Cantik Harus Halal? Begini Fakta di Balik Tren Kecantikan Gen Z

tren kecantikan
Cantik Harus Halal? Begini Fakta di Balik Tren Kecantikan Gen Z. Sumber: MMI.

Skincare sebagai Bagian dari Gaya Hidup Gen Z

Dalam beberapa tahun terakhir, skincare dan kosmetik semakin dekat dengan kehidupan generasi Z. Rekomendasi produk tidak lagi hanya datang dari iklan resmi, tetapi juga dari berbagai konten di media sosial.

Ulasan beauty influencer, pengalaman pengguna di TikTok, hingga diskusi di forum daring membuat informasi mengenai produk kecantikan dapat diakses dengan sangat mudah oleh konsumen muda.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Di tengah derasnya arus informasi tersebut, generasi Z tidak lagi sekadar mencari produk yang dapat memperbaiki kondisi kulit. Mereka juga mulai memperhatikan berbagai aspek lain sebelum membeli, mulai dari kandungan bahan, reputasi merek, hingga nilai yang mereka yakini sebagai konsumen.

Konsumen Muda yang Semakin Kritis

Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, Gen Z terbiasa mencari informasi terlebih dahulu sebelum membeli suatu produk. Mereka membaca ulasan, membandingkan komposisi bahan, hingga mengecek kredibilitas merek yang digunakan.

Kebiasaan ini membuat generasi muda semakin selektif dalam menentukan pilihan, termasuk dalam hal kosmetik yang digunakan sehari-hari.

Pola konsumsi tersebut menunjukkan bahwa keputusan membeli tidak lagi didasarkan hanya pada tren atau popularitas produk. Banyak konsumen muda mulai mempertimbangkan faktor keamanan bahan, transparansi informasi, hingga nilai yang mereka anggap penting dalam kehidupan sehari-hari.

Meningkatnya Perhatian terhadap Kosmetik Halal

Dalam konteks Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, perhatian terhadap aspek halal dalam produk kosmetik juga semakin terlihat.

Label halal tidak lagi dipandang sekadar formalitas administratif, tetapi menjadi salah satu indikator yang memberikan rasa aman bagi konsumen terkait bahan yang digunakan maupun proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan.

Keberadaan sertifikasi halal di Indonesia dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal setelah melalui proses pemeriksaan oleh Lembaga Pemeriksa Halal. Sertifikasi ini membantu memastikan bahwa produk yang beredar telah memenuhi standar halal yang ditetapkan.

Baca Juga: Kiblat Skincare Perempuan Indonesia: Dominasi Whitening Culture yang Menggeser Standarisasi Kecantikan Perempuan Indonesia melalui K-Beauty

Ketika Kosmetik Halal Masuk dalam Pilihan Gen Z

Di tengah maraknya tren skincare di kalangan generasi Z, label halal mulai menjadi salah satu hal yang ikut diperhatikan oleh sebagian konsumen muda.

Bagi banyak pengguna, sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga memberi rasa aman mengenai bahan yang digunakan serta proses produksi suatu produk kosmetik.

Fenomena ini juga tercermin dalam sejumlah penelitian mengenai perilaku konsumsi generasi muda di Indonesia. Sebuah penelitian terhadap 396 mahasiswa generasi Z di Kota Jambi menemukan bahwa hampir 90% responden memperhatikan sertifikasi halal ketika membeli produk skincare atau kosmetik secara daring.

Penelitian lain pada mahasiswa generasi Z menunjukkan bahwa sekitar 80% responden lebih memilih produk kosmetik yang memiliki sertifikasi halal, sementara 90% responden merasa lebih aman menggunakan produk dengan label halal.

Temuan serupa juga terlihat dalam penelitian yang melibatkan lebih dari 700 responden generasi Z di Indonesia, yang menunjukkan bahwa pengetahuan mengenai konsep halal serta keberadaan sertifikasi halal berpengaruh signifikan terhadap niat membeli kosmetik halal.

Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa bagi sebagian generasi muda, label halal mulai menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih produk kecantikan. Sertifikasi halal tidak hanya dipandang sebagai simbol religius, tetapi juga sebagai bentuk jaminan keamanan dan transparansi produk.

Kosmetik Halal dan Dinamika Industri Kecantikan

Meningkatnya perhatian generasi muda terhadap kosmetik halal juga tercermin dalam perkembangan industri kecantikan di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah merek lokal yang menonjolkan identitas halal berhasil memperoleh posisi kuat di pasar kosmetik nasional.

Salah satu contoh yang sering disebut adalah Wardah yang dikenal sebagai pelopor kosmetik halal di Indonesia. Berdasarkan laporan Top Brand Index yang dirilis oleh Frontier Group bersama majalah Marketing Magazine Indonesia, Wardah secara konsisten menempati posisi teratas dalam berbagai kategori produk kosmetik seperti lipstik dan face powder.

Popularitas tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan konsumen terhadap merek yang mengusung konsep halal.

Selain Wardah, beberapa merek lokal lain seperti Emina dan Somethinc juga semakin aktif menghadirkan produk dengan sertifikasi halal untuk menjangkau konsumen muda.

Baca Juga: Hijab dalam Islam Menurut Para Ulama: Hukum, Makna, dan Tren Hijab Masa Kini

Kehadiran berbagai merek ini memperlihatkan bahwa sertifikasi halal tidak hanya menjadi aspek kepatuhan regulasi, tetapi juga bagian dari strategi untuk menarik kepercayaan konsumen di pasar yang mayoritas muslim.

Label halal tidak hanya berfungsi sebagai penanda religius, tetapi juga sebagai salah satu faktor yang dapat memperkuat citra merek serta memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih produk kecantikan.


Penulis: Nida Nailah Putri (H5401241129)
Mahasiswa Ilmu Ekonomi Syariah Institut Pertanian Bogor (IPB)


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses