Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah kegiatan pembelajaran di mana mahasiswa melakukan praktik kerja langsung di dunia industri.
Program ini sebagai ruang bagi mahasiswa untuk secara langsung memperoleh pengalaman belajar di dunia kerja.
Salah satu bentuk implementasi dalam program ini yaitu kegiatan magang industri.
Kegiatan magang industri ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sesuai dengan peminatan yang ditekuni dalam program studi.
Untuk mendukung tujuan tersebut, maka mahasiswa Program Studi Fisika dengan peminatan Biofisika dan Fisika Medis melaksanakan kegiatan magang di bidang radiologi dan radioterapi.
Kegiatan ini dilaksanakan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo yang beralamat di Jl. Mojopahit No. 667, Sidowayah, Celep, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Mahasiswa ditempatkan 4 bulan, di mana 3 bulan di Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT) dan 1 bulan di Instalasi Radiologi.
Mahasiswa yang melaksanakan kegiatan ini adalah Dedshita Karima Putri Setijadi dengan NPM 23037010022, dari Program Studi Fisika, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur.
Selama magang berlangsung, mahasiswa dibimbing oleh Vivin Fashihatil Harfiyyah, S.Si. selaku pembimbing lapangan di Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT), kemudian Ahmad Mujahid Faizuddin, A.Md.Rad. selaku pembimbing lapangan di Instalasi Radiologi, serta Fajar Timur, M.Si. sebagai dosen pembimbing dari program studi.

Selama kegiatan magang di Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu, mahasiswa berkesempatan mempelajari secara langsung proses Quality Assurance (QA) Daily pada alat Linear Accelerator (LINAC).
Pada kegiatan QA Daiy ini, mahasiswa didampingi langsung oleh fisikawan medis yang ada di Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT) yaitu Arvi Razanata.
QA Daily merupakan pemeriksaan rutin yang dilakukan setiap hari sebelum alat digunakan untuk terapi pasien.
Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa berkas radiasi yang dihasilkan tetap stabil, akurat, dan aman sesuai standar yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengikuti berbagai tahapan pemeriksaan untuk memastikan mesin siap digunakan.
Pemeriksaan meliputi laser localization dan ODI pada isosenter untuk memastikan ketepatan posisi dan jarak penyinaran.
Selanjutnya dilakukan pengecekan collimator size indicator pada field size 10 × 10 cm dengan memeriksa posisi X1, X2, Y1, dan Y2.
Pemeriksaan sistem safety meliputi door interlock (beam off), door closing safety, audio visual monitor, dan beam on indicator.
Selain itu dilakukan pengecekan pada sistem EPID seperti collision interlock serta hand pendant dan motion enable bars.
Terakhir, dilakukan pemeriksaan kondisi lingkungan ruangan yaitu temperature dan humidity.

Melalui Kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pembelajaran dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya kualitas kontrol dalam radioterapi.
Selain itu, mahasiswa juga mempelajari tentang prinsip kerja pada LINAC, seperti teknik pengukuran radiasi dan bagaimana cara menganalisis hasil QA untuk memastikan alat yang layak digunakan untuk pelayanan terapi pasien.
Pengalaman yang diperoleh mahasiswa dalam melakukan QA, tentunya dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam bekerja secara berstruktur, teliti, serta sesuai dengan prosedur keselamatan radiasi.
Kegiatan QA Daily pada LINAC memiliki hubungan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ke 3, yaitu Good Health and Well-being.
Good Health and Well-being berfokus pada menjamin kehidupan yang sehat serta meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Dengan adanya proses pemeriksaan kualitas alat radioterapi secara rutin, hal ini dapat memastikan bahwa alat yang digunakan tetap berfungsi secara baik dan aman.
Pelayanan terapi kanker dapat terjamin berjalan dengan efektif sehingga mutu pelayanan kesehatan pun ikut meningkat bagi masyarakat
Program magang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis dalam memahami penerapan ilmu radiologi dan radioterapi medis di lingkungan kerja.
Mahasiswa dapat menyaksikan secara langsung penerapan standar keselamatan dan kualitas dalam pelayanan kesehatan modern.
Bagi institusi mitra, keterlibatan mahasiswa juga dapat mendukung kegiatan edukasi sekaligus mempererat kerja sama antara institusi pendidikan.
Pengalaman magang ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja, terutama di bidang radiologi dan radioterapi.
Kegiatan magang juga diharapkan terus dikembangkan agar mahasiswa memperoleh pengalaman praktik yang lebih beragam.
Bagi institusi mitra, keberlanjutan kerja sama dengan perguruan tinggi diharapkan dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang teknologi radiologi dan keselamatan radiasi.
Mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak di Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT) yang telah memberikan kesempatan, bimbingan, serta berbagai pengetahuan selama pelaksanaan kegiatan magang.
Pengalaman magang ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam memahami praktik pelayanan radiologi dan radioterapi di lingkungan rumah sakit.
Magang ini memberikan pengalaman yang berkesan bagi mahasiswa karena dapat melihat secara langsung peran teknologi radioterapi dalam membantu proses terapi pasien kanker secara aman dan efektif.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di masa depan.
Penulis: Dedshita Karima Putri Setijadi (NIM 23037010022)
Mahasiswa Prodi Fisika, UPN “Veteran” Jawa Timur
Dosen Pengampu: Fajar Timur, M.Si.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












