
Data dikumpulkan melalui tinjauan pustaka untuk mendapatkan informasi sekunder yang berasal dari buku, jurnal akademik, laporan organisasi lingkungan, regulasi, dan publikasi media daring yang relevan. Analisis dokumen juga dilakukan terhadap laporan resmi, kebijakan pemerintah, dan data statistik yang mendukung.
Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam penelitian ini, bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menginterpretasikan data. Proses ini didukung dengan panduan analisis dokumen yang mencakup kategori limbah tekstil, dampaknya terhadap lingkungan, upaya pengelolaan, dan penerapan prinsip manajemen berkelanjutan.
Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui langkah-langkah seperti reduksi data, penyajian informasi dalam narasi deskriptif, dan penarikan kesimpulan. Proses analisis dilakukan dengan pendekatan induktif yang mengaitkan hasil penelitian dengan teori dan konsep yang relevan.
Hasil dan Pembahasan
1. Hasil Penelitian
Tabel 1 menyajikan jenis limbah tekstil yang dihasilkan oleh industri fast fashion berdasarkan hasil analisis dokumen
| Jenis Limbah | Sumber | Karakteristik |
| Kain sisa produksi | Manufaktur | Tidak terpakai, volume besar |
| Pakaian cacat | Kontrol kualitas | Sulit dipasarkan |
| Pakaian bekas | Pascakonsumsi | Umur pakai singkat |
| Serat sintetis | Poliester, nilon | Sulit terurai, mikroplastik |
Tabel 2 menyajikan dampak lingkungan yang dihasilkan dari limbah tekstil fast fashion
| Jenis Dampak | Bentuk Dampak |
| Pencemaran air | Limbah pewarna, mikroplastik |
| Pencemaran tanah | Penumpukan di TPA |
| Pencemaran udara | Emisi pembakaran |
| Dampak jangka panjang | Kerusakan ekosistem |
Tabel 3 menyajikan kondisi pengelolaan limbah tekstil di Indonesia
| Aspek | Kondisi |
| Regulasi | Belum spesifik |
| Infrastruktur daur ulang | Terbatas |
| Pengawasan industri | Rendah |
2. Pembahasan
Fast fashion adalah suatu bahaya bagi lingkungan karena menyebabkan meningkatnya limbah tekstil yang terbuat dari bahan sintetis dan sulit terdegradasi. Maka dari itu, diperlukan peraturan yang ketat, implementasi manajemen yang berkelanjutan dalam industri, serta peningkatan kesadaran akan konsumsi yang berkelanjutan di kalangan masyarakat.
Simpulan
Fast fashion menjadi masalah bagi lingkungan karena menciptakan limbah tekstil dalam jumlah yang besar dan sulit untuk terurai. Sistem pengelolaannya di Indonesia belum berjalan dengan baik karena regulasi yang lemah, kurangnya fasilitas daur ulang, dan rendahnya pemahaman tentang konsumsi yang berkelanjutan.
Referensi
Djpb. (2025). Fast Fashion: Tren Modis dengan Harga Ekologis. https://djpb.kemenkeu.go.id/portal/en/847-berita/opini/4445-fast-fashion-tren-modis-dengan-harga-ekologis.html
Earth. (2025). Fast Fashion and Its Environmental Impact in 2025. https://earth.org/fast-fashions-detrimental-effect-on-the-environment/
Enviro. (2024). Ketika Plastik Dan Fast Fashion Jadi Ancaman Iklim – Environment Institute. https://www.enviro.or.id/2024/11/ketika-plastik-dan-fast-fashion-jadi-ancaman-iklim/
Muhammad, F., & Nugraha, I. F. (2023). Fast Fashion Dan Budaya Konsumerisme Di Indonesia: Tinjauan Melalui Perspektif Green Theory. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 01(11), 40–50.
Razzaq, A., Ansari, N. Y., Razzaq, Z., & Awan, H. M. (2024). The Impact of Fashion Involvement and Pro-Environmental Attitude on Sustainable Clothing Consumption: The Moderating Role of Islamic Religiosity. SAGE Open, 8(2), 94–103. https://doi.org/10.1177/2158244018774611
Rri. (2025). RRI.co.id – Industri Fast Fashion yang Mengancam Lingkungan. https://rri.co.id/iptek/2014486/industri-fast-fashion-yang-mengancam-lingkungan
Waste4change. (2023). Apa Itu Fast Fashion dan Dampak Fast Fashion Bagi Lingkungan? https://waste4change.com/blog/apa-itu-fast-fashion-dan-dampak-fast-fashion-bagi-lingkungan/
Penulis:
- Dina Mardiana
- Disya Alfiah Pasya
- Indah Rosmala
Mahasiswa Manajemen, Universitas Al Azhar Indonesia
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Dewi Elfidasari, S.Si., M.Si
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












