Kenapa ada orang yang jarang sekali upload foto? Padahal mereka mempunyai kamera, punya hp dan bahkan jago untuk memotret orang lain disaat diminta untuk memotret.
Orang yang jarang mengunggah foto bukan berarti bersikap sombong, tetapi itulah cara yang mereka lakukan untuk lebih selektif dalam memberitahukan ke orang lain tentang siapa diri mereka yang sebenarnya.
Dalam ilmu psikologi kebiasaan ini dikenal dengan control identity artinya mereka lebih mengatur apa yang ingin ditampilkan dibanding sekedar hadir di internet. Karena sekecil apapun unggahan tersebut dapat membuat persepsi orang lain tentang diri mereka.
Dalam hal ini bukan berarti orang tersebut anti sosial melainkan mereka sadar bahwa ketenangan dan refleksi diri dalam keheningan mampu untuk mendengarkan suara hati, kebutuhan diri sendiri, dan melepaskan diri dari tuntutan eksternal.
Orang yang tidak haus validasi biasanya mempunyai tingkat kecerdasan emosional yang stabil,mereka tau kapan harus tampil dan kapan harus menjaga jarak dengan seseorang.
Baca Juga: Media Sosial dan Fenomena Bullying: Ancaman Psikologis bagi Remaja
Mungkin hal ini terlihat misterius tetapi mereka seperti gunung es yang terlihat sedikit tetapi menyimpan banyak hal menarik dibawah permukaan.
Kebahagiaan mereka berasal dari dalam diri mereka sendiri bukan dari komentar orang asing dan hal ini membuat mereka lebih tahan dari tekanan sosial.
Menariknya lagi mereka lebih memilih diam dari pada salah bicara mereka tidak ingin disalahartikan dan selalu memikirkan tindakan sebelum melakukannya sehingga mereka tidak memberi celah kepada orang lain untuk salah mengartikan sesuatu hal tentang diri mereka.
Baca Juga: Dampak Bullying terhadap Perkembangan Psikologis, Sosial, dan Akademik Peserta Didik
Kepercayaan diri itu datang dari dalam bukan dari validasi orang lain, kenali diri sendiri berhenti bergantung pada komentar orang lain dan fokus pada apa yang penting bukan pada apa yang ingin dilihat dunia.
Penulis: Herni Darman Gulo
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Katolik Santo Thomas Medan
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













