Makan Menggunakan Tangan di Pandangan Sains dan Agama

manfaat makan menggunakan tangan
Makan Menggunakan Tangan di Pandangan Sains dan Agama. Sumber: MMI.

Beberapa bulam yang lalu, sempat ramai di X terkait cuitan foto seseorang yang kini diangkat menjadi walikota New York yaitu Zohran Mamdani, di mana dia menyuap makanan langsung menggunakan tangannya, tidak menggunakan alat makan lain maupun alat makan lainnya.

Hal ini mengundang berbagai macam komentar dari warganet, khususnya orang-orang Amerika tentang kehigienisan makanan tersebut.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Sehubungan dengan hal tersebut, berikut ini penjelasan makan menggunakan tangan di pandangan medis dan agama.

Dilansir dari hellosehat, berikut ini beberapa mantaat yang bisa didapatkan dari makan menggunakan tangan, yaitu:

  1. Terdapat bakteri baik dan enzim di tangan kita yang bertugas untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan, namun harus dipastikan kembali bahwa Anda telah menyuci tangan sebelum makan agar tangan benar-benar bersih.
  2. Makanan terasa jauh lebih enak, karena terdapat pengalaman sensori seperti merasakan tekstur makanan secara langsung, contohnya saat makanan nasi padang dan nasi liwet. Dengan pengalaman sensori itu juga, kita dapat mengantisipasi jika makanan yang akan kita suap ke mulut masih panas.

Baca Juga: 7 Tips agar Semangat dan Nafsu Makan Anak Meningkat secara Alami

Dikutip dari artikel yang di-publish oleh Ririn Ria Aryani di jurnal–disebutkan pada salah satu hadis yang menjelaskan bahwa beberapa ulama bilang makan dan minum menggunakan tangan kiri hukumnya makruh, namun beberapa ulama lain bilang bahwa makan menggunakan tangan kiri hukumnya haram.

Hal ini men-justify bahwa di agama Islam, makan menggunakan tangan adalah hal baik, selama menggunakan tangan kanan. Konteks ini juga diperkuat oleh hadis yang menjelaskan bahwa dianjurkan untuk menggunakan tiga jari, yaitu jari jempol, telunjuk, dan jari tengah, diperkenankan juga untuk menggunakan kelima jari.

Penulis: Adita Nanda Salsabila
Mahasiswa Antropologi Universitas Airlangga (UNAIR)

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses