Dokter Muda FKUI Miliki 60 Publikasi Scopus dan Menjadi Editor Jurnal Internasional

prestasi dokter
Dokter Muda FKUI Miliki 60 Publikasi Scopus dan Menjadi Editor Jurnal Internasional. Sumber: Instagram.

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mewisuda lulusannya yang telah mencatatkan prestasi akademik dan klinis seperti menangani pasien kritis, terlibat dalam riset global, mempublikasikan puluhan artikel internasional, hingga dipercaya duduk sebagai editor jurnal ilmiah dunia. Beliau adalah dr. Elvan Wiyarta.

Saat ini, dr. Elvan bertugas sebagai dokter ICU di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). Setiap bulan ia menangani lebih dari 100 pasien kritis di ICU, ICCU, SCU, PICU, hingga PACU. Ia melakukan prosedur seperti intubasi, manajemen ventilator, dan berbagai tindakan penyelamatan nyawa lainnya.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

“Kerja di ICU membuat saya sadar bahwa ilmu kedokteran harus terus diperbarui setiap hari,” ujarnya.

Belajar Meneliti dari Pembimbingnya: Prof. Dr. Kusmardi

Ketertarikan dr. Elvan pada dunia riset terbentuk sejak awal masa pendidikannya di FKUI. Ia dibimbing langsung oleh Prof. Dr. Kusmardi, Guru Besar dari Departemen Patologi Anatomi FKUI, sosok yang menjadi fondasi penting dalam perjalanan ilmiahnya.

Bersama Prof. Kusmardi, dr. Elvan tidak hanya belajar metodologi penelitian dan analisis data, tetapi juga disiplin ilmiah, etika riset, dan cara menulis artikel yang kuat secara akademik.

Dalam satu tahun bimbingan, berhasil memenangkan tiga hibah riset sekaligus, yang hasilnya dipublikasi di jurnal internasional bereputasi (terindeks Scopus) sebuah pencapaian langka bagi peneliti muda.

Pengalaman tersebut menjadi batu loncatan penting yang memperkuat kompetensi risetnya di tingkat nasional dan internasional.

Lebih dari 60 Publikasi Scopus

Karier riset dr. Elvan berkembang pesat. Hingga kini ia telah berkontribusi dalam lebih dari 80 publikasi ilmiah, termasuk lebih dari 60 artikel yang terindeks Scopus, platform sitasi akademik terbesar di dunia.

Karya-karyanya membahas berbagai bidang seperti stroke, tuberkulosis, penyakit metabolik, kanker, neurosains, hingga kesehatan masyarakat. Banyak di antaranya telah menjadi rujukan akademik dan dikutip dalam penelitian lanjutan.

Baca Juga: Biaya Kuliah Kedokteran dan Potensi Gaji Dokter

Editor Jurnal Internasional di Usia Muda

Di tengah kesibukan klinis dan riset, dr. Elvan juga dipercaya sebagai editor di tiga jurnal ilmiah internasional:

  • PLOS (Public Library of Science);
  • The Open Neurology Journal;
  • Clinical Medicine Insights: Case Reports (Sage Journals).

Tugas ini membuatnya menilai puluhan artikel ilmiah setiap bulan—posisi yang biasanya ditempati peneliti senior dengan pengalaman panjang.

CEO Startup Risetku

Tidak berhenti di klinik dan riset, dr. Elvan mendirikan Risetku, sebuah startup yang membantu peneliti Indonesia dalam penulisan, pendampingan, dan publikasi ilmiah. Platform ini kini melayani lebih dari 100 peneliti setiap bulan dan dipimpin oleh lebih dari 50 tenaga akademik muda.

Melanglang Buana di Forum Ilmiah

Kiprahnya membuat dr. Elvan sering diundang berbicara pada konferensi internasional di:

  • Korea Selatan;
  • Turki;
  • Singapura;
  • Amerika Serikat.

Ia juga meraih beberapa travel grant internasional, serta menjadi juara pada berbagai kompetisi ilmiah nasional. Salah satu pencapaian awalnya yang menonjol adalah Gold Medal iGEM MIT 2019, ajang bergengsi di bidang rekayasa genetika di AS.

Baca Juga: Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Angkatan 2021, Laurensia Evita (Lauren), Meraih Pencapaian Membanggakan pada Ajang Thesis Awards 2025, pada Kongres Ilmuwan Muda Indonesia (KIMI) 2025

Generasi Baru Dokter–Peneliti Indonesia

Dengan rekam jejak yang impresif, dr. Elvan menginspirasi banyak mahasiswa kedokteran dan peneliti muda. Perjalanannya menunjukkan bahwa kombinasi bimbingan yang tepat—seperti peran besar Prof. Dr. Kusmardi—ketekunan, dan konsistensi mampu membentuk figur dokter–peneliti yang berkontribusi besar bagi Indonesia.

Penulis: Ika Ayuni Lestari

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses