Apakah Umat Islam Zaman Sekarang Bisa Disebut sebagai “Sahabat” Nabi?

opini
Ilustrasi: Pixabay.com

Ketika kita mengikuti pengajian atau mendengarkan ceramah dari para pendakwah atau ustaz, tak jarang mereka mengisahkan tentang sepak terjang Rasulullah Muhammad SAW beserta para sahabatnya. Bahkan seringkali dari beberapa nama sahabat tersebut berulang kali terdengar dari beberapa ustaz yang berbeda-beda.

Sebut saja Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan masih banyak lagi para sahabat Nabi yang senantiasa menemani Rasulullah dalam setiap perjuangan dakwahnya.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Istilah sahabat di zaman sekarang ini sangatlah erat kaitannya dengan teman dekat, rekan seperjuangan, kawan baik, atau yang kadang dikenal dengan istilah gaulnya adalah “bestie”. Kalangan milenial terutama yang aktif bersosialisasi di medsos seperti Intagram, TikTok, dan lain lain pasti sudah tak asing lagi dengan istilah “bestie” ini.

Baca Juga: Kiat Sukses Dunia dan Akhirat Ala Sahabat Bertangan Mas

Namun apakah umat Islam zaman sekarang yang hidup begitu jauh dari zaman Rasulullah SAW bisa disebut sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW? Apakah jika kita memiliki pribadi yang baik dan berakhlak mulia serta mengikuti segala tuntunan dan sunah Rasulullah SAW bisa menjadikan kita mendapat gelar “sahabat” beliau?

Ternyata gelar sahabat yang diperoleh oleh Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan sebagainya, bukanlah sembarang gelar yang dapat diberikan kepada siapa saja, ada syarat yang harus dipenuhi sehingga bisa disebut sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW.

Yaitu menjumpai sosok asli Rasulullah SAW dan meninggal dunia dalam keadaan beriman. Untuk kita yang hidup di zaman sekarang mungkin masih bisa untuk mempertahankan keimanan kita sehingga di akhir hayat nanti Allah SWT mencabut nyawa kita dalam keadaan beriman layaknya para sahabat Nabi dalam mempertahankan keimanan mereka.

Namun tentu saja, sudah mustahil bagi kita untuk menjumpai sosok langsung Rasulullah SAW karena zaman kita sungguh sangat jauh dari masa kenabian beliau.

Baca Juga: Aku Muslim, Apakah Aku Layak Jadi Pengemban Dakwah?

Jadi, walaupun istilah sahabat adalah istilah popular dalam kehidupan kita, terlebih lagi munculnya kata-kata gaul yang merujuk kepada makna “sahabat” itu sendiri, seperti “bestie”, tetapi julukan sahabat Nabi Muhammad SAW adalah sebuah gelar mulia yang menandakan kedekatan sosok tersebut dengan Rasulullah dalam perjuangan besar mendakwahkan Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin

Penulis: Alghifari Muhammad Taqwa
Mahasiswa Jurusan Syariah Islamiyah Islamic University Madinah, KSA

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses