Peran Mahasiswa Fisika UPN Veteran Jawa Timur dalam Mendukung Pelayanan Radiologi dan Radioterapi di Rumah Sakit Umum Daerah R.T. Notopuro Sidoarjo

mahasiswa fisika
Peran Mahasiswa Fisika UPN Veteran Jawa Timur dalam Mendukung Pelayanan Radiologi dan Radioterapi di Rumah Sakit Umum Daerah R.T. Notopuro Sidoarjo. Sumber: Penulis.

Sidoarjo, MMI — Program Magang Mahasiswa Fisika UPN Veteran Jawa Timur di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo di Instalansi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT) pada bagian Fisika Medis Radioterapi dan Instalansi Radiologi di bagian fisika medis radiologi.

Nama saya Nurinda Nuzulisyah Afifa, salah satu mahasiswa Prodi Fisika, Fakultas Teknik dan Sains, UPN Veteran Jawa Timur yang melakukan magang di Rumah Sakit Notopuro Sidoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan di Jl. Mojopahit No. 667, Celep, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo merupakan salah satu rumah sakit kelas A Pendidikan milik pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan magang ini  didampingi oleh 1 pembimbing dari kampus dan 2 pembimbing lapangan dari rumah sakit.

Untuk pembing di kampus, terdapat dosen pembimbing Bapak Reffany Choiru Rizkiarna, S.Si., M.Sc. dan pembimbing lapangan Ibu Vivin Fashihatil Harfiyyah, M.Si. pada saat di Instalansi Pelayanan Terpadu Kanker Terpadu (IPKT) dan Bapak Ahmad Mujahid Faizudin, A.Md.Rad. pada saat di Radiologi Center.

Kegiatan magang ini dilaksanakan selama 4 bulan, terhitung dari tanggal 5 Januari-9 Mei 2026. Kegiatan selama 4 bulan dibagi menjadi 2, yaitu 3 bulan berada di bagian Instalansi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT) pada bagian Fisika Medis Radioterapi dan 1 bulan pada Instalansi Radiologi bagian fisika medis radiologi. Kegiatan ini dilaksanakan dari hari Senin-Sabtu.

Adapun tujuan dari magang yaitu agar dapat mengetahui perkembangan ilmu yang lebih luas dalam bidang Fisika Medis dan dapat menerapkan pengetahuan yang terdapat di dunia industri dengan lingkungan perguruan tinggi sehingga dapat mengembangkan pembelajaran dan riset di perguruan tinggi yang semakin relevan.

Fisika medis dalam bidang radioterapi berperan sebagai perencanaan dosis radiasi yang bertugas untuk menghitung dan merancang distribusi dosis radiasi yang sesuai dengan ukuran tumor dan memastikan dosis maksimum dapat mengenai tumor dengan seminimal mungkin mengenai jaringan yang ada di sekitarnya.

Selain itu fisika medis bertanggung jawab dalam kalibrasi pada mesin yang digunakan untuk pemeriksaan pasien dalam radioterapi agar dosis yang keluar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, dan melakukan QC (Quality Control) harian, mingguan, dan tahunan pada alat yang digunakan dalam bidang radioterapi seperti Linac, CT Simulator, dan Brakiterapi.

Selama magang, peneliti belajar tentang perencanaan dosis radiasi yang diberikan kepada pasien dan melakukan QA (Quality Assurance) pada alat radioterapi seperti Linac dan Brakiterapi.

Peneliti melakukan QA (Quality Assurance) pada alat brakiterapi bertujuan untuk memastikan posisi keluaran sumber radiasi yang diberikan oleh Brakiteriapi sesuai dengan dosis radiasi yang telah direncanakan oleh Dokter dan Fisika Medis.

Baca Juga: Belajar tentang Air Bersih: Pengalaman Mahasiswa Fisika di PDAM Lamongan

QA pada brakiterapi dilakukan dengan melakukan cek sistem keselamatan (Safty) dan uji mekanik oleh sistem bawaan dari brakiterapi, dilanjutkan dengan melakukan pengecekan pada last-man-leaving-button pada brakiterapi yang bertujuan untuk memastikan tidak ada staf medis yang tertinggal dalam ruang brakiterapi atau bunker sebelum sumber radiasi dikeluarkan oleh alat brakiterapi.

Dilanjutkan dengan pengecekan pada pintu brakiterapi yang dapat berjalan dengan lancar. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengecekan pada tombol emergency stop button pada brakiterapi yang digunakan untuk memberhentikan pergerakan sumber radiasi secara cepat jika terjadi bahaya pada pasien.

Dilakukan pengecekan selanjutnya pada unclock emergency stop button. Dilanjutkan dengan poross the button test on the TCP. Setelah pengujian yang dilakukan oleh sistem telah berhasil maka dilanjutkan degan langkah berikutnya yaitu pengecekan pada indikator lampu kuning, bunyi sinyal yang keluar dari TCP, dan peringatan sinyal dari TCP.

Langkah selanjutnya yaitu memasang aplikator timer test (warna biru) pada chanel satu Brakaiterapi, kemudian aplikator putih pada chanel 5 yang dihubungkan pada Source Possion Indikator yang digunakan untuk memverifkasi keakuratan posisi sumber radioaktif yang dikeluarkan oleh Cobalt–60 sebelum tindakan pada pasien brakiterapi dilakukan.

Selanjutnya menunggu sistem menyelesaikan data dengan sendiri, dan melakukan pengecekan data yang telah diperoleh dari brakiterapi. Mahasiswa juga dilatih dalam melakukan QA daily pada Linac (Liniar Accelerator).

Kegiatan ini dilakukan dengan pengecekan lapangan kolimator pada linac, dilanjutkan dengan pengukuran antara kolimator dengan genry, dan pengecekan pada laser yang dikeluarkan oleh linac. Membandingkan antara hasil QA yang dilakukan secara mekanik dengan QA yang telah dilakukan oleh MLC.

Mahasiswa juga dilatih dalam melakukan PSQA (Pasient–Spesific Quality Assurance) dengan menggunakan perangkat khusus dari Linac.

PSQA (Pasient–Spesific Quality Assurance) tersebut digunakan untuk pengujian dan verifikasi rencana terapi radiasi dengan memastikan dosis radiasi yang telah disesuaikan dengan plaNning, dan berjalan dengan aman pada saat dijalankan oleh Linac saat melakukan terapi.

Selama melakukan magang, peneliti dapat berinteraksi secara langsung dengan tim medis yang terdapat di Instalansi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT) terdiri dari Dokter Spesialis Ankologi, Fisika Medis, Radioterapis Teknologi, dan perawat.

Baca Juga: Penerapan Klorinasi di PLTGU Grati Menurut Perspektif Mahasiswa Fisika

Kegiatan yang dilakukan selama 1 bulan pada instalansi radiologi di antaranya yaitu QC daily pada alat X–Ray Konven, Panoramic, Mamografi.

Kemudian mahasiswa juga melakukan QC mingguan dengan melakukan uji kualitas gambar dengan menggunakan phantom, melakukan pembersihan CR, dan melakukan uji kolimator pada alat X–Ray Konven, Panoramic, Mamografi, dan CT Scan. Mahasiswa melakukan uji kebocoran tabung dan uji paparan radiasi pada alat RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Kegiatan magang ini telah sesuai dengan SDGs (Sustainable Development Goals), terutama pada SDG 3 kerangka yang menjelaskan tentang Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan (Good Health and Well-being), SDG 4 kerangka Sustainable Development Goals menjelaskan tentang pendidikan berkualitas (Quality Education) dan SDG 17 yang menjelaskan tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals).

Pada SDG 3 bertujuan untuk menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Pada SDGs 4 mendukung adanya pendidikan yang berkualitas dengan memberikan kesempatan belajar untuk semua orang, termasuk mahasiswa.

Pada SDG 17 bertujuan untuk memperkuat kerja sama global antara negara, organisasi, sektor swasta, dan masyarakat guna mencapai seluruh tujuan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kegiatan magang ini, diharapkan mahasiswa dapat memberikan konstribusi secara langsung dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan pada bidang Radioterapi dan Radiologi.

Selain itu, mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu secara langsung yang telah diperoleh dari perkuliahan dalam memastikan procedure diagnostik dan terapi dapat berjalan secara optimal.


Penulis: Nurinda Nuzulisyah Afifa
Mahasiswa Fisika Universitas Pembangunan Nasional Jawa Timur


Dosen Pengampu: Reffany Choiru Riskiarna, S.Si., M.Sc.


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses