Seperti kita tahu bahwa korupsi adalah masalah serius, yang bisa disebut juga sebagai penyakit kronis bagi negara, karena dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi negara.
Terlebih terhadap negara yang sedang berkembang, karena dengan adanya kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh para aktor yang mempunyai power untuk kepentingan mereka sendiri, akan sangat merugikan bagi negara karena mereka melakukan korupsi untuk memenuhi gaya hidup mereka sendiri tanpa memikirkan dampak buruk apa yang akan terjadi kedepan.
Jika dalam suatu negara telah terjadi kasus korupsi yang sangat besar, maka itu akan berpotensi mengurangi datangnya investor asing yang ingin melakukan investasi di negara itu, dan kemungkinan para investor asing tersebut akan berpikir 2 kali untuk melakukan investasi di negara tersebut.
Ini juga sangat berdampak bagi perekonomian negara itu sendiri karena uang yang seharusnya digunakan bagi kepentingan masyarakat dan negara telah di salah gunakan dengan memindahkan semua dana yang ada ke rekening pribadi milik aktor korupsi itu sendiri.
Korupsi dapat merusak kinerja politik dari suatu negara dengan berbagai cara seperti menurunnya kualitas dari pelayanan publik.
Kualitas pelayanan publik yang dimaksud disini seperti: pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Korupsi juga seringkali menyebabkan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah bukan berdasarkan kebutuhan masyarakat, tetapi untuk keuntungan pribadi dari individu ataupun kelompok tertentu. Beberapa negara berkembang telah mengalami dampak signifikan dari korupsi.
Dianggap juga sebagai fenomena global, karena kasus korupsi ini sendiri terjadi hampir di seluruh bagian dunia, upaya melakukan kerjasama internasional pun telah diadakan untuk bisa menghapuskan atau setidaknya bisa meminimalisir korupsi.
Namun faktanya menunjukan hal yang tidak diinginkan, bahwa tindakan korupsi ini masih terus saja berjalan dan semakin berkembang dan juga masih menjadi keprihatinan bagi masyarakat banyak di internasional maupun nasional.
Baca Juga: Membangun Generasi Muda yang Berintegritas Melalui Sosialisasi Anti Korupsi
Dampak buruknya tentu saja akan mempengaruhi menurunnya tingkat investasi, kondisi ini akan terjadi karena kebanyakan investor asing cenderung lebih memilih untuk berinvestasi dengan negara-negara yang memiliki tingkat korupsi yang rendah, karena jika melakukan investasi dengan negara yang tinggi akan kasus korupsi akan menyebabkan adanya biaya transaksi yang tinggi yang tentu saja diakibatkan oleh suap.
Karena menurut mereka hal ini akan menyebabkan keuntungan yang mereka dapat dari negara tersebut tidak maksimal dan mungkin saja akan mengalami kerugian yang cukup besar.
Dampak buruk lainnya adalah korupsi dapat menciptakan ketimpangan pendapatan, hal ini dapat terjadi karena orang yang kaya dan memiliki banyak uang tentu saja, mereka pun memiliki pengaruh dan juga kesempatan untuk bisa melakukan suap dibandingkan dengan orang yang memiliki ekonomi yang rendah.
Para orang kaya ini melakukan suap semata-mata untuk mempertahankan status sosial mereka di masyarakat dan yang paling utama bagi mereka adalah agar dapat meningkatkan perusahaan mereka, ini adalah tindakan yang sangat merugikan terutama bagi yang memiliki ekonomi yang rendah karena tentu saja mereka akan diperas dengan cara pelayanan publik yang seharusnya tidak berbayar atau gratis maupun murah, dijadikan bisnis oleh mereka dengan meminta biaya kepada orang tidak mampu sama halnya pun dengan pemungutan pajak yang bisa dibilang tidak adil dan juga jumlah pajak yang terus bertambah naik dari biasanya.
Baca Juga: Sistem Politik yang Rusak: Ketika Sifat Korupsi Mendahului Kekuasaan
Tindakan korupsi ini tentu saja dapat menambah tingkat kemiskinan bagi suatu negara itu sendiri, karena dana yang seharusnya di alirkan untuk kepentingan masyarakat malah disalahgunakan oleh pejabat ke tabungan pribadi mereka sendiri, tindakan korupsi juga dapat menutup lapangan pekerjaan sehingga menutup kesempatan bagi masyarakat dengan ekonomi rendah untuk bisa memperbaiki kehidupan mereka, karena.
Meskipun beberapa negara berkembang telah mengalami kemajuan dalam segi pembangunan yang sangat pesat namun buktinya masih menunjukan bahwa masih banyak perlu dilakukan agar bisa mencapai kesejahteraan dan juga kemajuan di negara itu sendiri dan masih adanya tindakan korupsi yang seharusnya mulai bisa dikurangi maupun bisa diberantas oleh negara tersebut.
Korupsi muncul karena penegakan hukum suatu negara itu yang lemah juga aparat yang sangat mudah sekali untuk disuap oleh pihak-pihak yang tentu saja memiliki kuasa dan tentu saja yang memiliki banyak uang dan koneksi, selain dari adanya kebiasaan penggelembungan biaya yang seringkali menyebabkan harga produk ataupun proyek bisa menjadi sangat meningkat dan juga menjadi sangat mahal namun tentu saja tidak bermutu dan tidak memiliki kualitas yang bagus.
Beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam memberantas korupsi dengan memperkuat penegakan hukum hingga pendidikan anti-korupsi pun sudah diterapkan di beberapa negara, namun seperti yang kita tahu bahwa korupsi ini adalah penyakit kronis yang tidak bisa dihilangkan tetapi masih bisa untuk dilawan dengan meningkatkan sanksi dan hukuman bagi para pelaku korupsi, agar mereka jera dan mungkin juga akan membuat pelaku korupsi lainnya yang bebas berpikir dua kali lagi untuk melakukan korupsi.
Penulis: Deogracia Stevani Aurelia Soares
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Kristen Satya Wacana
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru di Google News
Daftar Pustaka
https://media.neliti.com/media/publications/73661-ID-korupsi-kemiskinan-dan-masalah-di-negara.pdf
Metode Pencegahan Korupsi: Tinjauan dan Analisis Beberapa Pendekatan
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












