Penggunaan dana desa di Kabupaten Yahukimo tidak tepat pada sasaran dari tahun ke tahun, yang dapat menjadi masalah serius karena berpotensi mengurangi manfaat yang seharusnya membangun kampung, membiayai SDM dan banyak program lainnya yang harus dilakukan oleh kepala desa dengan dana desa yang cukup besar jumlahnya itu. Namun, dana desa tidak terealisasi pada tepat sasaran karena kepala desa telah menciptakan banyak lapangan kerja gelap.
Menurut aturan undang- undang, penggunaan dana desa diprioritaskan prioritas utama penanganan kemiskinan, layanan dasar kesehatan, ketahanan pangan, pengembangan potensi desa dan pembangunan berbasis padat karya tunai dengan bahan baku lokal.
Selain itu dana desa juga dialokasikan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa dan banyak kegiatan lainnya sesuai kebutuhan daerah dan geografisnya.
Dana desa sendiri bersumber dari dana (APBN) yang di transferkan ke rekening desa melalui (APBD) Kabupaten Yahukimo, dana desa digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Namun, realita yang terjadi di Kabupaten Yahukimo dari tahun ke tahun tidak terealisasi pada tepat sasaran.
Baca Juga: Dana Desa untuk Meningkatkan Infrastruktur dan Perokonomian melalui BUMDes
Penyebab Dana Desa yang Tidak Tepat Sasaran
Apa saja penyebabnya? Mari kita simak beberapa kemungkinan penyebab berikut ini:
- Kepala desa dan bendahara desa sebagian besar sudah pindah tinggalkan kampung dan pindah di kota sejak ditunjuk oleh bupati sebagai kepala desa.
- Hampir sebagian besar desa, setiap perangkat anggota desa adalah dalam satu keluarga. Misalnya yang menjadi kepala desa adalah si A maka Si A punya istri dan beberapa anak yang ada dalam satu keluarga itu menjadi perangkat anggota desa. Hal ini membuat penggelapan dana dalam satu keluarga tanpa tidak diketahui masyarakat luar.
- Hampir semua kepala desa, membeli tanah pribadi di kota, seperti Dekai, Jayapura dan Wamena dan telah membangun rumah dan membeli mobil, motor dan fasilitas lainnya untuk menjadi aset pribadi kepala desa. Padahal alokasi dana bukan untuk kota membeli segala aset pribadi kepala desa.
- Dari tahun ke tahun dari masa ke masa, sebagian besar perangkat desa tidak pernah ke kampung/desa sejak ditunjuk menjadi kepala desa. Setiap pencairan dana desa yang jumlahnya besar bervariasi lebih rendah itu Rp. 400.000.000.00 dan lebih tinggi sekitar Rp. 1.000.000.000.00 lebih. Habiskan dana sebesar itu di kota tanpa menjangkau dimana tempat mereka ditugaskan menjadi kepala desa.
- Setiap masalah pribadi dan/umum atau pun untuk pinjaman uang selalu melemparkan masalah ke dana desa hal ini juga menjadi penyebab terhambatnya pembangunan desa. Hal ini terjadi akibat kepala desanya sudah pindah lama di kota maka hari-hari hidup di kota selalu pinjam sana sini menjadi propem tersendiri. Karena masuk istilah tutup lubang gali lubang, jadi setelah terima dana desa harus lunasi lagi. Misalnya si A pinjam Rp 5.000.000 berarti setelah dana desa cair, si A ini mengembalikan Rp. 10.000.000 (tambah bunga Rp. 5.000.000 menjadi Rp. 10.000.000).
- Sebagian besar kepala desa tidak punya program yang matang dan tidak ada keterbukaan dan transparansi terkait dana desa. Yang menerima dan yang mengetahui nominal dananya adalah kepala desa dan bendahara desa. Hal ini juga menjadi problem penggelapan dana desa.
Baca Juga: Dana Desa: Solusi Pembangunan Desa atau Wahana Korupsi Kepala Desa?
Lalu apa saja yang dimaksud dengan ciptakan lapangan gelap oleh kepala desa dikalimat pertama pada bagian terakhir itu?
- Sebagian besar kepala desa di Yahukimo mengalirkan dana desa ke judi seperti biliar. Secara garis besar biliar adalah salah satu olahraga nasional dan internasional tetapi sistem penerapan pertandingan oleh sebagian kepala desa di Yahukimo adalah jutaan dana desa yang menjadi taruhan.
- Judi kartu, sebagian besar kepala desa di Yahukimo menjadi taruhan dana desa di arena-arena dadu kartu.
- Togel online atau offline, hal ini juga dana desa menjadi sasaran karena sebagian besar pemain togel adalah kepala desa.
- Miras, miras juga sebagian besar dana desa alirkan di miras, hitung–hitung di Yahukimo seperti Ibukota Dekai. Miras paling mahal di Indonesia ada di Yahukimo, melihat dengan mahalnya harga minuman keras di Yahukimo, dana desa juga menjadi sasaran sebab sebagian besar yang miras adalah kepala desa dan perangkat desa lainnya.
- Seksual, sebagian kepala desa mengalirkan sebagian dana desanya untuk istri simpanan di setiap kota di Papua ini bahkan secara terinci lagi untuk biaya mobil, hotel penginapan dan lainnya dialirkan sebagian dana desa untuk memfasilitasi hal ini.
Baca Juga: Candu Dana Desa Mematikan Kemandiran Desa
Saran
Secara garis besar dana desa adalah dana yang diberikan oleh negara untuk menjangkau kepada masyarakat pedesaan melalui pemerintah desa, maka itu saya memberikan beberapa saran di bawa ini:
Setiap Kepala Desa Harus Memiliki Perencanaan yang Matang dan Partisipatif
Libatkan seluruh masyarakat dalam perencanaan penggunaan dana desa musyawarah desa (Murenbandes) adalah wadah yang tepat untuk menabung aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
Serta memprioritaskan kebutuhan mendesak seperti infrastruktur dasar (air bersih, jalan desa, membiayai SDM, membangun jembatan antar desa, membangun gedung gereja dan membangun kantor desa. Beberapa program diatas harus bertahap dan pastikan anggarannya disusun dengan kondisi keuangan desa.
Pengawasan Yang Ketat
Pemerintah kabupaten Yahukimo bisa membentuk badan pengawas desa dari 518 desa itu harus ada 518 pengawasan yang disebut badan pengawas desa (BPD) dan tokoh masyarakat supaya dana desa harus ada yang diawasi sekalipun ada lembaga pengawas tertinggi.
Transparan dan Akuntabilitas
Publikasikan APB Desa kepada masyarakat desa, hal ini bisa dilakukan dengan cara pertemuan rutin perwakilan/tokoh masyarakat dan internal Desa Yahukimo
Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa
Pemerintah kabupaten Yahukimo mengambil waktu dan memberikan pelatihan kepada perangkat desa terkait penggunaan dana desa dan pelaksanaan program unggulan desa.
Manfaatkan Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat
Gunakan dana desa untuk program desa yang bisa memberikan dampak pada masyarakat, seperti penanaman tebu, kacang, wortel, sayur kol, kentang dan bahkan memberikan bantuan ternak sepasang seperti kelinci, ayam, dan babi supaya masyarakat desa punya penghasilan.
Ketegasan Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Yahukimo harus tegas supaya kepala desa perlu ke kampung mengunjungi masyarakat atau pun harus tinggal di kampung. Supaya kepala desa jangan terpengaruh dengan beberapa hal diatas. Soal LBH di tugaskan kepada pendamping desa dan sekretaris desa. Supaya pencairan dana desa kepala desa dan bendahara desa datang cairkan dan kembali membawa dana untuk melakukan program-program unggulan desa di kampung.
Baca Juga: Partisipasi Masyarakat dalam Dana Desa
Kesimpulan
Penggunaan dana desa yang salah dapat berakibat fatal bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan dana desa harus dilakukan secara transparan, akuntabel, partisipatif, dan sesuai dengan program yang diprogramkan dan juga masyarakat desa juga perlu terus meningkatkan pemahaman dan pengawasan terhadap penggunaan dana desa agar tujuan pembangunan desa dapat tercapai secara optimal.
Akhir kata saya sebagai penulis sampaikan permohonan maaf kepada orang tuaku 518, para kepala desa dan juga pemerintah Kabupaten Yahukimo. Apabila dalam penulisan ini saya telah menyinggung perasaan, mohon maaf.
Penulis: W.Edison Silip
Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Cenderawasih
Editor: I. Khairunnisa
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












