Hari itu matahari terasa sangat kejam, ia menyinari kelas kami tanpa ampun. Tak hanya matahari yang mengganggu kami, tetapi juga rasa sakit yang terus menjalar dari ujung rambut sampai ke depan mata, hari itu kami sedang mempelajari salah satu ilmu yang rumornya menyeramkan, yaitu Fisika.
Proyektor yang menyala terang menyinari papan tulis, seperti menegaskan bahwa materi ini masih belum mencapai akhir, spidol berwarna hitam yang terus bergerak tanpa henti menciptakan bunyi yang mengerit yang tidak pernah berhenti. Namun tanpa kita sadari, hal yang selama ini kita takuti malah ada di sekitar kita.
Mereka bukanlah makhluk halus, bukanlah hutang yang lupa dibayar, namun mereka adalah suatu konsep di mana konsep tersebut menjadi fondasi dasar pada kehidupan kita.
Pandangan tersebut saya dapatkan ketika sedang menempuh pendidikan Fisika di Universitas Udayana, saya mendapat banyak sekali pandangan baru tentang fisika berkat sosok yang menjadi dosen saya selama saya belajar di kelas beliau.
Beliau bernama Bapak Hangga Novian Adi Putra, M.Sc. beliau merupakan salah satu dosen fisika yang mengajar di Universitas Udayana. Beliaulah yang memberikan pandangan baru mengenai fisika kepada saya.
Beliau merupakan dosen yang cukup asyik dalam mengajar fisika, bukan hanya sekedar membaca Power Point Presentation (PPT) tapi beliau benar-benar mengupas dengan lengkap konsep fisika yang sebenarnya.
Bapak Hangga sudah mulai menyukai fisika sejak dirinya berada di bangku sekolah menengah atas, sambil tertawa kecil beliau juga menyebutkan salah satu faktor yang menyebabkan beliau sangat tertarik dengan fisika karena beliau menyukai hal-hal yang berhubungan dengan sains semasa beliau sma, “Banyak hal-hal yang ketika dijelaskan dengan fisika itu dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ucapnya sambil sedikit canggung.
Beliau menegaskan juga Fisika juga dapat menjelaskan fenomena-fenomena unik yang ada di dunia seperti mitos dan lain-lain. Hal yang diucapkan oleh beliau memanglah benar, fisika memang menjadi salah satu fondasi dasar dari kehidupan, mulai dari aktivitas kita yang paling ringan maupun berat.
Aktivitas yang kita lakukan seperti memasak, menyetrika baju, mengendarai kendaraan dan bahkan berjalan, semua itu menggunakan konsep fisika.
Kemenarikan Fisika menjadi salah satu faktor pendukung Bapak Hangga untuk menjadi dosen Fisika, beliau menekankan bahwa ilmu sains seperti fisika memang cukup sulit untuk dipahami.
Namun beliau yakin bahwa jika seorang dosen/guru dapat menjelaskannya dengan baik, fisika itu akan terasa sangat menyenangkan karena fisika itu tidak hanya sebuah rumus dan angka melainkan sebuah konsep yang jika bisa disampaikan dengan baik akan menciptakan suatu perasaan menyenangkan dan dapat lebih mudah diterima karena fisika merupakan suatu ilmu yang sangat dekat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga pastinya akan terasa menyenangkan jika mempelajari sesuatu yang rupanya sangat dekat dengan kita.
Banyak masyarakat yang masih termakan oleh stigma bahwa fisika adalah mata pelajaran yang sangat sulit dan tidak menyenangkan. Hal ini memang tidak sepenuhnya salah, fisika memang merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat sulit, bahkan beliau sendiri setuju dengan hal tersebut.
Namun semakin berkembangnya zaman, sistem pembelajaran pun juga ikut berjalan dengan perkembangan. Beliau bercerita bahwa tingkat kesulitan pengajaran fisika itu juga berpengaruh dari kualitas sarana dan prasarananya karena fisika sendiri itu berhubungan langsung juga dengan teknologi.
Beliau juga menambahkan dengan berkata “Fisika jika diajarkan hanya fokus dengan teori dan rumus, akan terlihat sulit padahal jika kita melihat dari terapannya, fisika akan terasa lebih mudah dan menyenangkan” ujarnya.
Begitulah bapak Hangga, pandangan beliau mengenai fisika memang sangat mendalam. Hal ini sedikit membuka pandangan saya ketika berbincang dengan beliau, lalu terlintaslah sebuah pertanyaan mengapa bisa sebuah konsep fisika bisa memiliki keterkaitan dengan kehidupan kita, apa saja contoh-contoh dari konsep fisika yang bisa berjalan berirama dengan kehidupan kita, itulah yang saya pikirkan.
Banyak yang terlintas di pikiran saya, seperti memasak itu menggunakan konsep kalor, dimana terdapat suatu perpindahan panas dari satu tempat ke tempat lainnya. Berjalan juga hal yang sama dimana konsep fisika yang berhubungan adalah gaya gesek.
Bahkan ketika mengangkat suatu barang entah itu barbel ataupun hal lain, ada hal yang harus diperhatikan seperti posisi dimana itu berhubungan dengan konsep titik gravitasi.
Ketika beliau mendengar kebingungan saya, ia sekali lagi menekankan pembicaraan kami tadi, dimana memang konsep fisika itu memang terasa sangat dekat sekali.
Jika membicarakan soal contoh beliau menjawab “ Yah… banyak yah… hal yang paling sederhana itu adalah listrik” dengan tenang ia menjelaskan dengan rinci bahwa kita tahu sendiri listrik itu adalah kebutuhan primer masyarakat sekarang.
Hal itu memanglah benar di mana kita bisa melihat di sekitar kita penggunaan listrik memanglah banyak, untuk menghidupkan alat elektronik, seperti Tv, kipas angin, ac dan lain-lain, selain itu juga listrik berfungsi untuk menyalakan lampu, dimana lampu merupakan sumber cahaya di rumah-rumah masyarakat.
Beliau melanjutkan perkataannya, “Untuk menciptakan listrik, seperti membuat susunan atau instalasi listrik itu dasar yang perlu diketahui itu adalah ilmu fisika,” ujarnya.
Susunan listrik seperti seri dan paralel memang menggunakan ilmu fisika sebagai dasarnya, dan susunan inilah yang diterapkan pada rumah, hotel, supermarket, dan lain-lainnya.
Hotel biasanya menggunakan rangkaian listrik paralel. Tanpa kita sadari aspek paling sederhana yang ternyata berada di sekitar kita selama ini dalam kasus ini adalah listrik memiliki hubungan yang sangat erat dengan konsep fisika. Konsep fisika menjadi fondasi dasar dalam ilmu kelistrikan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari manusia saat ini.
Baca Juga: Fisika dalam Setiap Proses: Pengalaman Mahasiswa Fisika Mengikuti National Summer Course FTP UB
Tidak hanya penerapan pada hal-hal sederhana seperti listrik, ilmu fisika juga bisa diterapkan ke jenjang yang lebih tinggi dan pastinya penerapannya akan lebih mendalam lagi. Salah satu contoh dari penerapan pada jenjang yang lebih tinggi adalah mitigasi bencana, “ Karena saya orang fisika bumi, saya belajar bahwa ternyata fisika itu bisa digunakan untuk mitigasi bencana alam, seperti gempa bumi, longsor dan banjir” begitu ucap beliau.
Mitigasi bencana bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa konsep fisika dan mengaplikasikannya menjadi seperti alat pendeteksi untuk mengatasi permasalahan yang ada di kehidupan kita.
Penggunaan konsep fisika sebagai alat mitigasi bencana sudah banyak digunakan oleh lembaga pemerintahan, seperti contohnya BMKG atau Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, di mana mereka memiliki peralatan canggih yang dapat mendeteksi gelombang gempa (Seismograf), mengukur guncangan (Akselerograf) dan selain itu mereka juga memiliki alat untuk mendeteksi cuaca. Semua hal itu dapat terjadi karena konsep fisika itu sendiri.
Konsep fisika ternyata terasa lebih dekat dari yang selama ini orang-orang kira, penerapannya yang berdampak dalam hal kecil maupun hal besar.
“Jika kita mengetahui ternyata fisika itu terasa dekat dengan kita, fisika pasti akan terasa lebih menyenangkan” ujar beliau, ucapannya memang benar fisika yang selama ini kita kira hanya rumus dan hitung-hitungan ternyata memiliki konsep yang lebih mendalam secara keilmuannya, yaitu melalui penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Berkat ini muncul suatu pertanyaan baru yang saya pikirkan apakah ilmu ini penting untuk dipahami oleh masyarakat umum, tidak hanya bagi mahasiswa atau orang sains saja.
“Iya.. karena ilmu fisika sendiri itu mempelajari hal-hal yang ada disekitar kita, apalagi zaman sekarang yang sudah memasuki era digital dan teknologi dan yang menopang itu adalah fisika” ujarnya, beliau juga menegaskan bahwa ilmu-ilmu dasar dari fisika memang perlu diketahui tidak hanya untuk orang sains saja, namun juga masyarakat umum walau hanya sebatas dasarnya saja.
“Ketika kita menggunakan sesuatu tapi kita tidak tahu esensi atau fungsi sebenarnya dari sesuatu tersebut, hal itu bisa saja akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tingkat bahayanya, fungsi aslinya dan lain-lain” ucap beliau.
Hal ini juga berkaitan dengan apa yang sering kita lakukan sehari-hari, seperti saat kita dimarah oleh orang tua kita karena menonton televisi terlalu dekat, hal itu juga terjadi bukan tanpa sebab. Televisi itu memancarkan gelombang radiasi yang jika kita terlalu dekat dengan televisi tersebut akan memicu beberapa dampak yang akan terjadi kepada manusia.
Begitulah akhir dari perbincangan kami mengenai keilmuan fisika dan penerapannya, dari perbincangan yang singkat itu saya sebagai mahasiswa mendapat banyak sekali wawasan mengenai fisika.
Fisika bukan hanya sebuah angka, rumus dan teori yang harus dihafal, namun fisika lebih dari sekadar itu, penerapan ilmu ini banyak sekali ada di dunia, mulai dari hal kecil hingga besar dari berjalan hingga penerapan untuk mitigasi bencana.
Baca Juga: Analisis Pengukuran Massa Jenis Benda Padat dan Cair pada Praktikum Fisika Dasar
Keilmuan fisika ini merupakan ilmu yang sangat luwes, sehingga kegunaannya dapat dilihat hanya dengan menggunakan sepasang mata saja.
Penulis: I Gusti Bagus Parama Nandana (2508521055)
Mahasiswa Fisika Universitas Udayana
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












