Anak-anak kini akrab dengan gadget, yang telah menjadi bagian dari kehidupan keluarga modern. Namun, kebiasaan ini menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan anak?
Untuk memahami hal ini, dapat dilihat melalui dua teori utama: Teori Lingkungan (Urie Bronfenbrenner) dan Teori Kebiasaan (B.F. Skinner & Ivan Pavlov).
Menurut Urie Bronfenbrenner, perkembangan anak dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia tumbuh. Kini, lingkungan itu bergeser ke dunia digital.
Anak lebih sering berinteraksi melalui layar, sementara orang tua sering memberi gadget agar anak tenang. Akibatnya, kesempatan anak untuk belajar berinteraksi sosial dan emosional semakin berkurang.
Dari sisi Teori Kebiasaan yang dikemukakan Skinner dan Pavlov, gadget memberi kepuasan instan melalui suara, cahaya, atau hadiah virtual (naik level). Anak terbiasa mencari kenyamanan dari layar, bukan dari hubungan nyata. Hal ini dapat membentuk pola perilaku yang sulit diubah jika tidak disadari sejak dini.
Orang tua berperan penting dalam menyeimbangkan dunia digital dan dunia nyata. Interaksi langsung yang hangat, permainan sederhana tanpa layar, dan waktu bersama keluarga harus kembali dihidupkan.
Dengan memahami peran lingkungan dan kebiasaan ini, kita dapat membantu anak tumbuh seimbang untuk mengenal dunia digital tanpa kehilangan sisi manusianya.
Penulis: Gracia Dwi Ningsih
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Kristen Satya Wacana
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













