Kegiatan wisata edukasi merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa di luar ruang kelas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga dapat melihat secara langsung berbagai sumber pengetahuan yang berkaitan dengan bidang ilmu yang dipelajari.
Dalam kegiatan wisata edukasi mahasiswa S2 UNSUR ke Jakarta, beberapa tempat yang dikunjungi antara lain Balai Bahasa, Museum Nasional, dan Taman Ismail Marzuki.
Salah satu tempat yang memberikan kesan mendalam adalah Museum Nasional.
Di tempat ini, mahasiswa dapat melihat berbagai koleksi benda bersejarah yang menggambarkan perjalanan peradaban manusia dari masa ke masa.
Beberapa koleksi yang dipamerkan merupakan replika benda bersejarah yang memberikan gambaran mengenai kehidupan pada masa lampau.
Baca Juga: Membaca Pertumbuhan dan Ketimpangan Pariwisata Yogyakarta di Nataru 2025
Kehadiran berbagai artefak tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena mahasiswa dapat melihat secara langsung bukti-bukti sejarah yang selama ini hanya dipelajari melalui buku.
Selain itu, kunjungan ke museum juga menambah wawasan mengenai berbagai informasi sejarah yang menarik untuk dipelajari.
Diskusi yang muncul selama kegiatan tersebut menunjukkan bahwa museum bukan hanya tempat menyimpan benda-benda lama, tetapi juga ruang belajar yang memperkaya pengetahuan tentang sejarah dan budaya.
Di antara seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan, kunjungan ke Balai Bahasa menjadi salah satu kegiatan yang dianggap paling penting, terutama bagi mahasiswa yang bergerak di bidang pendidikan bahasa.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai beberapa kaidah kebahasaan yang sering digunakan dalam penulisan ilmiah.
Misalnya, penjelasan mengenai penggunaan tanda hubung dan tanda pisah yang memiliki fungsi berbeda dalam penulisan bahasa Indonesia.
Pengetahuan tersebut memberikan pemahaman baru bahwa hal-hal kecil dalam penulisan ternyata memiliki aturan yang jelas dan penting untuk diperhatikan, terutama bagi calon guru bahasa.
Sementara itu, kunjungan ke Taman Ismail Marzuki lebih banyak dimanfaatkan sebagai waktu istirahat sebelum melanjutkan kegiatan berikutnya.
Meskipun demikian, keberadaan tempat tersebut tetap memberikan gambaran mengenai salah satu pusat kegiatan seni dan budaya yang cukup penting di Jakarta.
Kegiatan wisata edukasi ini memberikan pemahaman bahwa proses belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas.
Melalui kunjungan langsung ke berbagai tempat yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan kebahasaan, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata.

Bagi mahasiswa yang bergerak di bidang pendidikan bahasa, pengalaman seperti ini juga menjadi pengingat bahwa bahasa tidak hanya dipelajari melalui teori, tetapi juga berkaitan erat dengan sejarah, budaya, dan perkembangan masyarakat.
Baca Juga: Harmoni Wisata di Denyut Kota Sukabumi
Oleh karena itu, kegiatan wisata edukasi seperti ini sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan serta memperkaya cara pandang mahasiswa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
Penulis: Ratu Amaliah Khodijah Zein (NIM 88101251014)
Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Suryakancana
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














