Makna Pesan Puisi “Keyakinan” Karya Rosihan Anwar

Makna Pesan Puisi “Keyakinan” Karya Rosihan Anwar
Sumber: pixabay.com

Sekalipun dibanting seluruh tubuh

Disergap dari segenap penjuru

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Pedih memar lahir dan batin

 

Namun jiwa tetap berani

Tiada gentar yakin ‘lah hati

Selama masih nyala di dada

 

Alnur pegangan pada Illahi

Maha adil, Maha Kuasa!

 

– Sumber: Kesusastraan Indonesia di Masa Jepang (1948)

 

Biodata Rosihan Anwar

Rosihan Anwar (10 Mei 1922 – 14 April 2011) adalah tokoh pers, sejarawan, sastrawan, dan budayawan Indonesia. Rosihan merupakan salah seorang yang produktif menulis. Ia pernah dicalonkan sebagai Anggota Konstituante mewakili Partai Sosialis Indonesia.

Sebuah karya tulis karangan, puisi dan lain-lain penulis perhatikan bahwa kesemua karya bacaan itu judul bisa dikatakan kesimpulan dari suatu karya tulis.

Judul puisi “Keyakinan” adalah sebuah sikap subyektif bahwa sesuatu atau proposisi itu benar. Keyakinan juga dapat berarti perasaan yakin bahwa sesuatu yang ada itu benar atau baik, yang didasarkan pada wahyu, kepercayaan, atau keyakinan.

Keyakinan sering digunakan untuk agama, dan menggambarkan kepercayaan pada seseorang, konsep, atau bahkan kepercayaan pada Tuhan. Keyakinan juga dapat berarti nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati secara tersirat dan tersurat, lepas dari latar belakang suku, negara, bahasa maupun agama.

Puisi “Keyakinan” Karya Rosihan Anwar walaupun hanya terdiri dari delapan baris tetapi dapat mengungkapkan nilai-nilai religious, nilai patriotisme dan nilai jiwa pemberani. Kedelapan baris puisi karya Rosihan Anwar menurut penulis pada dasarnya memiliki tiga makna yang tersirat didalamnya yang sangat dalam dan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia .

Makna yang pertama, mengandung nilai religius kita sebagai manusia hendaknya memiliki keimanan atau keyakinan yang kuat atas adanya Allah SWT sebagai pencipta alam beserta isinya.

Salah satu yang dapat dijadikan rujukan dalam penggunaan istilah ini adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dalam KBBI, untuk terminologi asing dari “religiosity” diubah menjadi “religiositas” yang ditetapkan sebagai Bahasa Indonesia serapan.

Lebih jauh dalam KBBI dijelaskan bahwa kata “religiositas” dijelaskan sebagai “pengabdian terhadap agama; kesalehan” (KBBI, 2020; entri “religiositas”).   Ada beberapa istilah lain dari agama, antara lain religi, religion (inggris), religie (belanda), religio (latin), dan dien (arab).

Menurut Drikarya19 kata religi berasal dari bahasa latin religio yang akar katanya religare yang berarti mengikat. Maksudnya adalah suatu kewajiban-kewajiban atau aturan-aturan yang harus dilaksanakan, yang kesemuanya itu berfungsi untuk mengikat dan mengutuhkan diri seseorang atau sekelompok orang dalam hubungannya dengan Tuhan atau sesama manusia, serta alam sekitar.

Baca Juga: Eksplorasi Keindahan Puisi Sapardi Djoko Damono: Hujan Bulan Juni

Istilah: Religiusitas, Religiositas, Beragama, atau Keberagamaan?

Indonesia memiliki banyak variasi penggunaan terminologi, diantaranya: religiositas, religiusitas, keberagamaan, beragama, dan relijiusitas.

Berdasarkan berbagai terminologi tersebut, database Google Scholar menunjukkan sekitar 49.300 naskah menggunakan kata “beragama”, di susul sekitar 20.900 naskah menggunakan terminologi “religiusitas”, berikutnya kata “keberagamaan” digunakan oleh sekitar 14.500 naskah, dan sekitar 3.880 naskah menggunakan istilah “religiositas”, sedangkan “Relijiusitas” digunakan oleh sekitar 460 naskah.

Banyaknya variasi terminologi yang digunakan untuk satu konsep yang sama akan menyulitkan para peneliti untuk saling mengkomunikasikan hasil penelitiannya kepada peneliti lain.

El Hafiz & Himawan (2020) menjelaskan bahwa banyaknya ragam terminologi untuk menjelaskan satu konsep yang sama menyebabkan peneliti kesulitan untuk melakukan kajian literatur (literature review), padahal kajian ini sangat dibutuhkan oleh para peneliti dalam menyusun dan mengembangkan teori.

Melalui kajian literatur, peneliti dapat membandingkan kajian-kajian serupa, apakah tema tertentu sudah dapat ditarik kesimpulan dan sudah jenuh atau masih banyak perdebatan dan perbedaan dari hasil temuannya.

Oleh karena itu, penggunaan terminologi yang sama oleh para peneliti di Indonesia terhadap konsep religiusitas akan membantu pencarian referensi dalam rangka menyusun hipotesa serta melihat kekurangan kajian sebelumnya (Literatur et al., 2023)

Makna yang kedua tentang makna nilai jiwa patriotisme yaitu jiwa kepahlawanan yang harus dimiliki oleh setiap generasi sehingga selain hidupnya bermanfaat bagi dirinya juga bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Eamonn Callan dan William Galston memberikam sebuah solusi bahwa Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran penting dalam melawan tatanan pluralisme destruktif dengan tujuan untuk menyatukan warga negara melalui sebuah kesetiaan patriotik yang dijadikan sebagai identitas nasional.

Karena pendidikan kewarganegaraan menjadi alat sosialisasi dalam membentuk warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya dalambela negara dengan tidak menafikan kedaulatannegara lain.

Pendidikan Kewarganegaraan dijadikan sebagai alat sosialisasi dan mempunyai peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme dengan tujuan terbentuknya warga negara yang memiliki karakter peduli serta cinta terhadap bangsa dan negara (Samidi, 2020).

Baca Juga: Menjajaki Puitika Struktural dalam Puisi “Ibu” Karya D. Zawawi Imron

Makna yang ketiga yaitu jiwa pemberani, sifat pemberani merupakan modak kegigihan semangat bagi manusia untuk memperlihatkan dan mempertahankan yang benar itu tetap benar dan yang salah itu tetap salah.

Definisi/arti kata ‘pemberani’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah  mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya. Bagi umat islam keyakinan itu mutlak harus dimiliki, karena yakin merupakan iman atau percaya terhadap adanya Pencipta  semesta alam beserta isinya.

Banyak sekali sinonim dari kata keyakinan seperti: Sinonim dari kata “keyakinan” dalam Bahasa Indonesia adalah: agama, akidah, anutan, din, dogma, keimanan, kepercayaan, kredo, religi, tasdik, itikad, kepastian, keseriusan, kesung-guhan, keteguhan, ketentuan, dan ketetapan hati.

Patriotisme dan pemberani mesti dimiliki bukan hanya oleh seorang pejuang perang, prajurit TNI-POLRI melainkan mesti dimiliki oleh setiap warga negara terlebih penting bagi generasi muda.

 

UNUS, S. Pd

Penulis: Unus, S. Pd
Mahasiswa Magister Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Surya Kencana Cianjur

 

Editor: I. Khairunnisa

Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses