Pengantar
Dalam berbagai film dan serial yang sering kita nikmati, sosok laki-laki sering digambarkan dengan sosok yang mencerminkan maskulinitas pada masanya.
Tokoh seperti Tyler Durden dalam film Fight Club menampilkan maskulinitas yang melawan sistem dan status quo.
Sementara itu, Walter White dalam serial Breaking Bad menampilkan perubahan dari sosok pria biasa menjadi sosok yang dominan karena tekanan sosial dan kondisi kehidupannya.
Representasi ini menunjukan bahwa maskulinitas dalam media tidak hadir secara netral dan natural.
Media bukan hanya menggambarkan realitas sosial terhadap suatu zaman, tetapi media juga membentuk cara penonton tentang bagaimana “seharusnya” laki-laki bertindak.
Dalam proses ini, stereotip maskulinitas dapat diperkuat, dipertanyakan, atau bahkan dihancurkan.
Baca Juga: Representasi Maskulinitas dan Krisis Identitas Ken dalam Film Barbie (2023)
Dengan demikian, maskulinitas dalam media dapat bersifat dinamis dan juga dapat terus berubah sejalan dengan konteks sosial dan budaya pada masanya
Dalam konteks diatas, serial Peaky menjadi menarik untuk dibahas karena karakter Thomas Shelby menampilkan bentuk maskulinitas yang berbeda dari sosok laki-laki dominan yang di masyarakat.
Thomas Shelby digambarkan sebagai sosok pemimpin yang tenang, minim ekspresi, dan rasional, bahkan walaupun dalam keadaan yang sulit dan penuh konflik.
Akan tetapi, citra maskulin ini tidak hadir tanpa kontradiksi: ketenangan dan pengendalian diri Thomas ternyata disebabkan karena trauma perang masa lalu, penekanan emosi, serta normalisasi kekerasan.
Pertanyaannya, nilai maskulin apa yang sebenarnya digambarkan melalui karakter Thomas Shelby?
Tulisan ini bertujuan untuk melihat ulang representasi maskulinitas tersebut dan melihat tentang bagaimana media membentuk dan menormalisasi, serta cara tertentu dalam memaknai menjadi seorang laki-laki.
Baca Juga: Serial Reacher dan Representasi Maskulinitas: Identitas Laki-Laki dalam Budaya Populer
Sub Bagian 1
Thomas Shelby digambarkan sebagai pria yang tenang, fokus pada tujuan akhir, rasional dan juga sangat jarang dalam memvalidasi perasaan dan selalu menekan emosinya.
Dalam berbagai adegan yang ditampilkan dalam serial, ia sering digambarkan sebagai sosok yang anti impulsif, walaupun dia sedang berada dalam situasi yang penuh ancaman, justru dia tetap tenang dan ketenangan ini menjadi sumber kekuatan dan kekuasaan, karena dia tidak goyah dengan ancaman dan tekanan.
Selain kontrol emosi, maskulinitas Thomas Shelby ini juga dibangun dari relasi dan kekuataan, sebagai pemimpin dari Shelby Family, ia mengambil keputusan strategis, mengatur relasi dengan kelompok geng lain dan juga mampu untuk mengontrol konflik tanpa fisik dan kekerasan.
Dengan cara ini, Peaky Blinders merepresentasikan maskulinitas sebagai kemampuan untuk menguasai situasi dan juga orang lain melalui kontrol kecerdasan dan kontrol emosi, bukan hanya dari kontrol kekerasan
Sub Bagian 2
Representasi maskulinitas Thomas Shelby tidak hanya menampilkan kekuasaan dan ketenangan, akan tetapi juga menjadikan trauma perang sebagai bagian dari identitas maskulinitas yang dimilikinya.
Akan tetapi, trauma yang dimiliki Thomas tidak dijadikan sebagai luka emosional yang perlu untuk disembuhkan, namun sebagai dasar dan alasan untuk melegitimasi sikap keras, dominasi, dan kekerasan yang ia lakukan
Baca Juga: Larangan Penyerupaan antara Laki-Laki dengan Perempuan dalam Perspektif Hadis
Dalam serial ini, ketenangan Thomas kerap digambarkan sebagai sumber otoritas, sementara dampak emosionalnya jarang dipersoalkan secara mendalam.
Hal ini berpotensi sebagai dasar untuk menormalisasi pandangan bahwa represi emosi dan kekerasan merupakan hasil “harga” yang harus dibayar untuk menjadi laki-laki yang kuat.
Maskulinitas kemudian direduksi dan diubah menjadi kemampuan untuk mengendalikan dan bertahan, bukan sebagai kemampuan untuk memahami dan mengelola luka batin
Bacaan ini menunjukan bahwa meskipun karakter Thomas Shelby tampil sebagai sosok yang menarik dan karismatik, representasi maskulinitas yang digambarkan dan dihadirkan oleh media juga membawa dampak ideologis.
Peaky Blinders tidak hanya menggambarkan maskulinitas tertentu, tapi juga turut andil dalam membentuk cara penonton dalam memaknai emosi, kekuatan, dan juga identitas laki-laki.
Simpulan
Melalui karakter Thomas Shelby, Peaky Blinders menampilkan maskulinitas yang dibangun dari kontrol emosi, ketenangan, serta kekuasaan.
Representasi ini membuat sosok laki-laki tampak kuat dan juga berwibawa, tapi juga menyembunyikan trauma dan normalisasi kekerasan sebagai bagian dari identitas maskulin.
Baca Juga: Maskulinitas dan Pelecehan Seksual pada Laki-Laki
Pembacaan ini menjelaskan bahwa media bukan hanya sekedar hiburan, tapi media juga memiliki andil di masyarakat dalam membentuk apa itu maskulin.
Mengagumi karakter seperti Thomas Shelby dan karakter karakter yang memiliki kepribadian dan watak yang mirip adalah sesuatu yang sah dan wajar, tapi penting untuk kita tetap kritis dalam menilai maskulinitas yang dipresentasikan dan apa dampaknya dalam kehidupan sosial.
Penulis: Ridwan Ardiansyach
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












