Harga minyak goreng melonjak naik di berbagai daerah. Kenaikan ini bahkan terjadi dalam jangka waktu cukup cepat sehingga membuat masyarakat kaget. Kondisi ini diprediksi akan semakin tertekan seiring dengan potensi kenaikan biaya produksi pada plastik pembungkus atau kemasan.
Data Lapangan: Kasus Minyak Goreng Sunco
Sebagai gambaran nyata, per 12 April 2026, merek minyak goreng SunCo menunjukkan tren kenaikan harga yang cukup signifikan. Di sejumlah pasar ritel maupun toko daring, varian kemasan 2 liter kini dibanderol pada kisaran Rp46.000 hingga Rp60.000. Padahal, dalam situasi normal, konsumen biasanya bisa mendapatkan produk ini di rentang harga Rp33.000 sampai Rp39.000.
Baca juga: Blunder Terpeleset Minyak: Kebijakan Pemerintah Menstabilkan Harga Minyak Goreng
Harapan yang Pupus oleh Realita
Keinginan publik untuk menikmati kestabilan harga kebutuhan pokok setelah melewati momen-momen besar justru terbentur pada kenyataan yang sulit. Alih-alih mendapatkan harga yang bersahabat, masyarakat justru harus menghadapi situasi ekonomi dapur yang menantang.
Siasat Bertahan di Tengah Fluktuasi Harga
Situasi yang tidak menentu ini akhirnya memicu lahirnya kebiasaan baru dalam pola belanja dan konsumsi masyarakat. Beberapa fenomena yang kini jamak ditemui di lapangan antara lain:
1. Pencarian Potongan Harga
Konsumen menjadi jauh lebih teliti dalam membandingkan katalog harga antar-swalayan. Selisih harga yang kecil sekalipun tetap dikejar demi menghemat pengeluaran harian.
2. Transformasi Cara Memasak
Untuk menyiasati ketergantungan pada minyak, banyak rumah tangga mulai memprioritaskan teknik memasak yang lebih efisien, seperti mengukus, memanggang, atau memanfaatkan teknologi air fryer.
3. Pergeseran Skala Prioritas
Demi memastikan ketersediaan minyak di dapur, masyarakat terpaksa mengorbankan anggaran kebutuhan non-primer. Pos pengeluaran untuk rekreasi maupun kudapan seringkali dieliminasi demi memenuhi kebutuhan pokok ini.
Penulis:
- Silvia Agustina (251011200478)
- Sepriadin Waruwu (251011201507)
Mahasiswa Akuntansi, Universitas Pamulang
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












