Dalam era kecerdasan buatan yang terus berkembang, chatbot berbasis AI menjadi alat yang semakin banyak digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari membantu menulis, menerjemahkan, hingga memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan kompleks.
Salah satu chatbot yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah ChatGPT, dengan lebih dari 200 juta pengguna aktif pada tahun 2024. Namun, popularitasnya mulai menurun setelah kemunculan Deepseek, chatbot baru asal Tiongkok.
Deepseek menarik perhatian banyak pengguna, sehingga sebagian dari mereka beralih dan meninggalkan ChatGPT. Dengan berbagai klaim dan kelebihan masing-masing, pertanyaan pun muncul, manakah yang lebih unggul?
Artikel ini akan mengulas secara mendalam perbandingan antara ChatGPT dan Deepseek dari berbagai aspek. Dengan membaca artikel ini, kamu akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing chatbot, sehingga dapat memilih yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.
Baca Juga: Revolusi Pendidikan Pasca ChatGPT: Peluang atau Ancaman?
Perbandingan Fitur dan Kemampuan antara ChatGPT dan Deepseek
ChatGPT dan DeepSeek merupakan dua model kecerdasan buatan berbasis bahasa yang memiliki perbedaan dalam fitur serta kemampuan. ChatGPT, dikembangkan oleh OpenAI, menggunakan arsitektur transformator konvensional dengan 1,8 triliun parameter yang dirancang untuk menghasilkan teks dan menyelesaikan berbagai tugas kreatif.
Sementara itu, DeepSeek menerapkan pendekatan Mixture-of-Experts (MoE) dengan total 671 miliar parameter, tetapi hanya sekitar 37 miliar yang diaktifkan dalam setiap permintaan, menjadikannya lebih efisien dalam penggunaan sumber daya.
Dalam hal kecepatan respons, ChatGPT cenderung memberikan jawaban lebih cepat dalam berbagai tugas, termasuk pembuatan konten dan interaksi percakapan. Sebaliknya, DeepSeek terkadang membutuhkan waktu lebih lama, terutama saat menghadapi pertanyaan yang memerlukan analisis mendalam.
Dari segi pemahaman logis dan penalaran, ChatGPT memiliki kemampuan untuk memahami konteks dan memberikan jawaban yang mendalam, sementara DeepSeek lebih unggul dalam tugas-tugas teknis seperti matematika dan pemrograman dengan akurasi yang lebih tinggi.
Perbedaan lainnya terletak pada fitur tambahan yang ditawarkan. ChatGPT mendukung mode suara dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan gambar berbasis AI, yang memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna. Sebaliknya, DeepSeek belum menyediakan fitur ini, sehingga penggunaannya lebih terbatas dalam aspek kreativitas.
Selain itu, dalam hal sensor dan pembatasan konten, ChatGPT lebih fleksibel dalam membahas berbagai topik, sedangkan DeepSeek menerapkan pembatasan ketat, terutama pada isu-isu sensitif seperti politik, khususnya di Tiongkok.
Baca Juga: Artificial Intelligence: Literasi Penting di Era Modern
Keunggulan dan Kelemahan Masing-Masing
Secara pemahaman konteks dan multibahasa ChatGPT baik dalam berbagai bahasa, terutama Inggris. Sedangkan dari segi keakuratan Deepseek kuat dalam bahasa Mandarin, hanya saja kurang dalam bahasa lain. Untuk kreativitas, ChatGPT unggul dalam pembuatan konten dan pemrograman, sedangkan Deepseek lebih terbatas.
Di sisi lain, secara aksesibilitas dan harga, tersedia versi gratis dan berbayar dengan fitur lebih baik, sedangkan Deepseek menyediakan versi gratis dengan cakupan bahasa yang lebih terbatas.
Jika seseorang membutuhkan AI untuk keperluan akademik, penelitian, atau konten dalam berbagai bahasa, maka ChatGPT adalah pilihan terbaik. Namun, jika pengguna lebih sering berkomunikasi dalam bahasa Mandarin dan ingin AI yang lebih spesifik untuk budaya dan bahasa tersebut, Deepseek bisa menjadi pilihan yang lebih baik.
Jika dibandingkan secara keseluruhan, ChatGPT masih lebih unggul dalam aspek pemahaman konteks, akurasi informasi global, kemampuan multibahasa, serta kreativitas dalam pembuatan konten.
Model ini cocok untuk pengguna yang menginginkan AI serbaguna yang dapat digunakan dalam berbagai bidang. Namun, Deepseek memiliki keunggulan dalam bahasa Mandarin dan bisa menjadi pilihan terbaik bagi mereka yang fokus pada komunikasi atau analisis teks dalam bahasa tersebut.
Pada akhirnya, pemilihan antara ChatGPT dan Deepseek tergantung pada kebutuhan pengguna. Jika membutuhkan AI yang fleksibel dan dapat digunakan secara global, ChatGPT adalah pilihan terbaik. Namun, jika fokus utama adalah bahasa Mandarin, maka Deepseek lebih unggul dalam aspek tersebut.
Jadi, Anda pilih yang mana?
Penulis: Novasa Adiyani dan Nur Hidayati
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Yogyakarta
Editor: I. Khairunnisa
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













