Model pembelajaran Scramble dinilai efektif digunakan dalam pelajaran Bahasa Indonesia karena mampu meningkatkan keterampilan membaca, menulis, dan berpikir kritis siswa. Temuan ini disampaikan dalam sebuah penelitian pendidikan yang dilakukan di beberapa sekolah menengah di Jakarta.
Guru yang terlibat dalam penerapan model ini menyebut, metode Scramble mendorong siswa untuk lebih aktif. Siswa ditugaskan menyusun kata atau kalimat acak menjadi susunan yang benar, sehingga melatih kemampuan memahami struktur bahasa sekaligus memperkaya kosakata.
“Dengan Scramble, siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga belajar menyusun dan memahami bahasa secara logis,” ujar Rina Wahyuni, salah satu guru Bahasa Indonesia.
Penerapan model Scramble semakin efektif ketika dipadukan dengan media flash card. Flash card membantu siswa mengingat kosakata baru dan mempermudah guru dalam menyampaikan materi dengan cara yang interaktif. Hasil pengamatan menunjukkan siswa lebih antusias dan berani mengemukakan pendapat dalam diskusi kelas.
Menurut pakar pendidikan bahasa, metode ini sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan literasi dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Scramble dianggap mampu mengurangi kejenuhan siswa dalam pembelajaran tradisional yang cenderung satu arah.
Penelitian tersebut merekomendasikan agar guru Bahasa Indonesia memperbanyak penggunaan model inovatif seperti Scramble. Diharapkan dengan cara ini, proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan hasil belajar siswa dapat meningkat secara signifikan.
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu: Hasni Suciawati S.Pd.,M.Pd
Nama Penulis :
- Sri Rahayu Purba (2205030097)
- Delia Br Sitepu (2205030084)
- Putri Bayu Tasya Br Sinaga (2205030076)
- Desi Kumala Sari Br Tarigan (2205030081)
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Quality
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












