Revolusi Industri 5.0 berfokus pada penggabungan antara teknologi dan manusia, serta kebutuhan untuk mengembangkan sistem yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan dalam lingkungan produksi.
Revolusi Industri 5.0 lebih menitikberatkan pada integrasi antara teknologi canggih seperti AI, IoT, dan teknologi robot teknologi dengan keahlian manusia dan inovasi yang dapat mendorong perkembangan sistem produksi yang lebih efisien, fleksibel, berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan.
Hal ini bertujuan untuk menciptakan sistem produksi yang lebih adaptif terhadap perubahan permintaan pasar, lebih berfokus pada pengalaman pelanggan, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang terbatas.
Baca juga: Panel Surya dalam Revolusi Industri 5.0
Secara keseluruhan, Revolusi Industri 5.0 diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi industri, pelanggan, pekerja dan masyarakat pada umumnya, seperti meningkatkan produktivitas, kualitas, dan keamanan produksi, serta menciptakan peluang kerja baru dan mengurangi dampak lingkungan yang negatif.
Revolusi Industri 5.0 muncul dari Jepang khususnya dari Dewan Pemerintah di bagian Sains, Teknologi, dan Inovasi, yang diresmikan pertama kali pada tanggal 21 Januari 2019. Konsep ini mereka sebut sebagai Society 5.0 pada pameran CeBIT di Jerman.
Ketika industri 4.0 menggaungkan wacana bahwa AI akan menggantikan manusia, industri 5.0 justru tidak beranggapan demikian. Sebagai penyempurnaan era 4.0, adanya teknologi seperti AI dan robot justru hadir untuk bekerja sama dengan manusia.
Revolusi Industri 5.0 mendorong efisiensi serta produktivitas berkat adanya teknologi yang dimanfaatkan oleh kecerdasan manusia. Sebagai contoh, banyak orang yang menggunakan teknologi AI bernama ChatGPT untuk mencari tahu dan mengerjakan banyak hal. Tetapi, ChatGPT tidak akan dapat berfungsi dengan optimal tanpa dukungan kecerdasan manusia dalam memberikan perintah yang tepat.
Contoh lainnya adalah penggunaan software HRIS dengan teknologi cloud. Dengan bantuan manusia, teknologi ini dapat mengefisiensi pekerjaan HR dan bahkan di fitur-fitur tertentu berorientasi pada kesejahteraan karyawan. Lebih dari sekadar efisiensi secara ekonomi dan produktivitas, Industri 5.0 secara spesifik merefleksikan pergeseran fokus dari nilai ekonomi menuju pergeseran yang berfokus pada nilai sosial dan kesejahteraan, terutama para pekerja yang terlibat di dalamnya.
Manfaat Industri 5.0
Manfaat yang dirasakan dari industri 5.0 tidak hanya sekadar peningkatan produktivitas dan pengurangan biaya saja. Ketika sebuah proses otomasi dapat mengurangi waktu dari pekerjaan yang repetitif, para karyawan dapat fokus pada pekerjaan strategis sehingga menciptakan sebuah sebuah pekerjaan dengan kebutuhan skill yang tinggi. Berikut adalah beberapa keuntungan lainnya.
1. Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas
Revolusi Industri 5.0 akan memungkinkan peningkatan efisiensi dan produktivitas dalam berbagai industri dengan otomatisasi proses dan penggunaan teknologi baru seperti pemanfaatan AI dan analisis data. Misalnya saja pada bidang HR, pemanfaatan teknologi HRIS memungkinkan perusahaan untuk mengintegrasikan data perusahaan. Hal ini dapat memudahkan perusahaan dalam pengelolaan data karyawan dan juga inventaris dalam satu platform yang mudah diakses kapanpun dan dimanapun.
2. Peningkatan Kualitas Produk dan Layanan
Perusahaan dapat meningkatkan kualitas produk dan layanan mereka dengan penggunaan teknologi canggih, sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperkuat posisi mereka di pasar.
3. Peningkatan Fleksibilitas Produksi
Revolusi Industri 5.0 akan memungkinkan perusahaan untuk memproduksi produk yang lebih beragam dan menyesuaikan permintaan pasar dengan cepat.
4. Peningkatan Keselamatan Kerja
Perkembangan teknologi menuju era 5.0 akan memungkinkan adanya penggunaan robot dan teknologi canggih lainnya untuk mengurangi risiko kecelakaan dan cedera di tempat kerja.
5. Peningkatan Keberlanjutan
Era 5.0 membantu perusahaan lebih peduli terhadap lingkungan. Hal ini dapat dimulai dengan menggunakan teknologi energi hijau dan proses produksi yang lebih efisien dan bertanggung jawab tidak hanya pada masyarakat, tetapi juga dampaknya pada lingkungan.
6. Peningkatan Daya Saing
Dengan menerapkan teknologi canggih dan proses produksi yang lebih efisien, perusahaan dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar global dan memperluas pangsa pasar mereka. SDM yang ada juga dituntut untuk terus meningkatkan skill mereka sehingga mereka tidak hanya mengerjakan pekerjaan repetitif, tapi juga mampu memiliki pemikiran strategis untuk tingkatkan performa.
7. Peningkatan Kualitas Hidup
Revolusi Industri 5.0 dapat membantu memperbaiki kualitas hidup manusia dengan meningkatkan akses ke layanan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik, serta memungkinkan pengembangan kota cerdas atau smart city yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Peran Guru di era digital sangat signifikan. Hal yang membedakan antara seorang manusia yang mendidik dengan sebuah perangkat teknologi atau Artificial Intelligence (AI) adalah rasa. Rasa yang tidak dimanipulasi oleh sebuah teknologi. Sosok guru mempunyai rasa simpati, empati, kasih sayang, dan toleransi.
Baca juga: Merespon Tantangan Revolusi Industri 4.0 dengan Penerapan Progam Desa Cerdas
Tujuan guru yang tidak hanya sekadar transfer ilmu, namun juga membimbing, mengarahkan, memotivasi, dan mengevaluasi proses belajar dari seorang peserta didik. Sesuai Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Kompetensi yang harus dimiliki seorang guru adalah kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional. Melalui Kompetensi sosial Guru menjadi sebuah harapan bagi peserta didik untuk meningkatkan jiwa sosial antar sesama manusia.
Menurut Starkey Guru diharuskan lebih kritis, aktif, kreatif, inovatif, dan kolaboratif dalam mengikuti trend di era digitalisasi. Kemampuan dalam mengoperasikan teknologi yang harus di update dibandingkan dengan siswa.
Proses perubahan budaya karena era digitalisasi berpengaruh terhadap sistem pendidikan, perancang kurikulum, dan instruksional. Dalam konteks ini tidak semua dilimpahkan tanggung jawabnya pada guru. Namun Stakeholder dan orang tua dirumah juga perlu dilibatkan untuk membangun sistem pendidikan yang baru.
Peran seorang guru sebagai seorang pembelajar tentu menjadi teladan bagi siswa. Ada hal yang tidak bisa dipenuhi oleh sebuah AI yakni menjadi fasilitator, inspirator, motivator, imajinatif, kreatif, membentuk tim kerja dan mengembangkan nilai-nilai karakter.
Kebutuhan psikologis siswa juga dibutuhkan yakni kebutuhan: kompetensi, otonomi, ketergantungan, dan pembelajaran berkelanjutan. Empat hal tersebut tidak dimiliki oleh sebuah AI. Disinilah peran Guru yang tidak bisa digantikan oleh Teknologi.
Peran guru di era digitalisasi juga menyaring segala informasi yang didapatkan dari para siswa yang berasal dari gawai. Ada banyak sekali informasi yang bertebaran di sosial media yang seyogyanya belum saatnya untuk dikonsumsi siswa pada jenjang usianya.
Revolusi Industri 5.0 telah membawa manusia menuju masa depan yang penuh dengan potensi dan tantangan. Dengan integrasi yang semakin mendalam antara manusia dan teknologi, manusia berada di persimpangan perubahan yang signifikan dalam cara bekerja, berkolaborasi, dan menciptakan nilai. Untuk menghadapi era ini dengan bijak, perlu memahami peran manusia sebagai individu, profesional, dan anggota masyarakat.
Pendidikan, adaptasi, dan inovasi menjadi kunci untuk sukses dalam Revolusi Industri 5.0. Manusia harus terus belajar dan mengembangkan keterampilan yang relevan dengan teknologi baru yang muncul. Manusia juga harus menjaga inti keberdayaan manusia, seperti kreativitas, etika, dan kemampuan untuk berinteraksi secara emosional.
Etika dan kesadaran terhadap dampak sosial harus menjadi landasan dalam penggunaan teknologi. Dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tidak boleh mengabaikan nilai-nilai yang mendasari kemanusiaan.
Penulis: Desi Nurul Hidayati, S.Pd., M.Pd
Guru SMP Negeri 6 Kediri
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














Tulisannya sesuai dengan kondisi saat ini
Terimakasih atas tulisannya.