Self-love atau mencintai diri sendiri bukanlah konsep baru dalam kehidupan manusia modern. Islam sebagai agama yang menyempurnakan fitrah manusia juga telah mengajarkan pentingnya mengenal, menerima, dan menyayangi diri sendiri.
Dalam sudut pandang Al-Qur’an dan hadis, self-love bukan sekadar bentuk kebahagiaan pribadi, tetapi juga jalan menuju ketakwaan, kesehatan mental, dan hubungan harmonis dengan orang lain.
Apa itu Self-Love dalam Islam?
Definisi Self-Love Secara Umum
Secara sederhana, self-love adalah sikap mengenal, menerima, dan menyayangi diri sendiri apa adanya. Dengan self-love, seseorang akan lebih mudah berpikir positif, meskipun sedang menghadapi amarah, kekecewaan, atau kesedihan.
Sebagian orang memaknai self-love sebagai rasa percaya diri dan kebanggaan atas kemampuan diri. Namun dalam Islam, self-love bukanlah bentuk kesombongan, melainkan fitrah manusia untuk menjaga diri yang diberikan Allah SWT.
Pandangan Psikologi tentang Self-Love
Erich Fromm, seorang filsuf dan psikoanalis, menjelaskan bahwa self-love adalah sikap menghormati integritas diri dan memahami keunikan diri sendiri.
Artinya, seseorang tidak bisa mencintai orang lain dengan tulus sebelum ia benar-benar mampu menerima dirinya sendiri.
Hal ini sejalan dengan konsep dalam psikologi modern bahwa self-love membantu membentuk harga diri, identitas diri, dan kesehatan mental.
Baca juga: Self Love untuk Menumbuhkan dan Memelihara Kesehatan Mental
Self-Love dalam Perspektif Al-Qur’an
Dalil Al-Qur’an tentang Pentingnya Mencintai Diri
Al-Qur’an menegaskan bahwa manusia tidak boleh merugikan dirinya sendiri. Hal ini ditegaskan dalam Surah Yunus ayat 44:
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ ٱلنَّاسَ شَيْـًٔا وَلَٰكِنَّ ٱلنَّاسَ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُون
“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikitpun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri.”
Ayat ini menekankan bahwa menjaga diri dari keburukan adalah bentuk cinta diri yang sejati. Allah SWT tidak pernah menzalimi hamba-Nya, melainkan manusialah yang kerap merugikan dirinya sendiri.
Hadis tentang Self-Love
Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan sikap mencintai diri sendiri dengan cara menjaga syukur, sabar, meminta maaf, dan memaafkan. Dalam hadis riwayat ath-Thabrani disebutkan:
“Barang siapa yang diberi lalu bersyukur, ditimpa cobaan lalu bersabar, menzalimi lalu meminta maaf, dan dizalimi lalu memberi maaf, mereka itulah yang mendapatkan keamanan dan mereka orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Hadis ini mengajarkan bahwa cinta diri bukan sekadar memanjakan diri, melainkan sikap yang melahirkan kedamaian, keteguhan, dan kemuliaan akhlak.
Baca juga: SelfLove dari Sudut Pandang Al-Qur’an
Perbedaan Self-Love dan Narsisme dalam Islam
Banyak orang salah kaprah menganggap self-love sama dengan narsisme. Padahal keduanya berbeda:
- Self-love (cinta diri yang sehat): Menerima diri apa adanya, menjaga kesehatan jasmani dan rohani, serta tetap rendah hati.
- Narsisme (cinta diri yang berlebihan): Mengagungkan diri secara berlebihan, merasa lebih baik dari orang lain, dan sering kali melahirkan kesombongan.
Islam menolak sikap narsis, tetapi mendorong umatnya untuk menjaga diri dan menghargai karunia Allah.
Manfaat Self-Love dari Perspektif Islam
1. Meningkatkan Kesehatan Mental
Orang yang mampu mencintai dirinya akan lebih mudah mengelola stres, kecewa, dan rasa sakit hati. Hal ini selaras dengan perintah Islam untuk menjaga jiwa (hifdzun nafs).
2. Membentuk Kepribadian Positif
Self-love membuat seseorang lebih mudah berpikir positif. Pikiran positif akan memengaruhi ucapan, perilaku, dan bahkan kualitas ibadah seseorang.
3. Menjadi Dasar Hubungan yang Baik
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa mencintai orang lain berawal dari mencintai diri sendiri.
4. Menjaga Amanah dari Allah ﷻ
Tubuh, akal, dan hati adalah amanah dari Allah. Dengan self-love, kita akan menjaga kesehatan, menghindari hal-hal yang merusak, serta bersyukur atas nikmat Allah.
Cara Menerapkan Self-Love dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Mengenal Diri dengan Baik
Self-love dimulai dengan mengenal kelebihan dan kekurangan diri. Introspeksi diri adalah bentuk ibadah yang membuat kita semakin dekat kepada Allah.
2. Membaca Al-Qur’an dan Berdoa
Membaca Al-Qur’an adalah bentuk dialog dengan Allah yang menenangkan hati. Doa juga menjadi cara terbaik untuk menyampaikan kegelisahan diri sekaligus menguatkan keimanan.
3. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental
Islam mengajarkan pentingnya menjaga tubuh sebagai amanah. Olahraga, istirahat cukup, dan pola makan sehat merupakan bagian dari self-love.
4. Menghargai Diri Tanpa Merendahkan Orang Lain
Mencintai diri bukan berarti meremehkan orang lain. Justru semakin kuat self-love kita, semakin mudah pula kita menghormati sesama.
5. Menumbuhkan Syukur dan Sabar
Syukur melahirkan rasa puas dan bahagia, sementara sabar mengajarkan keteguhan hati. Dua sikap ini adalah pilar utama self-love dalam Islam.
Self-Love dalam Kacamata Ulama dan Psikolog Muslim
Hazhira Qudsyi, seorang dosen Psikologi UII, menegaskan bahwa self-love yang benar harus didasarkan pada cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan begitu, kita tidak akan membuat pilihan yang merusak diri karena sadar bahwa tubuh, akal, dan hati adalah titipan Allah.
Kholashaba (2012) juga menambahkan bahwa self-love sejati muncul ketika seseorang memilih jalan untuk perkembangan spiritual, fisik, dan psikologisnya.
Hubungan Self-Love dengan Spiritualitas
Self-love yang islami tidak bisa dipisahkan dari spiritualitas. Ketika seseorang mencintai dirinya, ia akan lebih mudah mendekat kepada Allah. Misalnya:
- Dengan beribadah, hati menjadi tenang.
- Dengan introspeksi, dosa-dosa dapat dihindari.
- Dengan menjaga diri, keberkahan hidup akan bertambah.
Kesimpulan: Self-Love dalam Islam adalah Amanah
Self-love menurut Islam bukanlah egoisme atau narsisme, melainkan sikap menjaga, merawat, dan menghormati diri sebagai amanah dari Allah SWT. Dengan mencintai diri sendiri, kita akan lebih mudah mencintai Allah, Rasul, keluarga, dan sesama manusia.
Maka, mulai sekarang mari kita belajar untuk:
- Mengenal diri dengan jujur.
- Bersyukur atas nikmat Allah.
- Menjaga fisik, mental, dan spiritual.
- Menjadikan cinta diri sebagai jalan menuju cinta Allah.
Penulis: Dhea Novita, Sabrina Dwi Priastuti, Sherly Nita Atlesia
Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Daftar Pustaka
kumparan.com. (2022). Makna Self-love dalam Pandangan Islam. Diakses pada 07 januari 2023
uii.ac.id. (2021). Mencintai Diri Sendiri sebagai Bentuk Cinta kepada Allah. Diakses pada 10 januari 2023
jurnalpost.com. (2021). Self-Love Dalam Pandangan Agama dan Psikologi. Diakses pada 07 januari 2023
Sa’adah, Arini. (2021). Cintai Dirimu. Inilah “Self-Love” Menurut Pandangan Islam.
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













