Sosok Farrah Yolanda Mahasiswa Institut Teknologi Bandung ikuti Konferensi Internasional pada program Istanbul Youth Summit 2022. Program ini berlangsung selama 4 hari pada bulan Februari 2022. Dengan tingkat penularan Covid-19 yang masih cukup tinggi, pada saat tiba di Turki Ia sempat terinfeksi Covid-19 sehingga Ia harus menjalani karantina di sana.
Farrah menjelaskan Ia suka dengan negara ini, negara dengan sejarah yang dahulu adalah sebuah Kota Konstantinopel yang berhasil menjadi Negara Turki dengan berbagai keindahan yang dimiliki salah satunya adalah Hagya Sophia.
Selain itu, dengan mengikuti program ini, Ia mendapat pengalaman international yang menjadi bekal untuk persiapan studi jenjang magisternya ke luar negeri. Tak hanya sendirian, Ia bersama mahasiswa dan pelajar SMA lain terbang ke Kota Istanbul Turki untuk mempresentasikan inovasi yang dibuatnya agar dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Transibi, Penerjemah Suara ke dalam SIBI Sebagai Alat Bantu Komunikasi dengan Penyandang Tunarungu
Di sana, Farrah dan tim membuat social project dan mempresentasikannya di depan para juri.
Dengan mengusung tema perekonomian pada disabilitas yang dinamakan Ceodisability (Creative Economic Organizer for Disability), dalam project ini ia dan tim membuat aplikasi smartphone yang dapat digunakan masyarakat disabilitas untuk membantu memasarkan produk handmade yang dibuat oleh masyarakat disabilitas.

“Nama aplikasinya adalah Decociety, diambil nama tim yang merumuskan aplikasi ini. Aplikasi tersebut masih dalam tahap perencanaan atau berbentuk prototype sehingga belum dapat diimplementasikan,” jelas Farrah.

Source: Decociety
Rencananya aplikasi ini akan menjadi solusi bagi masyarakat disabilitas untuk meningkatkan pendapatannya dan memperkenalkan produk yang dibuat oleh mereka kepada masyarakat umum serta aplikasi ini dikhususkan hanya untuk memasarkan produk buatan seluruh masyarakat disabilitas dari berbagai kategori.
Baca Juga: Pandangan Positif Terhadap Anak Disabilitas
“Pada saat presentasi kami membawa produk kerajinannya dari Forum Komunitas Disabilitas Cirebon (FKDC) Indonesia,” tukas Farrah.
“Alhamdulillah tanggapan para juri pada saat kami memperkenalkan inovasi ini sangat baik, bahkan ada satu juri yang ingin berinvestasi dengan kami,” lanjutnya.
Menurut Farrah, kedepannya aplikasi ini akan terintegrasi dengan pembayaran non-tunai serta komunitas disabilitas agar produk yang dipasarkan semakin bervariatif.
Namun sayangnya dengan keterbatasan jarak dan waktu dengan para tim yang berasal dari berbagai daerah, social project ini belum dapat dilanjutkan.
Jika semuanya memungkinkan dari segi dana dan SDM-nya project ini akan dikembangkan. Semoga inovasi yang dikembangkan segera terealisasi sehingga dapat membantu masyarakat disabilitas.
Penulis: Sonia Putri Amalia
Mahasiswa PJJ Komunikasi Universitas Siber Asia
Editor: Ika Ayuni Lestari
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













