Membangun Kreativitas dan Keterampilan Siswa SMPN 48 Surabaya melalui SAS (Sekolahe Arek Suroboyo)

Membangun Kreativitas dan Keterampilan Siswa SMPN 48 Surabaya melalui SAS (Sekolahe Arek Suroboyo)
Sumber: Dokumentasi Penulis

Surabaya – Program MBKM Kampus Mengajar merupakan program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan ilmu pengetahuannya dalam dunia pendidikan. (10/6/2024)

Untag Surabaya bekerja sama dengan SMPN 48 Surabaya dalam program MBKM Kampus Mengajar yang dibimbing oleh Kun Muhammad Adi. S.I Kom.,M.I.Kom selaku dosen pembimbing Kampus Mengajar MBKM.

Nur Fadillah Rachmawati, salah satu mahasiswa UNTAG Surabaya yang mengikuti program MBKM di SMPN 48 Surabaya sejak 26 Desember – 14 Juni 2024. Salah satu kontribusi mahasiswa dalam program tersebut, ia menjadi pengawas dalam kegiatan  program Sekolahe Arek Suroboyo (SAS).

Bacaan Lainnya
DONASI

Dinas Pendidikan Kota Surabaya membuat program Sekolahe Arek Suroboyo (SAS) untuk mewujudkan pendidikan yang merdeka. Program ini merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendidik, sehingga siswa merasa nyaman dengan lingkungan sekolah.

Pendidikan bukan hanya tentang akademik semata, tetapi juga tentang mengembangkan potensi kreatif dan keterampilan siswa, dalam upaya memperkaya pengalaman belajar siswa dan mendorong kemerdekaan belajar, Melalui program ini, siswa tidak di biarkan membawa tugasnya ke rumah.

Tugas yang belum selesai, akan dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya. Singkatan kata “AREK” dalam program ini yaitu Aman, Edukatif, dan Kegotong-royongan.

Mahasiswa Kampus Mengajar dari Untag Surabaya membantu mengawasi dalam proses kegiatan SAS tersebut. Dalam program ini, mahasiswa secara sukarela untuk membantu siswa SMP dalam menyelesaikan tugas, serta menjadi tempat berdiskusi dan bertanya kepada mahasiswa, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang mendukung.

Pelaksanaan SAS setiap sekolah akan sedikit berbeda dengan sekolah lainnya. Namun, pada intinya kurang lebih seperti paparan pelaksanaan SAS di SMPN 48 Surabaya berikut ini.

Program ini dilakukan selama 60 menit yaitu pada pukul 13.00 – 14.00 WIB. Sedangkan waktu penyelesaiannya, siswa diberi waktu 1 minggu untuk menyelesaikannya atau sebelum beralih ke tema selanjutnya. Biasanya masing- masing kelas membentuk 6 kelompok yang berisikan 5 siswa.

Baca Juga: Peran Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya dalam menjalankan Program MBKM Kampus Mengajar di SMPN 41 Surabaya

Para guru SMPN 48 Surabaya merancang kegiatan SAS yang diawali hari Senin dengan judul kegiatan “Bumiku Tersayang” bertemakan Gaya Hidup Berkelanjutan, salah satu contoh kegiatannya yaitu membuat peta. Siswa diajarkan mengetahui perbedaan iklim, karakteristik geografis yang ada di wilayah tersebut, siswa juga dapat mengembangkan keterampilan dalam membuat representasi visual dari data geografis.

Hari Selasa dengan judul kegiatan “Kreatifitas Untuk Bangsaku” bertemakan Berkarya dan Berteknologi Untuk Membangun NKRI, salah satu contoh kegiatannya yaitu membuat vas bunga dari botol bekas.

Siswa diajarkan tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan cara mengurangi sampah plastik serta memungkinkan siswa akan terinspirasi untuk menciptakan karya-karya lain dari bahan daur ulang, hal ini dapat mendorong bagi kreativitas berkelanjutan dan kesadaran akan nilai ramah lingkungan.

Selain itu pogram SAS ini dapat membentuk karakter siswa dan mengajarkan nilai – nilai seperti kerja sama dan tanggung jawab. Hal ini membantu mereka untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif bagi masyarakat nantinya.

Hari Rabu dengan judul “Jiwaku Sehat Ragaku Kuat” bertemakan “Bangunlah Jiwa Raganya”, salah satu contoh kegiatannya yaitu menghafalkan senam. Secara tidak langsung, kegiatan tersebut melibatkan penghafalan yang melatih fokus siswa dan meningkatkan keterampilan motorik halus mereka.

Hari Kamis diisi dengan kegiatan BTQ dan pramuka. Kegiatan BTQ mengajarkan siswa nilai-nilai spiritual dan memahami ajaran agama, sedangkan kegiatan Pramuka siswa diajarkan pengetahuan kemampuan bertahan hidup di alam terbuka, seperti kemah, memasak di alam, dan pertolongan pertama.

Kemudian hari Jum’at di isi dengan kegiatan Keputrian dan Sholat Jum’at. Dalam kegiatan Keputrian mahasiswa langsung diberi kesempatan untuk mengedukasi siswa perempuan, ia mengambil tema “Thaharah” dan “Adab berteman dengan lawan jenis”. Para siswa sangat antusias di setiap pertemuannya, Nur Fadillah Rachmawati yang kerap di sapa “kak dillah” itu dengan senang hati menyampaikan dan menjawab keantusiasan para siswa tersebut.

Mendidik anak seusia mereka itu bukanlah hal yang mudah, setiap anak pasti memiliki keunikan dan karakter yang berbeda – beda. Meskipun begitu, jangan pernah berhenti untuk memahami karakteristik siswa SMP yaaa”, ujar Nur Fadillah untuk generasi Program Kampus Mengajar SMPN 48 Surabaya selanjutnya.

 

Penulis: Nur Fadillah R
Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Editor: I. Khairunnisa

Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI