Kondisi jam tidur yang tidak beraturan menjadi hal yang tabu. Banyak yang menganggap jika hari libur bisa menjadi alasan untuk tidur lebih larut malam lalu tidur melebihi batas waktunya. Selain dari kecemasan atau depresi banyak yang menjadi faktor pola tidur yang berantakan, seperti bermain video gim atau menggunakan media sosial secara berlebih.
Pada dasarnya pola tidur yang berantakan bisa memengaruhi Kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup secara keseluruhan” (santika dan tantikoda, 2023). Jika pada orang yang terkena gangguan tidur seperti Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) dan International Classification of Sleep Disorders (ICSD) memiliki penyebab tersendiri.
Lalu bagaimana dengan yang tidak memiliki ganggua tersebut tapi membuat pola tidurnya berantakan?. Kebiasaan menggunakan alat elektronik sebelum tidur bisa merubah ritme tidur. Karena Cahaya biru yang dihasilkan mempunyai Panjang gelombang pendek sehingga mampun menurunkan sel melatonin dan rasa menggantuk menjadi tertunda.
Selain itu, penggunaan gawai sebelum tidur bisa memicu rangsangan mental, fisik, atau fisiologis dari konten yang di konsumsi (Alshareef, 2022).
Durasi Tidur Beberapa Negara serta Posisinya
CNN Indonesian 2025 memberikan data tidur dari berbagai negara termasuk Indonesia, data tersebut meliputi; Negara diposisi atas seperti Slandia Baru (477 menit), Belanda (444 menit), Finlandia (443 menit), Inggris (442 menit), dan Autralia (440 menit).
Negara di posisi bawah seperti Jepang (352 menit), Arab Saudi (362 menit), Korea Selatan (362 menit), Filipina (368 menit), dan Kuwait (378 menit).
Sementara itu, Indonesia berada pada posisi ke-44 dari 50 negarabyang terdaftar, Indonesia memiliki waktu tidur 385 atau sekitar 6 jam 25 menit yang Dimana berada di bawah waktu yang direkomendasikan.
Baca juga: Sering Susah Terlelap? Inilah Tips Agar Cepat Tidur yang Ampuh!
Penyebab Kurangnya Tidur
Seperti yang kita ketahui kurangnya tidur mempunyai banyak pengaruh pada tubuh, misalnya kurangnya konsentrasi, mengurangi produktivitas hidup, tidak terjadi proses pemulihan sel dan jaringan dalam tubuh, bisa memicu insomnia, dan masih banyak lagi yang tentunya bisa membahayakan tubuh.
Peran Teknologi dan Perubahan Gaya Hidup
Dikutip dari Hadinata, 2024. Perkembangan teknologi sudah mengubah gaya hidup manusia dari berbagai aspek, seperti komunikasi, bekerja, berbelanja, bahkan sampai memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Perkembangan ini dipicu oleh akses internet yang semakin mudah, maraknya penggunaan gawai, dan hadirnya aplikasi yang memudahkan banyak aktivitas.
Walaupun teknologi membuat semua pekerjaan lebih mudah dan praktis teknologi juga mengurangi adanya tatap muka secara dan komunikasi secara langsung.
Penggunaan teknologi memang membawa semua kemudahan dalam konteks apapun akan tetapi bisa mengancam keamanan data dan memicu isolasi sosial dan masalah Kesehatan , maka dari itu penting meggunakan teknologi dengan bijak.
Melihat dari berbagai fakta diatas, saya berpendapat bahwa adanya perubahan jam tidur di era digital ini sudah dipicu dari perubahan gaya hidup yang jarang sekali memperhatikan dampaknya bagi keberlangsungan hidup.
Dan teknologi tidak sepenuhnya disalahkan, karna semua Kembali lagi pada bagaimana kita bisa mengontrol penggunaan gawai secara bijak, tentunya dengan pemberian batas pada saat waktu beristirahat.
Semaju apapun teknologi jika kita tidak bisa mengendalikan dan mengubah gaya hidup kita menjadi lebih baik maka kita pun yang akan merugikan diri sendiri.
Refrensi
Alshareef, A. (2022). Effects of Blue Light Exposure on Sleep Quality: A Review. Journal of Sleep Research, 31(2), 1–12.
CNN Indonesia. (2025). Durasi Tidur Global dan Posisi Indonesia dalam Peringkat Dunia. CNN Indonesia.
Hadinata, R. (2024). Pengaruh Teknologi terhadap Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Modern. Jurnal Teknologi & Perilaku Sosial, 12(1), 45–53.
Santika, R., & Tantikoda, B. (2023). Gangguan Tidur dan Dampaknya terhadap Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan Nusantara, 8(4), 213–220.
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













