Abstrak
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sub Kelompok 3 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dilaksanakan di Desa Selotapak, Trawas, Mojokerto. Mayoritas penduduk desa bermata pencaharian sebagai petani yang masih menggunakan metode konvensional dalam pemberian pupuk secara manual menggunakan tangan. Metode ini kurang efisien karena membutuhkan waktu lama, tenaga besar, dan hasil penaburan tidak merata. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian melalui pembuatan alat penabur pupuk sederhana. Metode penelitian meliputi tahap perancangan, pembuatan, dan pengujian di lapangan. Kegiatan dilaksanakan mahasiswa KKN Kelompok R37 pada awal Juli 2025. Alat dibuat menggunakan bahan utama pipa PVC dan komponen sederhana yang mudah diperoleh di sekitar desa. Proses pembuatan melibatkan petani lokal melalui pelatihan dan pendampingan langsung. Hasil menunjukkan alat penabur pupuk dapat mengurangi waktu penaburan hingga 50% dibandingkan metode manual, memberikan hasil penaburan lebih merata, dan mengurangi kelelahan petani. Petani antusias mempelajari cara pembuatan dan penggunaan alat. Kesimpulan kegiatan adalah inovasi alat penabur pupuk sederhana terbukti efektif meningkatkan efisiensi pertanian di Desa Selotapak, meningkatkan keterampilan petani dalam teknologi tepat guna, dan membuka peluang pengembangan inovasi pertanian masa mendatang.
Kata Kunci: Alat penabur pupuk, Teknologi tepat guna, Efisiensi pertanian, pemberdayaan petani, Desa Selotapak.
Abstract
The Community Service Program (KKN) Sub-Group 3 of Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya was conducted in Selotapak Village, Trawas, Mojokerto. The majority of villagers work as farmers who still use conventional methods for manual fertilizer application using hands. This method is inefficient as it requires a long time, great effort, and results in uneven spreading. The objective is to improve agricultural efficiency and productivity through developing simple fertilizer spreader tools. The research method includes design, manufacturing, and field testing stages. The activity was conducted by KKN Group R37 students in early July 2025. The tool was made using PVC pipes as main material and simple components easily available around the village. The manufacturing process involved local farmers through direct training and mentoring. Results show the fertilizer spreader tool can reduce spreading time up to 50% compared to manual methods, provide more even spreading results, and reduce farmer fatigue. Farmers were enthusiastic about learning tool construction and usage. The conclusion is that simple fertilizer spreader tool innovation proved effective in improving agricultural efficiency in Selotapak Village, enhancing farmers’ skills in appropriate technology, and opening opportunities for future agricultural innovation development.
Keywords: Fertilizer spreader tool, Appropriate technology, Agricultural efficiency, Farmer empowerment, Selotapak Village.
Pendahuluan
Indonesia merupakan negara agraris dengan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, tidak hanya sebagai penyedia pangan tetapi juga sebagai sumber mata pencaharian bagi jutaan keluarga di Indonesia. Desa Selotapak yang terletak di Wilayah Trawas, Mojokerto, merupakan salah satu desa dengan karakteristik agraris yang kuat. Mayoritas penduduk desa ini menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dengan memanfaatkan lahan pertanian yang cukup luas dan subur.
Namun, berdasarkan observasi langsung yang dilakukan selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), ditemukan bahwa petani di Desa Selotapak masih menggunakan metode konvensional dalam berbagai aspek budidaya, khususnya dalam hal pemberian pupuk. Proses pemupukan yang dilakukan masih menggunakan cara manual dengan menaburkan pupuk secara langsung menggunakan tangan. Metode ini memiliki beberapa kelemahan yang signifikan, antara lain membutuhkan waktu yang relatif lama, memerlukan tenaga fisik yang besar, hasil penaburan yang tidak merata, dan tingkat efisiensi yang rendah. Ketidakmerataan dalam penaburan pupuk dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman karena beberapa area mendapat pupuk berlebihan sementara area lain kekurangan pupuk. Hal ini tidak hanya mempengaruhi produktivitas hasil panen tetapi juga pemborosan pupuk yang berdampak pada peningkatan biaya produksi. Selain itu, proses pemupukan manual yang memakan waktu lama menyebabkan petani tidak dapat mengoptimalkan waktu kerja untuk kegiatan pertanian lainnya. Penggunaan teknologi tepat guna dalam bidang pertanian menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani. Dalam konteks pertanian, teknologi tepat guna dapat berupa alat-alat sederhana yang membantu petani dalam meningkatkan efisiensi kerja tanpa memerlukan investasi yang besar. Alat penabur pupuk sederhana merupakan salah satu bentuk teknologi tepat guna yang dapat membantu mengatasi permasalahan pemupukan manual yang dihadapi petani. Alat ini dirancang untuk dapat menaburkan pupuk secara merata, menghemat waktu dan tenaga, serta mudah dioperasikan oleh petani dengan berbagai tingkat kemampuan. Pengembangan alat penabur pupuk sederhana ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan efisiensi pertanian di Desa Selotapak.
Metode Pelaksanaan
Tahapan-tahapan dan metode pelaksanaan yang akan dilakukan dalam program pengabdian adalah:
Analisa Kebutuhan
Sebelum memulai proyek, dilakukan survei untuk mengidentifikasi berbagai kendala dan kebutuhan petani dalam proses pemupukan tanaman jagung, umbi-umbian dan Sayur. Survei ini mencakup wawancara langsung dengan petani serta observasi di lapangan. Data yang diperoleh kemudian menjadi bahan diskusi bagi mahasiswa untuk merumuskan permasalahan dan menyusun program kegiatan selama masa pengabdian.
Perancangan Alat
Berdasarkan analisis kebutuhan yang telah dilakukan, mahasiswa merancang alat penabur pupuk menggunakan pipa PVC sebagai bahan utama. Proses perancangan mencakup perhitungan teknis yang cermat, pemilihan bahan yang ramah lingkungan, serta penyesuaian desain alat agar sesuai dengan kondisi lapangan di Desa Selotapak.
Bahan-bahan dan Ukuran:
Pembuatan Alat oleh Mahasiswa
Setelah tahap perancangan selesai, langkah berikutnya adalah pembuatan alat penabur pupuk. Proses ini dikerjakan langsung oleh mahasiswa, memanfaatkan keterampilan teknis serta kerja sama tim yang solid. Prototipe tersebut kemudian diuji coba secara internal untuk mengevaluasi efektivitasnya dan memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan yang telah diidentifikasi.

Cara Kerja Alat Penabur Pupuk
Alat penabur pupuk mekanis yang dirancang secara sederhana ini menghadirkan solusi inovatif untuk mempermudah proses pemupukan bagi petani. Prinsip kerjanya memanfaatkan mekanisme dasar, di mana pupuk dialirkan melalui pipa paralon berdiameter 2 dim yang diarahkan ke bawah. Alat ini dilengkapi sambungan pipa yang memungkinkan pupuk butiran mendekati lubang keluaran.
Ketika alat ditekan, lubang keluaran yang terletak strategis akan terbuka, sehingga pupuk dapat keluar dengan mudah. Konsep ini tidak hanya mempercepat proses pemupukan, tetapi juga mengurangi beban fisik petani, menghindarkan mereka dari aktivitas membungkuk yang melelahkan. Selain itu, alat ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga manual, menjadikannya lebih praktis dan efisien.
Proses pembuatan alat ini dirancang dengan mempertimbangkan penggunaan bahan yang mudah ditemukan di toko bangunan lokal. Dengan memanfaatkan pipa paralon dan komponen sederhana lainnya, alat ini dapat dirakit dengan mudah oleh petani tanpa memerlukan alat khusus. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan alat dapat diakses secara luas dan dimanfaatkan oleh berbagai kalangan petani.
Uji Coba di Lapangan dan Sosialisasi
Alat penabur pupuk kemudian diimplementasikan di salah satu rumah petani di Desa Selotapak. Pada tahap implementasi ini, mahasiswa melibatkan petani dalam sesi pelatihan intensif tentang cara penggunaan alat tersebut. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan fungsi alat, tetapi juga untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada petani mengenai cara mengoptimalkan penggunaannya. Petani diajarkan bagaimana merakit dan mengoperasikan alat dengan benar, serta diberikan panduan terkait pemeliharaan dan perawatan alat agar tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang. Proses uji coba lapangan melibatkan partisipasi aktif petani dalam menggunakan alat penabur pupuk selama periode pertumbuhan tanaman jagung. Data terkait efisiensi pemupukan, kesejahteraan petani, dan dampak positif lainnya dikumpulkan dan dianalisis.

Penyerahan Alat Penabur Pupuk
Setelah melalui uji coba lapangan yang sukses, proses penyerahan alat penabur pupuk mekanis kepada kelompok tani di Dusun Selotapak merupakan langkah nyata menuju peningkatan kesejahteraan petani dan modernisasi pertanian. Penyerahan dilakukan tanpa formalitas acara besar, namun tetap mengedepankan esensi kolaborasi yang erat antara mahasiswa pengabdian masyarakat dan komunitas petani.

Hasil dan Pembahasan
Cara Pembuatan Alat Penabur Pupuk
- Ambil pipa diameter ½ inch dibagian bawah, kemudian ukur 4 cm kemudian lubangi berbentuk segitiga dengan dalam 2 cm. Kemudian dalamnya tutup dengan kayu yang ujungnya runcing menyesuaikan dengan lubang.
- Ambil pipa ¾ inch lubangi seperti pada pipa ½ kemudian belakangnya lubangin buat tempat per dan baut.
- Setelah itu, masukkan pipa ½ ke pipa ¾ setelah itu pasang baut untuk pengerat dan pasang pernya juga.
- Jangan lupa tutup pipa ¾ di bagian bawah.
- Pasang overloop ½ ke pipa 1 inch.
- Kemudian, sambung lagi dengan pipa 1 inch.
- Setelah itu, sambung dengan overloop lagi 1 ke 2 inch.
- Kemudian, pasang pipa 2 inch ke overloop tersebut.
- Setelah itu, tutup bagian atas dengan penutup pipa 2 inch.
Cara Pemakaian Alat Penabur Pupuk
- Buka tutup pipa di bagian atas.
- Setelah dibuka kemudian isi pupuk pada bagian paling atas alat.
- Jika ingin pupuk keluarnya lebih banyak bisa dengan menekan ke arah bawah dan tahan area yang ingin diberikan pupuk.
- Jika ingin pupuk keluarnya sedikit tekan ke bawah atau pantulkan ke bawah dengan cepat di area yang ingin diberi Pupuk.
Hasil Uji Coba Lapangan
Setelah tahap pembuatan prototipe oleh mahasiswa, dilanjutkan dengan uji coba lapangan di Desa Selotapak. Hasil uji coba tersebut memberikan gambaran yang jelas tentang kinerja alat penabur pupuk dalam kondisi nyata pertanian jagung dan ubi jalar. Beberapa hasil signifikan yang diidentifikasi meliputi:
Efisiensi Pemupukan
Uji coba lapangan menunjukkan peningkatan efisiensi pemupukan dibandingkan dengan metode tradisional. Alat penabur pupuk berhasil menyebar pupuk dengan lebih merata, memberikan kontribusi positif terhadap kualitas jagung & ubi jalar. Desain alat, khususnya lubang yang terpasang pada pipa PVC secara strategis, memberikan distribusi pupuk yang optimal, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan manfaat pupuk.

Kenyamanan Penggunaan
Para petani menegaskan bahwa penggunaan alat ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan kenyamanan dan mengurangi risiko cedera fisik. Tidak perlu lagi membungkuk atau bersentuhan langsung dengan pupuk kimia, petani merasa lebih aman selama proses pemupukan.
Efisiensi Waktu dan Tenaga
Proses pemupukan menjadi lebih cepat, menghasilkan penghematan waktu dan tenaga. Alat penabur pupuk memungkinkan petani menyelesaikan pemupukan dengan cepat dan tidak perlu lagi membawa beban berat serta bersentuhan langsung dengan pupuk. Kemudahan penggunaan alat tidak hanya menciptakan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan peluang bagi petani untuk lebih fokus pada aspek lain dalam budidaya tanaman.
Kesimpulan
Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sub Kelompok 3 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di Desa Selotapak, Trawas, Mojokerto telah berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan dalam meningkatkan efisiensi pertanian melalui inovasi alat penabur pupuk sederhana. Inovasi alat penabur pupuk sederhana yang dikembangkan di Desa Selotapak terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian lokal. Alat ini berhasil mengurangi waktu pemupukan secara signifikan, meningkatkan keseragaman distribusi pupuk, dan memberikan dampak positif terhadap produktivitas serta pendapatan petani. Penggunaan bahan-bahan lokal yang mudah didapat dan harga terjangkau membuat alat ini dapat diadopsi secara luas oleh petani dengan berbagai tingkat ekonomi. Keberhasilan program ini juga menunjukkan pentingnya pendekatan partisipatif dalam pengembangan teknologi tepat guna untuk masyarakat pedesaan. Antusiasme dan partisipasi aktif petani dalam proses pembuatan dan implementasi alat menjadi kunci utama keberhasilan program pengabdian masyarakat ini. Dampak positif yang dihasilkan tidak hanya terbatas pada peningkatan efisiensi operasional, tetapi juga pada penguatan kapasitas petani dalam mengadopsi dan mengembangkan teknologi sederhana untuk mendukung kegiatan pertanian mereka.
Saran
Untuk keberlanjutan dan pengembangan program ini, disarankan agar dilakukan pelatihan lanjutan kepada petani mengenai modifikasi dan perawatan alat agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama. Perlu juga dikembangkan variasi alat penabur pupuk untuk berbagai jenis tanaman dan kondisi lahan yang berbeda, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada petani. Kerjasama dengan pemerintah desa dan dinas pertanian setempat perlu diperkuat untuk memfasilitasi replikasi program ini di desa-desa lain yang memiliki karakteristik serupa. Selain itu, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk mengukur dampak jangka panjang dari penggunaan alat ini terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani. Pengembangan sistem dokumentasi dan sharing knowledge antar petani juga penting untuk memastikan transfer teknologi yang berkelanjutan. Disarankan pula untuk mengintegrasikan program ini dengan inisiatif pertanian berkelanjutan lainnya, seperti penggunaan pupuk organik dan teknik konservasi tanah, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih komprehensif bagi pengembangan pertanian di desa tersebut.
Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan Puji syukur kepada Allah Swt. atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Selotapak dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama berbagai pihak yang telah memberikan kontribusi berharga. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada LPPM Untag Surabaya yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan dukungan teknis selama persiapan dan pelaksanaan kegiatan KKN. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah memberikan bimbingan, supervisi, dan masukan konstruktif selama pelaksanaan kegiatan di lapangan, sehingga program dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Masyarakat Desa Selotapak, terutama para petani yang telah menerima kehadiran mahasiswa KKN dengan tangan terbuka dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan. Antusiasme dan kerjasama yang ditunjukkan oleh masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Serta Kelompok Tani Desa Selotapak yang telah bersedia menjadi mitra dalam kegiatan pembuatan alat penabur pupuk sederhana. Keterlibatan aktif kelompok tani dalam proses perancangan, pembuatan, dan pengujian alat sangat membantu dalam pencapaian tujuan program.
Penulis:
1. Alvin Syagaf (1312200191)
2. Thoriq Alamsyah (1442200106)
3. Meganita Chintya (1212200170)
4. Muhammad Rizqi (1462200116)
5. Yesinta Nursaida (1312200306)
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Dosen Pengampu: Elisa Sulistyorini, S.T., M.T.
Daftar Pustaka
Andre Yanuar Widyanto, I. D. TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN INOVASI PENINGKATAN POTENSI DESA PAYUNGREJO MENJADI MANDIRI. JURNAL UNTAG, 992-100
A. Dutahatmaja, I. R. Dewi, and A. A. Arisendy, “Penelitian Pemetaan Potensi Hasil Pertanian Di Desa Cupak Kabupaten Jombang,” Pros. Semin. Nas. …, vol. 2, no. 1, 2023.
Arga Christian Sitohang, J. P. 2024. PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN PENINGKATAN EKONOMI KREATIF ANGGOTA KOPRASI USAHA BERSAMA (WISATA DAN KULINER) WATUBONANG DESA MINGGIRSARIKECAMATAN KANIGORO KABUPATEN BLITAR. ABDI MASSA, 1-9
I. Kusumaningayu et al., “E-proceeding 2 nd SENRIABDI 2022 DESAIN CAFE WISATA KELENGKENG di DESA SIMOKETAWANG, KABUPATEN SIDOARJO,” vol. 2, pp. 404–412, 2022.
S. B. Utomo, L. K. Asshidiq, and D. W. Dickyanira, “PENINGKATAN KESEHATAN DAN PERTANIAN DI DESA RANDUSARI MELALUI EDUKASI DAN INOVASI ALAT PENEBAR PUPUK,” 2021.
T. Purtomo, S. Mujanah, and …, “IbM Kelompok Usaha Kecil Produksi Pupuk Cair Organik” MEDIA SUBUR WIJAYA” di Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar,” JPM17 J. …, vol. 01, no. 01, pp. 19–26, 2014.
Waslah, A, Y, 2021. PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PENABUR PUPUK JAGUNG SEDERHANA UNTUK GABUNGAN KELOMPOK TANI DESA MOJOKRAPAK. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 134-136
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















