Surabaya – Di tengah tantangan kesenjangan pendidikan, Sekolah Rakyat hadir sebagai alternatif pembelajaran yang inklusif, terjangkau, dan berbasis komunitas. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan numerasi, sebuah keterampilan dasar yang sering terabaikan namun sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada jenjang pendidikan dasar, penguatan matematika – terutama dalam bentuk numerasi dasar – menjadi fondasi penting. Bukan hanya untuk mendukung capaian akademik, tetapi juga untuk membentuk keterampilan hidup yang akan menopang kemandirian ekonomi keluarga di masa depan.
Matematika di pendidikan dasar memegang peranan ganda: sebagai alat berpikir logis dan sebagai bekal keterampilan praktis. Matematika pada pendidikan dasar jauh melampaui sekadar operasi hitung tambah, kurang, kali, dan bagi. Sebagai kompetensi numerasi, ia mencakup kemampuan memaknai angka, menginterpretasikan data sederhana, menggunakan pengukuran, serta menerapkan logika dalam pemecahan masalah sehari-hari.
Menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), literasi numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
Kemampuan ini terbukti menjadi salah satu indikator kuat bagi keberhasilan akademik di jenjang berikutnya. Literasi numerasi, sebagaimana dijelaskan oleh Kemendikbudristek, tidak hanya mencakup kemampuan berhitung, tetapi juga keterampilan berpikir logis, analitis, dan aplikatif.
Beberapa penelitian (OECD, 2019; Hanushek & Woessmann, 2020) menegaskan bahwa penguasaan numerasi sejak dini berkorelasi positif dengan prestasi akademik di tingkat lanjut serta peluang mobilitas sosial.
Pendekatan yang dilakukan Sekolah Rakyat Unesa juga selaras dengan hasil riset Hanushek & Woessmann (2015) yang menunjukkan bahwa penguasaan matematika sejak usia dini berkorelasi positif dengan peningkatan produktivitas ekonomi di masa depan. Tak heran jika literasi numerasi yang baik bisa menjadi kunci mobilitas sosial.
Numerasi: Lebih dari Hitungan
Numerasi adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan angka dalam konteks kehidupan sehari-hari. Menurut OECD (2019), numerasi meliputi keterampilan membaca data, estimasi, penalaran kuantitatif, dan pemecahan masalah.
Baca juga: Pengimplementasian Gerakan Literasi dan Numerasi KKN Kampus Mengajar UAD di SDN Widoro
Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., pernah menyampaikan bahwa numerasi bukan hanya soal angka, tetapi juga keterampilan berpikir logis dan memecahkan masalah dalam kehidupan (Unesa, 2020).
Mengapa Sekolah Rakyat Tepat untuk Mengembangkan Numerasi?
Numerasi yang meliputi pemahaman angka, perhitungan, dan interpretasi data, merupakan pondasi untuk mata pelajaran lain dan keterampilan hidup. Di lingkungan Sekolah Rakyat, numerasi menjadi senjata untuk memutus rantai kemiskinan.
1. Pengelolaan Keuangan
Anak-anak diajarkan menghitung modal, laba, dan kembalian dari kegiatan jual beli sederhana.
2. Perencanaan Praktis
Menghitung jarak dan waktu tempuh saat merencanakan perjalanan.
3. Kesadaran Gizi
Memahami label makanan dan takaran bahan.
Menurut Kemendikdasmen, guru berperan sebagai penggerak utama dalam peningkatan numerasi. Melalui Merdeka Mengajar, guru berbagi metode kreatif seperti menghitung menggunakan benda sekitar atau mengaitkan matematika dengan permainan.
Fondasi Matematika: Modal Maju ke Jenjang Tinggi
Banyak siswa Sekolah Rakyat datang dengan bekal akademik yang bervariasi. Literasi numerasi, yang ditanamkan sejak pendidikan dasar, menjadi kunci agar mereka bisa mengikuti materi SMA hingga perguruan tinggi.
Numerasi tidak hanya soal berhitung, tetapi juga keterampilan menganalisis, menginterpretasi data, dan mengambil keputusan logis. Oleh karena itu, numerasi merupakan kemampuan yang terbukti penting di semua bidang studi dan profesi.
Di Sekolah Rakyat Unesa, semua siswa menjalani asesmen awal untuk mengukur kompetensi numerasi mereka. Hasilnya menjadi dasar pembelajaran remedial atau pengayaan, memastikan tidak ada yang tertinggal.
Hal ini dinyatakan oleh Koordinator Unesa untuk Sekolah Rakyat, Mufarrihul Hazin, yaitu “Selain pemeriksaan Kesehatan juga dilakukan pemeriksaan bakat melalui pemeriksaan DNA talenta dan psikologi untuk mengenali potensi masing-masing. Kompetensi dasar akademik nantinya akan dimapping, yang meliputi kemampuan dasar bahasa, matematika, dan literasi digital,.
Tak hanya meningkatkan kemampuan akademik, Sekolah Rakyat juga menjadi ruang tumbuhnya rasa percaya diri dan motivasi belajar anak-anak.
Keterlibatan mahasiswa Unesa sebagai pengajar relawan memperkuat interaksi positif antara pendidik dan peserta didik. Program ini membuktikan bahwa pendidikan berkualitas bisa diakses semua lapisan masyarakat. Dengan metode pembelajaran kreatif, berbasis empati, dan disertai penguatan numerasi, Unesa membangun fondasi yang akan membantu anak-anak melangkah lebih mantap ke masa depan.
Dengan pondasi matematika yang kuat sejak SD, siswa lebih siap menghadapi tantangan belajar di SMA dan kuliah. Dalam jangka panjang, ini membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan, seperti visi besar Sekolah Rakyat Unesa.
Dampak Jangka Panjang
Ketika numerasi diajarkan secara kontekstual, anak-anak tidak hanya menguasai algoritma, tetapi juga keterampilan berpikir kritis.
Rekomendasi untuk Kebijakan
Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pendidikan hendaknya mendukung pelatihan, bahan ajar berbasis lokal, dan mengakui sekolah komunitas sebagai laboratorium inovasi pendidikan.
Penutup
Sekolah Rakyat Unesa adalah bukti bahwa pendidikan yang dirancang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis fondasi kuat seperti numerasi, bisa menjadi alat nyata pemberdayaan. Bukan hanya memberi akses sekolah, tetapi juga menjaga agar mimpi anak-anak ini tetap hidup hingga perguruan tinggi—dan lebih jauh lagi, ke kehidupan yang lebih baik.
Baca juga: Sekolah Rakyat: Solusi Pendidikan untuk Semua Kalangan
Program Sekolah Rakyat membuktikan bahwa pendidikan berkualitas tidak harus eksklusif. Dengan metode pengajaran yang inklusif, diperkuat dengan keterlibatan mahasiswa Unesa sebagai pengajar relawan, Sekolah Rakyat berhasil menghidupkan semangat belajar anak-anak sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Kesimpulan: Harapan dan Langkah Strategis ke Depan
Sekolah Rakyat hadir sebagai inovasi strategis untuk membuka akses pendidikan berkualitas pada masyarakat yang selama ini terpinggirkan. Penguatan matematika dan bukan sekadar meningkatkan nilai, tetapi memupuk kemampuan berpikir kritis dan membangun ketahanan masa depan.
Langkah implementasi harus disertai evaluasi keberlanjutan: pelatihan guru khusus, penyelarasan dengan kurikulum nasional, metode pengajaran berbasis konteks, dukungan teknologi, dan pemantauan hasil belajar siswa. Sehingga visi meningkatkan kualitas SDM dan menciptakan generasi mandiri dapat benar-benar terwujud.
Melalui kolaborasi pemerintah, pendidik, dan masyarakat, Sekolah Rakyat berpeluang menjadi model pendidikan inklusif yang efektif, berkelanjutan, dan transformatif. Matematika bukan hanya pelajaran—namun fondasi logika dan problem solving yang akan memperkuat fondasi anak-anak untuk masa depan mandiri dan produktif.
Penulis: Pradina Parameswari
Dosen S2 Pendidikan Dasar Konsentrasi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Surabaya
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













