Siapa sangka, bagian ubi ungu yang paling sering dibuang yaitu kulitnya, ternyata menyimpan segudang manfaat yang jarang diketahui. Selama ini, kulit ubi ungu kerap dianggap sebagai limbah dapur yang tidak berguna, sehingga langsung dikupas dan dibuang sebelum pengolahan.
Padahal, di balik lapisan tipis itu, tersimpan kekayaan nutrisi yang luar biasa. Kulit ubi ungu mengandung serat pangan dalam jumlah tinggi dan senyawa antioksidan kuat bernama antosianin—pigmen alami yang memberi warna ungu cantik sekaligus berperan penting menangkal radikal bebas penyebab kerusakan sel dalam tubuh.
Menariknya, potensi kesehatan dari kulit ubi ini sering diabaikan, padahal bisa menjadi tambahan bahan pangan fungsional yang ramah lingkungan.
Kulit ubi ungu mengandung serat pangan yang terbagi menjadi dua jenis, yaitu serat larut dan serat tidak larut air, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi. Serat larut mampu membantu memperlambat penyerapan glukosa dalam tubuh, sehingga kadar gula darah menjadi lebih stabil.
Selain itu, jenis serat ini juga membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, yang berarti turut menjaga kesehatan jantung.
Berdasarkan jurnal berjudul Proximate Composition, Health Benefits, and Food Applications in Bakery Products of Purple-Fleshed Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) and Its By-Products: A Comprehensive Review oleh Rosell et al. (2024), lebih dari 60% total serat ubi jalar ungu terdapat pada bagian kulitnya, dan sekitar 77,6% dari serat tersebut merupakan serat tidak larut.
Kandungan ini menjadikan kulit ubi ungu sebagai sumber serat tidak larut yang sangat potensial. Serat tidak larut sendiri bekerja layaknya pembersih alami dalam saluran pencernaan, membantu melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit.
Fungsi-fungsi ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terlebih bagi mereka yang memiliki aktivitas padat atau pola makan kurang seimbang.
Namun, manfaat kulit ubi ungu tidak berhenti sampai di situ. Kulit ubi ungu tidak hanya kaya serat, tetapi juga mengandung senyawa antioksidan seperti antosianin yang memberikan warna ungu khas sekaligus membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif.
Baca Juga: Pemanfaatan Ubi Jalar Ungu untuk Mendeteksi Kandungan Formalun pada Makanan sebagai Metode Sederhana
Menurut Ćetković et al. (2025) dalam studi berjudul Phytochemical Value and Bioactive Properties of Sweet Potato Peel Across Varieties and Drying Techniques, kandungan antosianin pada kulit ubi ungu diketahui lebih tinggi dibanding varietas lain.
Zat ini berperan penting sebagai antioksidan alami yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Meski begitu, fokus utama dari manfaat kulit ubi ungu dalam kehidupan harian tetaplah pada kandungan seratnya yang bisa menjadi solusi alami untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan serat tanpa harus bergantung pada suplemen atau produk olahan mahal.
Kulit ubi ungu bisa diolah menjadi bubuk dan digunakan sebagai campuran makanan. Cara ini cukup mudah diterapkan di rumah.
Kulit ubi yang masih segar dicuci bersih, dikukus, lalu dikeringkan pada suhu rendah agar kandungan gizinya tetap terjaga. Setelah kering, kulit dapat digiling atau ditumbuk hingga menjadi bubuk halus yang tahan lama. Bubuk ini bisa dicampurkan ke dalam berbagai adonan makanan seperti roti, kue, pancake, atau bahkan mie buatan sendiri.
Rasanya tidak akan terlalu berbeda, namun kandungan seratnya meningkat secara signifikan. Dengan cara ini, kita bisa menambahkan asupan serat secara praktis tanpa perlu mengubah pola makan secara drastis.
Mengonsumsi makanan tinggi serat setiap hari dapat memberikan banyak manfaat nyata. Selain membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan, serat juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga membantu mengontrol nafsu makan dan mendukung program penurunan berat badan.
Bagi penderita diabetes, makanan tinggi serat seperti kulit ubi ungu dapat membantu mengurangi lonjakan kadar gula darah setelah makan. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti tubuh bisa tetap bertenaga tanpa harus sering mengonsumsi makanan ringan yang tinggi gula atau kalori kosong.
Lebih dari sekadar memberi manfaat bagi tubuh, pemanfaatan kulit ubi ungu juga berdampak positif terhadap lingkungan. Dengan mengolah bagian yang biasanya dibuang, kita turut mengurangi limbah organik dan mendukung konsep zero waste yang kini semakin relevan.
Limbah yang diolah menjadi bahan pangan baru mencerminkan pola hidup berkelanjutan yang bukan hanya baik untuk diri sendiri, tetapi juga untuk bumi yang kita tempati.
Sudah saatnya kita mengubah cara pandang terhadap bahan makanan yang selama ini dianggap tidak berguna. Kulit ubi ungu telah menyimpan manfaat besar sebagai sumber serat alami yang mudah diolah, terjangkau, dan sangat bermanfaat dalam mendukung gaya hidup sehat sehari-hari.
Baca Juga: Pangan Lokal seperti Umbi-umbian Dapat Menjadi Solusi untuk Mencapai Ketahanan Pangan Nasional
Kini, kita tidak perlu lagi buru-buru membuang kulit ubi saat memasak, karena ternyata yang selama ini dianggap limbah, justru bisa menjadi kunci kecil bagi kesehatan tubuh dan kelestarian lingkungan.
Penulis: Alya Putri Ramadhani
Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Dosen Pengampu: Winda Nurtiana, S.T.P., M.Si.
Daftar Pustaka
Ćetković, G., Vučetić, A., Cvanić, T., Šovljanski, O., Ranitović, A., Lončar, B., Filipović, V., dan Travičić, V. 2025. Phytochemical Value and Bioactive Properties of Sweet Potato Peel Across Varieties and Drying Techniques. Processes in Agri-Food Technology. Vol. 13(7): 2004.
Rosell, M. D. L. A., Quizhpe, J., Ayuso, P., Peñalver, R., dan Nieto, G. 2024. Proximate Composition, Health Benefits, and Food Applications in Bakery Products of Purple-Fleshed Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) and Its By-Products: A Comprehensive Review. Extraction and Industrial Applications of Antioxidants. Vol. 13(8): 954.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












