Hubungan Al-Qur’an dengan Kitab-kitab Sebelumnya

Al-Qur'an
Ilustrasi Al-Qur'an (Sumber: Media Sosial dari freepik.com)

Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang di turunkan kepada Nabi Muhammad saw. Yang di utus untuk menyempurnakan akhlak di dunia ini dan juga sebagai pembimbing bagi seluruh umat manusia yang ada di akhir zaman.

Pada dasarnya seluruh agama mengajarkan pada kebaikan, setiap agama memiliki kitab suci masing-masing sebagai petunjuk atau pedoman hidup. Pada hakikatnya seluruh kitab suci mengandung perintah untuk mentauhidkan Allah SWT. Al-Qur’an juga merupakan kitab suci terakhir yang di dalamnya mengakui dan membenarkan kitab-kitab sebelumnya .

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Al-Qur’an merupakan sumber ajaran Islam yang pertama dan yang paling utama menurut kepercayaan umat Islam dan diakui kebenarannya.

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang di dalamnya terdapat firman-firman (wahyu) Allah, yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah secara berangsur-angsur yang bertujuan menjadi petunjuk bagi umat Islam dalam hidup dan kehidupannya guna mendapatkan kesejahteraan di dunia dan di akhirat.

Al-Qur’an memiliki kedudukan yang istimewa dibanding kitab-kitab suci sebelumnya. Sebagai kitab suci terakhir, al-Qur’an memiliki peran yang lebih besar dan luas serta salah satu adanya kitab Al-qur’an kenapa diturunkan, untuk menyempurnakan kitab-kitab suci sebelumnya sekaligus meluruskan hal-hal yang telah diselewengkan dari ajaran kitab-kitab tersebut.

Yang diturunkan tidak sekaligus, berdialog dengan masyarakat Mekkah dengan memper timbangkan latar belakang, sosio kultur dan sosio grafis masyarakatnya, demikian juga dengan al Quran ketika diturunkan di Madinah.

Baca juga: Al-Qur’an sebagai Landasan Hukum Islam

 

Daulay, S. et al Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 9(5), 472-480

Apa itu Kitab Suci?

Kitab suci adalah Wahyu yang di bukukan seperti Kitab Zabur, Kitab Taurat, Kitab Injil, dan Kitab Al-Qur’an. Kitab kitab di samping merupakan kitab-kitab yang popular dikalangan umat Islam dan Non-Islam. Dalam al-Qur’an sendiri sudah di sebutkan bahwa kitab suci tidaklah terbatas hanya kepada al-Qur’an, melainkan seluruh kitab yang allah turunkan kepada Rasul nya. Keragaman kitab suci ini juga di tunjukkan Allah SWT. Dalam firman nya.

فَاِ نْ كَذَّبُوْكَ فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ جَآءُوْ بِا لْبَيِّنٰتِ وَا لزُّبُرِ وَا لْكِتٰبِ الْمُنِيْرِ

Maka jika mereka mendustakan engkau (Muhammad), maka (ketahuilah) Rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 184)

Menurut Ibn Asyur (1296 H 1897 M-1393 H/1973 M), Ayat di atas mengandung hiburan bagi Nabi Muhammad saw. Agar tidak sedih apabila orang-orang mendustakannya karena peristiwa seperti ini juga pernah di alami oleh Rasul-rasul sebelum beliau.

Beberapa kitab-kitab yang ada di dalam Al-Qur’an yaitu:

1. Kitab Zabur

Secara etimologi, kata Zabur berasal dari bahasa Arab yang akar katanya adalah Zabran yang berarti melempar, akal, sabar, menulis atau tulisan. Adapun secara istilah, Zabur berarti sebuah nama yang ditujukan kepada himpunan perkataan nabi Dawud As. baik yang berupa wahyu maupun Iilham yang ia peroleh dari hasil munajatnya kepada Allah SWT.

Hal ini juga telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya Q.S. al-

Isra> [17]: 55 yang berbunyi

وَرَبُّكَ اَعْلَمُ بِمَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيّٖنَ عَلٰى بَعْضٍ وَّاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا

Artinya: “Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi dan Sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud”.

2. Kitab Taurat

Kitab Taurat adalah kitab yang di turunkan kepada nabi Musa as. Kata Taurat bersumber dari bahasa Ibrani yang asalnya adalah thauran yang berarti petunjuk. Secara istilah, Taurat berarti lembaran-lembaran yang berisi tentang kalimat-kalimat yang di turunkan kepada nabi Musa As. di gunung Tur. kitab inilah yang menjadi syari’at pokok. Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an Q.S. al-Ma>idah [5]: 44.

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka. dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara Kitab-Kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya, karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku, dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.”

3. Kitab Injil

Istilah injil merupakan kata yang telah diserap ke dalam bahasa Arab. Ada yang berpendapat bahwa istilah ini bersumber dari bahasa Romawi yaitu Isanjaliyum إثالجيليوم yang berarti kabar baik.

Mengenai kitab Injil, Allah SWT juga telah menyebutkannya dalam al- Qur’an Q.S. al-Maaidah [5]: 46

Artinya: “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabı Nabi Banı Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, Yaitu: Taurat. dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, Yaitu kitab Taurat. dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

4. Suhuf-suhuf

Shuhuf adalah kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi Ibrahim As. dan Musa As. sebagaimana disinggung dalam Q.S. al-Najm [53]: 36-42.

 

Simpulan

Adanya kitab Al-qur’an diturunkan, untuk menyempurnakan kitab-kitab suci sebelumnya sekaligus meluruskan hal-hal yang telah diselewengkan dari ajaran kitab-kitab tersebut. Maka dari itu Al-Quran di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Untuk bisa memberikan petunjuk yang akan menuntun umat manusia ke dalam kebaikan.

Wallahu a`lam semoga apa yang ada di artikel ini memberikan sedikit informasi yang bermanfaat..

 

Penulis: Muhammad Adlan
Mahasiswa Ekonomi Syariah, Universitas Pamulang

 

Referensi:

Jurnal Asy-Syukriyyah

 

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses