Gaya hidup yang modern sering kali dianggap sebagai simbol dari kemajuan baik kemajuan teknologi, kemampuan berpikir maupun sumber daya manusia.
Teknologi yang semakin canggih, kemudahan untuk mendapatkan informasi, serta berbagai layanan cepat dan instan yang muncul untuk mempermudah kehidupan manusia. Namun, di balik segala kemudahan yang didapat, gaya hidup modern perlahan berubah menjadi ancaman bagi kesehatan manusia secara nyata.
Salah satu contoh yang paling nampak adalah menurunnya aktivitas fisik manusia. Beberapa orang banyak menghabiskan waktu di depan komputer baik untuk melakukan pekerjaan, belajar ataupun sekadar mendapatkan hiburan.
Kebiasaan duduk yang tidak diimbangi dengan olahraga dapat menjadi penyebab munculnya penyakit seperti obesitas, diabetes hingga gangguan pada jantung. Kemajuan teknologi ini mendorong manusia menjadi lebih pasif.
Baca juga: Aktivitas Fisik sebagai Pilar Homeostasis Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II
Pola makan pada masyarakat modern juga menjadi salah satu contoh dampak yang bisa dilihat dan dirasakan. Makanan cepat saji direstoran yang mengandung tinggi gula, garam dan lemak menjadi pilihan utama karena dianggap praktis dan mudah dijangkau.
Padahal jika ditelusuri dari perspektif kesehatan mengkonsumsi manakan instan secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi serta meningkatan risiko penyakit kronis. Kesibukan dan tuntutan hidup modern sering membuat orang melupakan asupan gizi seimbang.
Selain dua contoh di atas, dampak yang tak kalah penting dan cukup mengkhawatirkan adalah dampak gaya hidup modern terhadap kesehatan mental.
Tekanan pekerjaan, tuntutan trend media sosial, serta budaya cepat dalam kehidupan bermasyarakat memicu stres, kecemasan dan kelelahan emosional. Banyak individu yang harus selalu produktif dan tampil sempurna sehingga lupa memberikan waktu dan ruangan untuk beristirahat dan merawat kesehatan mental.
Dari beberapa contoh di atas sudah seharusnya masyarakat menyadari bahwa gaya hidup modern tidak sejalan dengan kesehatan. Gaya hidup modern perlu dikaji dan disikapi secara bijak agar penerapanya tidak merugikan manusia itu sendiri.
Keseimbangan antara teknologi, aktivitas fisik, pola makan dan kesehatan mental perlu diterapan dalam kehidupan. Jika tidak, maka kemudahan yang ditawarkan oleh gaya hidup modern justru menjadi penghambat yang mengancam kualitas hidup manusia di masa yang akan datang.
Penulis: Eufoensiana Gamut (25201189)
Mahasiswa Keperawatan, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
D0sen Pengampu: Bapak Yohanes Jakri
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












