Gaul Sehat YES, Maksiat NO

Sehat Yes, Maksiat No

Revolusi pergaulan remaja itu seperti apa sih sob? Ya cium-ciuman, pegang-pegangan tangan dengan lawan jenis. Cinta itu fitrah dan anugerah. Cinta itu muncul ketika memiliki kesamaan memupuk benih asmara, sering ketemu jadi tersipu, kok kamu peduli banget sih sama aku?

Menurut sobat sekalian, darimana sih datangnya cinta? Dari mata turun ke hati. Nabi Shalallahu alaihi wasalam pernah bersabda: “Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka.” (Kitab Dzamm ul-Hawa dari Abi Hurairah)

Kenapa Islam mengharamkan yang namanya pacaran? Karena aktifitasnya. Bukan karena rasa cintanya. Kenapa bisa begitu? Pacaran mendekati zina, pacaran mendobrak aturan gaul Islam, pacaran menimbulkan emosional, pacaran tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca juga: Kunci Sukses Berbinis Ala Rasulullah

Ingatlah akan sebuah hadits. “Barang siapa yang memandang seorang wanita yang tidak halal baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka.” (Dalam kitab Dzamm ul-Hawa dari Abi Hurairah)

Allah sayang sama kita. Ekspresikan cinta itu di jalur yang benar, bukan di jalur yang salah. Kalau udah siap ya nikah. Kalau belum siap ya simpan di dalam hati, alihkan perhatian, dan bentengi diri dengan puasa, ikut ngaji rutin. Jangan sampai kebawa arus ya sobat.

Setiap individu harus berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanannya serta harus terikat dengan aturan-aturan pergaulan Islam demi kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Hal ini senada dan seirama dengan firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam QS. Al-Hasyr ayat 7 yang berbunyi: “…Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah sangat keras hukuman-Nya.”

Jauhkan diri kita dari rangsangan-rangsangan yang menimbulkan gejolak seksual seperti mendengarkan lagu porno, membaca buku/ novel bernada cinta dan pergaulan bebas, menonton film yang lagi hot dan trens, dan sebagainya.

Baca juga: Upaya Anak Muda sebagai Agent of Change

Apa saja sih mall praktek cinta sehingga cinta itu menjadi ternoda? Pacaran, seks bebas, teman tapi mesra. Lalu, bagaimana sih aturan gaul dalam Islam itu?

1. Kehidupan Laki-laki dan Perempuan itu Terpisah

Diperbolehkan berinteraksi dalam 3 kondisi yaitu dalam hal pendidikan, pengobatan dan muamalah. “Barang siapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita yang haram baginya, maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan dibelenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka.” (dari Abi Hurairah dalam kitab Dzamm ul-Hawa)

2. Busana Menutup Aurat sesuai Syariah

Batas aurat muka dan telapak tangan. Hal ini senada dan seirama dengan HR. Abu Dawud nomor 3580. Kerudung menutupi dada (QS. An-Nur ayat 31). Gamis atau jilbab longgar dan tidak transparan (HR. Malik & Muslim). Gamis atau baju kurung menutupi mata kaki (HR. Imam Tirmidzi & Nasa’I dari Ummu Salamah). Khimar/ kerudung (QS. An-Nur ayat 31). Jilbab/ gamis (QS. Al-Ahzab ayat 59).

3. Tundukkan Pandangan

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat…” (QS. An-Nur [24]: 30-31)

4. Tidak berikhtilat (campur baur)

5. Tidak berkhalwat (berdua-duaan)

“Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi, sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya)”. (HR. Imam Bukhari Muslim)

Tim Penulis:

1. Jalimah Zulfah Latuconsina
Mahasiswa Ahwal Al Syakhshiyah, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia

2. Nur Zaytun Hasanah
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia

3. Istiqomah
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI