Apakah kamu mengetahui kulit pisang itu sampah atau sumber gizi? Pada dapur rumah tangga biasanya kulit pisang merupakan salah satu limbah organik yang paling umum.
Menurut FAO Asia merupakan penghasil pisang terbesar yaitu 54,4% dari produksi dunia dan rata-rata konsumsi pisang sebesar 12 kg per kapita (Koozani et al. 2020).
Biasanya pada rumah tangga, setelah memakan pisang kulitnya langsung dimasukkan ke dalam tempat sampah. Padahal kulit pisang masih dapat dimanfaatkan dengan cara diolah menjadi makanan sehat karena kulit pisang sendiri mengandung serat pangan yang tinggi yang baik bagi pencernaan, memiliki antioksidan alami seperti flavonoid dan polifenol, serta memiliki kandungan vitamin dan mineral.
Sangat disayangkan kulit pisang mudah untuk rusak jika dibiarkan beberapa jam pada suhu ruang kulitnya dapat berubah warna menjadi hitam dan aromanya menjadi tidak enak. Agar kulit pisang tidak cepat rusak maka dilakukan pembekuan (freezing).
Tahukah kamu? Freezing merupakan metode pengawetan yang bekerja dengan menurunkan suhu bahan pangan hingga titik beku sehingga aktivitas mikroorganisme dan kerja enzim perusak dapat terhambat secara signifikan (Izmi, 2021).
Pada rekayasa proses metode pembekuan berkaitan dengan pindah panas jika proses pembekuan berlangsung cepat maka kristal es yang terbentuk berukuran kecil dan tidak dapat merusak dinding sel sehingga tekstur dan bahan pangan tetap terjaga.
Pada industri maupun rumah tangga terdapat berbagai metode pembekuan dengan mekanisme kerja yang berbeda-beda. Freezer di rumah tangga bekerja berdasarkan prinsip termodinamika tertutup di mana kompresor dan refrigeran mempertahankan suhu rendah secara konsisten sehingga proses pembekuan dapat berlangsung secara stabil.
Berdasarkan Pulungan et al. (2020) menyatakan bahwa pengaturan suhu dan waktu pembekuan sangat mempengaruhi kualitas produk akhir.
Menariknya lagi metode freezing ini dapat dilakukan di rumah saja dengan cara yang cukup mudah. Di setiap rumah tangga tentunya memiliki freezer dan bisa mencobanya.
Baca Juga: Inovasi Kesehatan: Nata de Coco dari Kulit Pisang, Solusi Alami Cegah Kolesterol
Langkahnya yaitu pertama-tama mencuci kulit pisang yang baru saja dikupas, dipotong menjadi bagian kecil, lalu disimpan ke dalam wadah tertutup atau ke dalam plastik, lalu dimasukkan ke dalam freezer. Dengan menggunakan metode ini kulit pisang dapat bertahan lebih lama tanpa perubahan warna dan bau.
Kulit pisang bisa diolah menjadi apa saja? Banyak sekali pilihan untuk mengolah kulit pisang menjadi makanan, di antaranya dapat diolah menjadi brownies kulit pisang dengan kandungan serat yang tinggi, campuran pada smoothies, selai, atau bisa diolah juga menjadi eskrim kulit pisang, dan dapat diolah menjadi tepung yang bisa digunakan untuk membuat roti atau makanan lainnya.
Dengan memanfaatkan teknologi sederhana yang ada pada rumah tangga seperti freezing rumah tangga tidak hanya mengurangi limbah saja pada dapur akan tetapi juga meningkatkan gizi untuk keluarga dan mendukung gaya hidup minim sampah (zero waste).
Hal ini dapat membuktikan bahwa rekayasa proses pangan tidak selalu rumit dengan menggunakan alat yang canggih. Akan tetapi, kita bisa memulainya dari dapur rumah tangga seperti contohnya freezer.
Bukan hanya untuk mengurangi limbah pada rumah tangga tetapi juga dapat mengubah limbah menjadi pangan yang bermanfaat dan bergizi. Makanan sehat dan bergizi tidak harus selalu mahal, cukup dari dapur kita sendiri, perubahan besar dapat dimulai.
Penulis: Anjani
Mahasiswa Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Daftar Pustaka
Khoozani AA, Birch J, Bekhit AE. 2019. Production, application and health effects of banana pulp and peel flour in the food industry. Journal of Food Science and Technology. 56(2):548–559.
Pulungan MH, Fadhillah ON, Dewi IA. 2020. Optimasi proses pembekuan minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil) menggunakan metode RSM: Kajian suhu dan lama waktu pembekuan. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 8(1): 1–12.
Ikuti berita terbaru di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












